GETUK HOUSE - Inovasi Baru Getuk Goreng Ala Mahasiswa

October 12, 2009

Salah satu oleh-oleh khas Banyumas seperti yang kita kenal adalah getuk goreng. Makanan khas yang banyak dijual di Sokaraja ini banyak diminati oleh orang-orang yang berkunjung ke Banyumas untuk dijadikan buah tangan.

Sekarang telah dibuka toko getuk goreng di Purwokerto dengan nama Getuk House. Toko oleh-oleh ini didirikan oleh sekelompok mahasiswa Unsoed yang terdiri dari enam anggota, yaitu : Popie Widhiasnita, Galuh Putri, Audi Nur, Fikri Adin, Refta Dika, dan Novita Putri, ke enam mahasiswa Fisip Unsoed tersebut telah berhasil mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diselenggarakan oleh Dirgen Dikti melalui universitas. Mereka berhasil mendapatkan modal 20 juta untuk mendirikan usaha tersebut.

Mengetahui rasa getuk goreng yang ada hanya rasa gula merah saja, Getuk House memberikan inovasi baru getuk goreng, seperti apa yang dituturkan oleh Popie Widhiasnita selaku ketua kelompok “Getuk House menyediakan aneka rasa getuk goreng, ada getuk rasa strawberry, getuk rasa durian, dan ada juga getuk isi keju. Ini dibuat agar masyarakat lebih tertarik dengan inovasi-inovasi rasa dan isi getuk itu sendiri, karena mempunyai rasa yang berbeda dan tentunya lebih memanjakan lidah konsumen”. Namun Getuk House tetap menyediakan getuk goreng original rasa gula merah. Harganya pun bervariasi dan terjangkau. ½ kg getuk rasa dijual dengan harga Rp 9000,-, ½ kg getuk original hanya Rp 8000,-, dan ½ kg getuk isi keju dengan harga Rp 15.000,-. Namun Getuk House juga menyediakan getuk keju dalam mini cup dengan harga Rp 5000 ,- saja.

Dari berbagai macam aneka getuk tersebut, yang paling diminati oleh konsumen adalah getuk isi keju, hal ini sesuai dengan penuturan seorang pelanggan Getuk House, Anita Putri “ saya paling suka dengan getuk kejunya, soalnya rasanya lain dari pada yang lain ada rasa manis dari gula jawanya dan ada rasa gurih dari kejunya, paduan antara rasa manis dan gurih dalam getuk ternyata menghasilkan rasa yang nikmat.”

Selain getuk goreng, toko yang berdiri di Jl.HR Boenyamin no.181-c ini juga menjual berbagai makanan khas Banyumas seperti aneka kripik, jenang jaket, sale pisang, klanthing, dll. Toko yang sudah buka kurang lebih satu bulan ini sengaja memilih tempat yang tidak jauh dari wilayah kampus Unsoed dikarenakan target marketnya adalah kalangan mahasiswa dan dosen-dosen itu sendiri, disamping itu karena Jl. HR Boenyamin merupakan jalur wisata ke Baturaden, sehingga wisatawan yang berkunjung dan akan membeli oleh-oleh tidak perlu jauh-jauh ke Sokaraja.

Makanan khas yang terbuat dari singkong dan gula merah ini ternyata banyak diminati masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dari luar kota dan orang tua mahasiswa sendiri. Namun tidak sedikit juga masyarakat setempat yang menyukai makanan khas yang mempunyai rasa manis ini.

Penyelam Banyumas Ikut Pecahkan Rekor Dunia

August 19, 2009

upcbms1Sebanyak 2.818 penyelam dari berbagai unsur ikut berpartisipasi dalam gelaran event bahari terbesar dekade ini dalam rangkaian HUT Kemerdekaan Indonesia, yaitu Sail Bunaken 2009, yang merangkum berbagai kegiatan kebaharian dari kegiatan Seminar bertaraf Internasional sampai olah raga bahari, serta diakhiri dengan parade kapal perang yang diikuti oleh 42 negara. Salah satu kegiatan yang paling spektakuler dan menorehkan Indonesia dengan tinta emas dalam kancah dunia yaitu pemecahan 2 rekor selam dalam Guiness World of Record.

Pemecahan Rekor Dunia Latihan Selam Dengan Jumlah Peserta Terbanyak 2.818 orang pada tanggal 16 Agustus 2009 di kedalam 20 - 30 meter dengan durasi 32 menit. Dan Pemecahan Rekor Upacara Bendera Dengan Tata Upacara Terlengkap dan diikuti 2.465 peserta upacara selain TNI dan peliput berita. Hajat besar ini merupakan hajat bangsa yang di koordinasi oleh beberapa departemen dan instansi pemerintah pusat maupun daerah termasuk PB POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia)

Diantara partisipan tersebut ada putra daerah Banyumas, mewakili POSSI Pengurus Kabupaten Banyumas sebagai induk organisasinya. Para penyelam asal Banyumas tersebut adalah Arief Sugiyo (dari Badic - Banyumas Diver Community), Sulistio (BDC - Blue Diving Club Fabio-Unsoed), Dayat Supriyono dan Slamet Mulyono (BDC - Brimob Diving Club), serta satu atlet Jateng asal Banyumas Dita Widayanti yang berlaga di nomor OBA (orientasi bawah air), namun belum beruntung memperoleh emas seperti pada PON lalu.

Menurut Kadispenal Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, secara resmi yang terdaftar adalah 2.818 namun yang dihitung oleh tim Guiness World of Record adalah peserta, 2.700 penyelam lokal, 76 diver asing telah tercatat pada pendaftaran awal, kemuadian ada tambahan 7 official dan 19 penyelam yang men seting area di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.

Wakil Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana Moekhlas Sidik bertindak selaku inspektur upacara dan Laksma Iskandar Sitompul bertindak selaku komandan upacara saat Pemecahan Rekor Upacara Bendera Di Dalam Air tersebut.

Jalan Trans Sulawesi antara terminal dan Gerbang Boboca (perbatasan Manado dan Minahasa) ditutup sejak jam 6 pagi hari waktu setempat. Arus kendaraan dari Kalasey ke Manado dan Minahasa Selatan ke Manado dialihkan ke jalur lain. Jalan tertutup untuk semua kendaraan sekitar 6 jam.

Dalam beberapa kesempatan keakraban dengan para peserta lainnya, banyak yang heran karena Banyumas tidak mempunyai laut tapi ada komunitas selam dan mempunyai atlet berprestasi. ///g.10.k

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/08/16/88432/Rekor-Menyelam-Dunia-Terpecahkan

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/08/16/88437/Anak-Anak-di-Balik-Pemecahan-Rekor-Menyelam

Delegasi POSSI Banyumas dalam Sail Bunaken 2009
Delegasi POSSI Banyumas dalam Sail Bunaken 2009

untuk blog ‘BADIC’ (Banyumas Diver Community) POSSI Banyumas : silahkan unduh http://possibms.blogspot.com/

Google

Web banyumaspromo.info

Kategori

Arsip


Berita Terkini

Link