BEM KM Mipa adakan Olimiade Se- Barlingmascakeb
February 10, 2010
Unsoed. 7 Februari 2010. Sebagai betuk kepedulian dalam dunia pendidikan kelompok mahasiswa yang bergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mipa (red : BEM KM Mipa) telah mengadakan Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia dan Komputer di kampus jurusan Mipa Fakultas Sains & Teknik Unsoed. Olimpiade tersebut diikuti oleh siswa dan siswi SMA, MA dan SMK se-Barlingmascakeb.
Bertemakan “semangat sains sebagai ajang berkarya mempersiapkan generasi muda berprestasi”, olimpiade ini dibuka oleh ketua jurusan mipa bapak Bilalloddin, S.Si. M.Si dengan banyak peserta sekitar 176 siswa-siswi SMA sederajat di wilayah Banjar, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa olimpiade kali ini merupakan ajang untuk berkompetisi secara sehat bagi para generasi muda. “kabanyakan generasi muda sekarang sudah terpengaruh oleh budaya hedonism. Nah melalui olimpiade ini diharapkan generasi muda sering berkarya untuk mengukir prestasi yang lebih baik lagi” tuturnya.
Pada sela-sela olimpade ini para guru yang mendampingi siswa-siswinya juga mendapatkan pembelajaran untuk memanfaatkan e-learning oleh bapak Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom selaku kaprodi Teknik Informatika Unsoed. Menurutnya e-learning sangat membantu proses belajar mengajar di kelas jika diterapkan dalam system kependidikannya.
Jalannya Olimpiade ini sendiri terdiri dari 3 babak. Pertama peserta harus mengikuti seleksi pada babak penyisian di masing-masing program study. 10 peserta yang lolos pada masing-masing program study harus mengikuti ujian tertulis. Pada babak final terdapat finalis dari masing-masing program study dengan mengikuti ujian praktikum kemudian mempersentasikan jawabannya pada tim juri masing-masing yang merupakan staff dosen dari keempat program study. “diharapkan dengan system babak final yang seperti itu maka peserta tidak hanya pintar dalam menjawab soal tapi juga mempertanggung jawabkan jawaban mereka kepada tim juri” kata Eddy Pujianto selaku ketua panita olimpiade ini.
Setelah mengikuti berbagai babak akhirnya SMA 2 Purwokerto lah yang menjadi juara umum karena yang paling banyak memempatkan pesertanya sebagai juara di masing-masing program studi. Berikut adalah daftar peserta yang meraih trofi juara :
Olimpade Komputer
1. Basith Zainurrahman (SMA 2 Purwokerto)
2. Luthfan Ade V ( Sma N 1 Banjarnegara)
3. Prasato Adi W (SMA N 1 Cilacap)
Olimpiade Matematika
1. Tomi Kurniawan (SMA 2 Purwokerto)
2. M Noram (SMA 2 Purbalingga)
3. Heriawan (SMA N 1 Jatilawang)
Olimpiade Fisika
1. Doni Indra S (SMA N 1 Cilacap)
2. Kuswatun Khasanah (SMA N 2 Purwokerto)
3. Sarah Azmi (SMA N 1 Cilacap)
Olimpiade Kimia
1. Stephen Haniel Yuwono (Sma N 1 Purwokerto)
2. Ayub Wijayanto (Sma N 2 Purwokerto)
3. Dini Andriani (Sma N 2 Purwokerto)
by nur ichsan
Peranan Media Lokal dalam Pemberdayaan Umat
January 18, 2010
Purwokerto, 16 Januari 2010. Semakin pesatnya berkembangnya media massa dari media cetak, elektronik sampai media internet membuat dampak tersendiri bagi mental dan masyarakat. Untuk itu diperlukan sebuah media lokal untuk kembali mengembalikan mental masyarakat anggar dapat menjunjung kembali nilai-nilai dan adat istiadat budaya lokal.
Hal itulah yang menjadi landasan crew mafaza 97.6 Fm mengadakan workshop media dengan tema penguatan media bagi pemberdayaan umat. Workshop media tersebut diadakan di GSG Lantai 2 masjid fathimatuzzahra dengan mengundang tokoh-tokoh media di wilayah kabupaten banyumas diantaranya Yudis Fajar (radar banyumas), ria sakti unggul (banyumas TV), Akhmad Tohari(Tokoh masyarakat), Agus Sutoyo(RRI) dan Agus Noor Shidiq (Portal Banyumas).
Menurut penuturan Akhmad Tohari, seharusnya bukan media yang memberdayakan masyarakat tapi masyarakatlah yang harus memberdayakan media. Hal itu dirasa wajar karena menurutnya masyarakat terlalu ditindas oleh kepentingan bisnis oleh mafia media. “kita harus atur media agar masyarakat tidak tertelan oleh meraka dengan menguasai banyumas dalam berbagai aspek, budaya, antropologi dan karakteristik masyarakatnya” sarannya.
Gerhana Matahari 15 Januari 2010
January 15, 2010
PURWOKERTO-(15/1) diduga akan terjadi fenomena alam yang sangat menakjubkan, yaitu Gerhana Matahari. Untuk itu umat Islam dianjurkan menjadikan momentum fenomena alam luar biasa tersebut sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri. Umat juga dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Gerhana Matahari sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ini ditegaskan KH M Natsir Zubaidi, Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam perbincangan dengan Republika di Gedung MUI Jakarta, Kamis (14/1).
GERHANA matahari pada 15 Januari 2010 merupakan gerhana matahari cincin (annular), yaitu bundaran bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari sehingga masih tersisa bagian yang bercahaya, yang mengesankan seperti cincin.
Namun di Indonesia, gerhana ini hanya akan nampak sebagai gerhana matahari sebagian (parsial), karena umbra gerhana hanya melintas di wilayah Afrika timur, India selatan dan Sri Lanka, Myanmar dan China bagian tengah. Di Indonesia, gerhana ini hanya bisa disaksikan di seluruh Pulau Sumatra, Kalimantan, serta sebagian Jawa dan Sulawesi.
Gerhana ini terjadi saat matahari di langit barat dilihat dari segenap wilayah Jawa Tengah dan seluruh tahapannya, yakni kontak awal, puncak serta kontak akhir bisa diamati sepenuhnya.
Puncak gerhana terjadi di antara jam 15:19- 15:23 WIB, bergantung pada lokasinya. Pada saat puncak, matahari akan nampak benjol (robek) sedikit di bagian kanan bawah (sisi utara).
Mengingat Jawa Tengah berdekatan dengan garis marginal gerhana maka durasi dan magnitude gerhana, yakni persentase ketertutupan matahari oleh bulan, menjadi berbeda-beda di setiap lokasi.
Magnitude gerhana ini sangat kecil, maksimal hanya 4 % (Brebes) dan cenderung menurun begitu beranjak ke timur. Demikian pula durasinya. Wonogiri menjadi wilayah dengan karakteristik gerhana paling minimal, yaitu durasinya hanya 24 menit dengan magnitude 0,9 % seperti disajikan dalam tabel berikut ini:
Karena durasinya bervariasi, maka bagi umat Islam terdapat situasi kondisional untuk menunaikan ibadah shalat sunah gerhana matahari.
Geometri gerhana matahari ini mirip dengan gerhana matahari cincin 27 Januari 632 yang bersejarah, karena terjadi bersamaan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW dari istri Mariah Qibthiyah dan menjadi sebab diturunkannya perintah melaksanakan shalat sunah gerhana.
Pada saat itu lintasan umbra berbentuk hampir sama dengan lintasan umbra gerhana matahari cincin 2010 ini, hanya saja lokasinya sedikit bergeser ke utara dengan melintasi Semenanjung Arabia bagian selatan. (Ma’rufin Sudibyo-10)
MAKAN IKAN, BIKIN PINTER
December 25, 2009

Dalam 25 tahun terakhir, pelbagai penemuan ilmiah dari para ahli gizi dan kesehatan dunia membuktikan bahwa ikan dan jenis seafood lainnya sangat baik untuk kesehatan serta kecerdasan manusia. Kenyataan ini disebabkan karena ikan rata-rata mengandung 20 persen protein yang mudah dicerna dengan komposisi asam amino esensial yang seimbang. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan jaringan otak, dan mencegah terjadinya penyakit jantung, stroke, dan darah tinggi.
Lebih dari itu, omega-3 juga dapat mencegah terjadinya penyakit-penyakit inflamasi, seperti arthritis, asma, colitis, dermatitis serta psoriasis; beberapa jenis penyakit ginjal; dan membantu penyembuhan penyakit depresi, skizofrenia serta gejala hiperaktif pada anak-anak (FAO and WHO, 1996).
Seafood juga mengandung berbagai jenis mineral dan vitamin seperti A, D, dan K serta yodium. Seperti kita ketahui, bahwa yodium sangat ampuh untuk pencegahan penyakit gondok. Singkatnya, dengan makan ikan yang mencukupi, maka dapat memberikan tiga keuntungan bagi kita.
Pertama, baik untuk kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai macam penyakit.
Kedua, asam lemak tak jenuh, termasuk omega-3, yang terkandung dalam ikan, sangat membantu perkembangan sel otak yang dapat meningkatkan kecerdasan (IQ) manusia. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kandungan mineral, vitamin, dan zat hara yang tinggi dalam ikan juga dapat meningkatkan vitalitas seksual pengkonsumsinya.
Oleh karena itu, wajar jika bangsa Eskimo di Greenland hampir tidak pernah terkena serangan jantung karena hampir seluruh dietnya berasal dari ikan. Sementara itu, bangsa Jepang yang mengkonsumsi ikan rata-rata 110 kilogram (kg)/ orang/tahun merupakan bangsa dengan kualitas kesehatan serta kecerdasan tertinggi di dunia. Perbandingannya bisa dilihat dari tingkat konsumsi ikan rata-rata per kapita per tahun di Hongkong, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Malaysia berturut-turut adalah 80, 70, 65, 60, 35, dan 30 kg. Sedangkan tingkat konsumsi ikan rata-rata bangsa Indonesia pada tahun 1998 sebesar 17 kg/orang/tahun, pada tahun 2003 mencapai 23 kg/ orang/tahun, dan pada tahun 2009 mencapai 30 kg/orang/tahun. Dari data ini, bisa disebut bahwa tingkat konsumsi ikan rata-rata orang Indonesia masih terbilang kecil. Dengan anugerah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, selaiknya kita mulai gemar makan ikan untuk menjadi lebih sehat dan cerdas.***G.1O.K (sumber : Mida Novawanty, Stop Ilegal Fishing)
Pengukuhan Guru Besar : Prof. Edy Yuwono, Ph.D
December 24, 2009
Unsoed.net. Sabtu, 23 Desember 2009 telah dikukuhkan Guru Besar Prof. Edy Yuwono, PhD, di gedung soemardjito, silahkan download Pidato Ilmiah, dihadiri para undangan yang mengikuti acara “Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Prof. EDY YUWONO, P.hD Bidang Ilmu Fisiologi Hewan pada Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman”. Dengan dikukuhkannya Prof. Edy Yuwono menjadi Guru Besar, berarti di Unsoed, ada 16 orang Profesor aktif.
Prof. Edy Yuwono, P.hD menyampaikan pidato pengukuhannya dengan judul “URGENSI STUDI FISIOLOGI HEWAN UNTUK PENGEMBANGAN AKUAKULTUR RAMAH LINGKUNGAN”. Prof. Edy mengatakan bahwa hasil studi fisiologi hewan, misalnya tentang osmoregulasi, metabolisme, reproduksi, dan nutrisi, dapat digunakan sebagai dasar pemilihan teknologi terapan dalam pengembangan akuakultur yang bertanggung jawab dan berwawasan konservasi. “Banyak permasalahan akuakultur yang belum dapat diatasi dan membutuhkan penelitian tentang berbagai aspek fisiologi secara lebih komprehensif”, demikian lanjut Prof. Edy.
Menurut Prof. Edy Yuwono, P.hD, studi fisiologi hewan sangat urgen untuk dilakukan dalam rangka memberikan penjelasan tentang fenomena biologi dalam akuakultur dan memberikan dasar pengembangan akuakultur ramah lingkungan.
Setelah mengukuhkan Prof.Edy Yuwono sebagai guru besar, Rektor Unsoed, Prof.Dr.Ir.SOEDJARWO, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dikukuhkannya Prof.Edy Yuwono, P.hD menjadi guru besar di Unsoed. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri, tidak saja bersifat individual bagi Prof.Edy dan keluarga, tetapi juga Fakultas Biologi. Lebih dari itu, adalah kebanggaan institusional, khususnya bagi Unsoed.
Prof. Djarwo berpesan bahwa jabatan Guru Besar bukan ansich sebuah tujuan, tetapi sebenarnya adalah titik awal untuk lebih berkarya. “Jadi tampilan dari seorang guru besar adalah semangat ilmiahnya yang bermotokan “publish or perish” (menulis atau mati) sebagai wujud komitmen ilmiah dan komitmen terhadap kejujuran nuraninya” demikian lanjut Prof. Djarwo.
Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para hadirin, dimulai dari anggota senat diikuti seluruh undangan yang hadir. Hadir dalam acara ini seluruh pejabat Universitas Jenderal Soedirman, Para Guru Besar, Perwakilan Anggota DPRD Barlingmascakeb, Wakil Bupati Brebes, Kapolwil Banyumas, Dandim Purwokerto, Kapolres Purwokerto, Pengadilan, Pemda, dan segenap tamu undangan. Sumber : www.unsoed.ac.id
Desa Mandiri Energi Solusi Menciptakan Lapangan Pekerjaan
December 23, 2009

Desa Mandiri Energi
Menurut Erwin S.Sadirsan (Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), Desa Mandiri Energi (DME) yaitu desa yang memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri berasal dari sumber-sumber energi baru dan terbarukan, seperi biofuel terutama yang didapat dari minyak jarak pagar, energi surya maupun mikrohidro. Diluncurkan pada tahun 2007 guna meningkatkan kebutuhan energi setempat baik dalam bentuk bahan bakar nabati (BBN) maupun bahan bakar non nabati (non BBN) untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga maupun kegiatan produktif.
Tujuan dari Desa Mandiri Energi (DME) yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam pengadaan energi dan mengurangi pemakaian BBM melalui peningkatan pemanfaatan energi setempat.
Nita Nurhayati yang merupakan salah satu peserta dari seminar nasional ini mengatakan bahwa Desa Mandiri Energi (DME) ini mempunyai arah tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mengurangi kemiskinan.
“Target untuk tahun 2009 ini sebanyak dua ribu Desa Mandiri Energi (DME)”,tutur mahasiswi Fakultas Pertanian ini.
Berdasar banyumaspromo.info kutip dari seminar nasional ini, di indonesia terdapat 40 Desa Mandiri Energi (DME) yang berbahan bakar nabati (BBN) dan 100 Desa Mandiri Energi (DME) berbahan bakar non nabati (non BBN). Desa Mandiri Energi (DME) bukan desa tertinggal, melainkan desa yang diharapkan bisa mandiri secara energi, dan menjual kelebihan energinya ke pihak lain.
(condro)
Secangkir kopi dari Teater Suntik
December 18, 2009
Purwokerto (UNSOED) - Diawali dengan nyanyian jantung malam karya Agustav Triono , para mahasiswa fakultas kedokteran yang tergabung dalam komunitas teater suntik mulai menunjukan karyanya dalam sebuah pementasan bertajuk “Secangkir Kopi” . Bertempatkan di aula Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soediraman, pementasan ini dihadiri sekitar 350 penonton dari berbagai mahasiswa disetiap masing-masing fakultas di universitas jendral soedirman.
Menurut sutradara pementasan tersebut Sheila Anandita menyatakan maksud dari tujuan secangkir kopi yaitu penggambaran tentang roda kehidupan didunia ini. “hidup kadang terasa manis kalau kita sedang di atas kejayaan, tapi kepahitan hidup akan dirasakan bila kita berada di titik keterpurukan dalam hidup. Manis dan pahit itu sudah dapat kita rasakan pada sebuah secangkir kopi” kata pada malam pementasan (17/12/09).
Pementasan dimulai pukul 20.00 WIB diawali prolog dari ibu ( diperankan oleh Khafizati A Fitri ), digambarkan sang ibu sedang mengalami kerinduan akan ketiga putra-putrinya yang sedang menimba ilmu di luar kota. Sesekali diselingi dialog antara bapak ( Faidh Husnan ) dan Ibu yang sedang mengisi aktifitas keseharian setelah ditinggal oleh ketiga buah hatinya. Ditengah pementesan munculkah Surti seorang pembantu rumah tangga yang membikin penonton tertawa akan tingkah lakunya yang konyol.
Klikmaks dari pementasan tersebut terjadi saat ketiga putra-putrinya bertindak diluar dugaan ibu dan bapaknya. Bagas, anak pertama dari keluarga tersebut diceritakan seorang pengusaha sukses tapi dia tersandung kasus korupsi dan akhirnya mendekam di penjara. Bergitu juga dengan kedua anak yang lainya yaitu Nisa dan Sinta, mereka berdua menjadi sosok perempuan yang disiplin, cerdas dan sukses tapi akhirnya dia terjerumus dalam dunia sesat. Ending dari cerita tersebut adalah situasi dimana ibu terjebak dalam harapan dan kenangannya bersama anak-anaknya. Sehingga sang ibu hanya bisa terlarut dalam lamunan ilusi kehidupan.
“pementasan akhir tahun yang luar bisa, dari mulai aktor, aktris, penetaan ruang dan iringan suara musik semuanya menyajikan yang terbaik untuk penonton. Hanya berharap nantinya teater ini bisa menunjukan kiprahnya di tingkat nasionla” tutur syafiq salah satu penonton yang ditemui setelah pementasan berlangsung.
nur ichsan & condro kartiko
Happening Art dalam Rangka Penggalangan Dana untuk Tanah Minang
November 16, 2009
Purwokerto, 12 Oktober 2009. Bencana gempa bumi yang terjadi di tanah Padang, Sumatra Barat telah berlalu, namun simpati dan empati dari masyarakat belum berakhir. Penggalangan dana dari mahasiswa, dosen, karyawan serta UKM yang dilakukan oleh BEM masih berlangsung sampai saat ini. Hal itu dilakukan dengan menempatkan kotak ditempat-tempat strategis atau meminta langsung ke sasaran dan yang paling menarik, dari UKM Fakultas HUkum sendiri, yaitu Teater Timbang dan JB (Justicia Band) akan mengadakan Happening Art yang akan diadakan pada tanggal 5 November 2009.
Setiap sore Teater Timbang mengadakan latihan guna mempersiapkan pentas akbar pada 5 November nanti. Dalam pentas ini menggambarkan bagaimana suasana saat gempa itu terjadi, dan bagaimana pula manusia-manusia yang ada di daerah tersebut saat merasakan ada gempa. Kemarin malam, atau tepatnya tanggal 11 Oktober salah satu dari pemeran pentas yang bernama Rina, yang memerankan sebagai korban dan berteriak-teriak “Allahu Akbar” melakukan latihannya dengan pendalaman peran. “Ya, jadi kita ingin dalam pentas ini semuanya total, tidak ada yang setengah-setengah. Disini kita seolah-olah mengalami bencana itu, dan kita ingin dengan pentas ini kita akan benar-benar membuat seperti penonton juga ada disuasana gempa saat itu. Dan tentunya agar kita memperoleh dana yang maksimal untuk disumbangkan ke Sumatera Barat nantinya” Tutur ketua Teater Timbang periode 2009, Pramita Akni S atau yang kerap dipanggil Puput.
Rencananya pada tanggal 5 November nanti, acara akan mulai pukul 19.00 yang berupa pentas akbar dari teater itu sendiri dan puncak acaranya adalah performance dari Justicia Band, sampai akhir acara. Kegiatan ini dinilai positif dan menumbuhkan jiwa tolong-menolong dan jiwa sadar dengan saudara sebangsa dan setanah air. Titi
Polantas Gelar Razia Mendadak
November 16, 2009
BANYUMAS, Senin (26/10), Polantas Polres Banyumas mengadakan razia mendadak. Razia ini dilakukan di pagi hari sekitas pukul 07.00. Razia mendadak ini tujukan pada pengguna kendaraan bermotor roda dua. Karena biasanya pengendara sepeda motor kurang memetuhi peraturan lalu lintas. Pengendara motor yang terjaring dalam razia mendadak ini cukup banyak. Razia mendadak ini digelar disekitar Jl.gatot subroto banyumas.
Razia ini dilakukan dalam rangka penertiban Lalu lintas jalan raya. Sebagian dari pengendara tidak mengetahui bahwa di pagi hari teryata ada razia mendak. Ada beberapa pengendara motor berusaha untuk menghindar. Namun upaya tersebut sia-sia karena polosi yang merazia cukup banyak. Jadi ada polisi yang berusaha mengejar pengemudi yang tidak memakai helm. “Saya tidak tahu pagi-pagi gini kok ada razia, padahal saya mau kepasar banyumas sebentar, karene saya rumahnya deket dari sini jadi saya tidak memakai helm” ungkap Ibu-Ibu, salah satu pengendara yang terjaring saat razia. memang Sebagian pengendara sepeda motor terjaring karena tidak memakai helm. Razia memang jarang dilakukan di pagi hari, jadi ada masyarakat yang kurang waspada terhadap hal ini.
Bupati Cilacap Probo Yulastoro, Resmi Diberhentikan
November 6, 2009
BPi-Purwokerto, (6/11).
Kabar Bupati Cilacap Probo Yulastoro akan diberhentikan akhirnya terjawab dan jelas, terhitung Kamis (5/11) kabar tersebut menjadi telah ada kejelasan.
Dengan diterimanya SK Pemberhentian Sementara Bupati Probo oleh jajaran Pemerintahan Kabupaten Cilacap, pada Rabu malam (4/11). SK tersebut ditanda tangani Menteri Dalam Negeri Ganawan Fauzi. Surat bernomor 131.33-753 tanggal 29 November 2009 tersebut menyebutkan, menimbang Pasal 31 UU 32 Tahun 2004 Jo. PP No. 6 Tahun 2005 bahwa kepala daerah diberhentikan sementara oleh Mendagri tanpa melalui usulan DPRD, karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi yang berkasnya telah dilimpahkan ke pengadilan.
Selain itu, berkas perkara bupati Cilacap telah terdaftar di kepaniteraan PN Cilacap. Untuk memberi kepastian hukum dan menjamin lancarnya pemerintahan, dipandang perlu dilakukan pemberhentian sementara bupati Cilacap.
Atas pertimbangan tersebut, maka Mendagri menetapkan memberhentikan sementara Probo Yulastoro dari jabatannya sebagai bupati Cilacap masa jabatan 2007-2012 sampai proses hukum selesai dan mempunyai kekuatan hukum. Kemudian mendagri juga menetapkan selama bupati diberhentikan sementara, maka Wabup Tatto Suwarto Pamuji melaksanakan tugas dan kewajiban bupati Cilacap (sebagai Plt bupati).
Hampir seminggu ini merebak rumor tentang dikeluarkannya SK pemberhentian tersebut. Namun masih simpang siur, karena SK tersebut belum sampai ke Pemkab Cilacap sampai Rabu malam kemarin baru ada kejelasan.
Plt Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan SKPD dan camat se-Cilacap Kamis (5/11) mengatakan, mau tidak mau dan suka tidak suka, dirinya yang menggantikan tugas dan kewajiban bupati saat ini. Oleh karena jajaran pemerintahan saat ini harus tetap berjalan di bawah kepemimpinannya.
”Pergantian pimpinan dalam sebuah pemerintahan adalah hal biasa. Oleh karena itu, saya minta semua SKPD dan jajaran pemerintahan di Cilacap untuk tetap bekerja dengan baik apapun yang terjadi saat ini,” kata Tatto Pamuji dalam pertemuan yang digelar di pendapa kabupaten.
Tidak akan ada tsunami birokrasi di jajaran pemerintahan Cilacap pasca ditetapkannya dirinya sebagai Plt Bupati Cilacap, janjinya. Hanya pergantian kecil-kecilan pejabat tetap ada demi pemerintahan yang lebih baik. //g.10.k


