BEM KM Mipa adakan Olimiade Se- Barlingmascakeb
February 10, 2010
Unsoed. 7 Februari 2010. Sebagai betuk kepedulian dalam dunia pendidikan kelompok mahasiswa yang bergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mipa (red : BEM KM Mipa) telah mengadakan Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia dan Komputer di kampus jurusan Mipa Fakultas Sains & Teknik Unsoed. Olimpiade tersebut diikuti oleh siswa dan siswi SMA, MA dan SMK se-Barlingmascakeb.
Bertemakan “semangat sains sebagai ajang berkarya mempersiapkan generasi muda berprestasi”, olimpiade ini dibuka oleh ketua jurusan mipa bapak Bilalloddin, S.Si. M.Si dengan banyak peserta sekitar 176 siswa-siswi SMA sederajat di wilayah Banjar, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa olimpiade kali ini merupakan ajang untuk berkompetisi secara sehat bagi para generasi muda. “kabanyakan generasi muda sekarang sudah terpengaruh oleh budaya hedonism. Nah melalui olimpiade ini diharapkan generasi muda sering berkarya untuk mengukir prestasi yang lebih baik lagi” tuturnya.
Pada sela-sela olimpade ini para guru yang mendampingi siswa-siswinya juga mendapatkan pembelajaran untuk memanfaatkan e-learning oleh bapak Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom selaku kaprodi Teknik Informatika Unsoed. Menurutnya e-learning sangat membantu proses belajar mengajar di kelas jika diterapkan dalam system kependidikannya.
Jalannya Olimpiade ini sendiri terdiri dari 3 babak. Pertama peserta harus mengikuti seleksi pada babak penyisian di masing-masing program study. 10 peserta yang lolos pada masing-masing program study harus mengikuti ujian tertulis. Pada babak final terdapat finalis dari masing-masing program study dengan mengikuti ujian praktikum kemudian mempersentasikan jawabannya pada tim juri masing-masing yang merupakan staff dosen dari keempat program study. “diharapkan dengan system babak final yang seperti itu maka peserta tidak hanya pintar dalam menjawab soal tapi juga mempertanggung jawabkan jawaban mereka kepada tim juri” kata Eddy Pujianto selaku ketua panita olimpiade ini.
Setelah mengikuti berbagai babak akhirnya SMA 2 Purwokerto lah yang menjadi juara umum karena yang paling banyak memempatkan pesertanya sebagai juara di masing-masing program studi. Berikut adalah daftar peserta yang meraih trofi juara :
Olimpade Komputer
1. Basith Zainurrahman (SMA 2 Purwokerto)
2. Luthfan Ade V ( Sma N 1 Banjarnegara)
3. Prasato Adi W (SMA N 1 Cilacap)
Olimpiade Matematika
1. Tomi Kurniawan (SMA 2 Purwokerto)
2. M Noram (SMA 2 Purbalingga)
3. Heriawan (SMA N 1 Jatilawang)
Olimpiade Fisika
1. Doni Indra S (SMA N 1 Cilacap)
2. Kuswatun Khasanah (SMA N 2 Purwokerto)
3. Sarah Azmi (SMA N 1 Cilacap)
Olimpiade Kimia
1. Stephen Haniel Yuwono (Sma N 1 Purwokerto)
2. Ayub Wijayanto (Sma N 2 Purwokerto)
3. Dini Andriani (Sma N 2 Purwokerto)
by nur ichsan
Happening Art Untuk Tanah Minang
November 3, 2009
Purwokerto, 12 Oktober 2009. Bencana gempa bumi yang terjadi di tanah Padang, Sumatra Barat telah berlalu, namun simpati dan empati dari masyarakat belum berakhir. Penggalangan dana dari mahasiswa, dosen, karyawan serta UKM yang dilakukan oleh BEM masih berlangsung sampai saat ini. Hal itu dilakukan dengan menempatkan kotak ditempat-tempat strategis atau meminta langsung ke sasaran dan yang paling menarik, dari UKM Fakultas HUkum sendiri, yaitu Teater Timbang dan JB (Justicia Band) akan mengadakan Happening Art yang akan diadakan pada tanggal 5 November 2009.
Setiap sore Teater Timbang mengadakan latihan guna mempersiapkan pentas akbar pada 5 November nanti. Dalam pentas ini menggambarkan bagaimana suasana saat gempa itu terjadi, dan bagaimana pula manusia-manusia yang ada di daerah tersebut saat merasakan ada gempa. Kemarin malam, atau tepatnya tanggal 11 Oktober salah satu dari pemeran pentas yang bernama Rina, yang memerankan sebagai korban dan berteriak-teriak “Allahu Akbar” melakukan latihannya dengan pendalaman peran. “Ya, jadi kita ingin dalam pentas ini semuanya total, tidak ada yang setengah-setengah. Disini kita seolah-olah mengalami bencana itu, dan kita ingin dengan pentas ini kita akan benar-benar membuat seperti penonton juga ada disuasana gempa saat itu. Dan tentunya agar kita memperoleh dana yang maksimal untuk disumbangkan ke Sumatera Barat nantinya” Tutur ketua Teater Timbang periode 2009, Pramita Akni S atau yang kerap dipanggil Puput.
Rencananya pada tanggal 5 November nanti, acara akan mulai pukul 19.00 yang berupa pentas akbar dari teater itu sendiri dan puncak acaranya adalah performance dari Justicia Band, sampai akhir acara. Kegiatan ini dinilai positif dan menumbuhkan jiwa tolong-menolong dan jiwa sadar dengan saudara sebangsa dan setanah air. Titi
Penyuluhan, usaha efektif menghentikan peredaran Narkoba
October 21, 2009
Purwokerto. Peredaran narkoba di Indonesia semakin meningkat, tak terkecuali di Purwokerto. Kini, barang haram ini sudah banyak beredar di Purwokerto. Untuk menekan peredaran narkoba, Puskesmas Purwokerto Selatan berinisiatif mengadakan penyuluhan dengan tema penyalahgunaan narkoba.
Penyuluhan ini diadakan pada hari Senin (19/10) bertempat di balai pertemuan kelurahan karangklesem. Acara ini dimulai jam 8 pagi, diikuti oleh perwakilan karangtaruna dan beberapa kader Posyandu di tiap kelurahan di Purwokerto. Sasaran utama penyuluhan ini ini ialah remaja melalui karangtaruna.
Pihak penyelenggara menyadari, bahwa target utama narkoba ialah para remaja. Karena usia remaja merupakan usia riskan dimana mereka mudah terpengaruh dan terbujuk. Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan secara detail tentang bahaya narkoba bagi kesehatan dan psikologi penggunanya.
Pihak penyelenggara berharap, melalui usaha ini dapat menekan jumlah peredaran narkoba di Purwokerto yang sudah mengkhawatirkan. ”Remaja merupakan generasi penerus yang harus kita lindungi dari narkoba” kata pembicara dalam penyuluhan tersebut.
Bulan Tertib Lalu Lintas: Polisi Gelar Razia di Malam Minggu
October 21, 2009
Sabtu malam (10/17), satuan polisi Polres Purwokerto adakan razia. Razia dilakukan di daerah sekitar Jl. Merdeka. Razia ini dilakukan dalam rangka bulan tertib Lalu lintas yang dicanangkan kepolisian sejak Maret lalu. Razia ini disasarkan pada pengguna kendaraan bermotor roda dua.
Polisi memang sudah berjaga di daerah itu dari senja hari. Menjelang gelap razia mulai digelar. Tak sedikit pengendara yang terjaring dalam razia itu. Kebanyakan dari mereka tak tahu bahwa akan ada razia. Beberapa dari pengendara pun ada yang berusaha untuk berputar balik menghidari “garukan”. Namun gagal karena telah banyak polisi bermotor besar yang menghadang mereka. Tak elak lagi, para pengendara tersebut terpaksa jalan melewati razia.
‘saya tidak tahu ada “garukan”, padahal saya hanya ingin pergi belanja ke Moro’, ujar Deddy Purnomo salah satu pengendara yang terjaring saat razia. Kebanyakan pengendara terjaring karena dokumen kendaraan yang kurang lengkap. ‘Memang ini yang menjadi target kepolisian, supaya para pengendara tidak menyepelekan surat-surat kendaraan apalagi SIM’, penjelasan dari polisi intel yang berjaga meminta agar namanya tidak disebut.
Semoga ini bisa mengurangi pandangan miring masyarakat mengenai Satlantas Purwokerto. Mengingat kinerja Satlantas yang dinilai kurang bisa memadai oleh masyarakat luas. Semoga kepolisian, pada khususnya kepolisian purwokerto,dapat terus meningkatkan kinrja dan pelayanannya pada masyarakat.
Datang Wisuda Sekaligus Piknik Keluarga
October 21, 2009
Sabtu 17 oktober 2009, Universitas Muhammadiyah Purwokerto atau yang biasa dikenal dengan nama UMP mengadakan acara wisuda. acara tersebut diikuti oleh lima ratus mahasiswa dari semua fakultas dan jurusan. acara berlangsung dari jam 08.00 Wib hingga sekitar jam 12.00 Wib. Ada yang menarik dari acara wisudaan pada hari sabtu kemarin. Halaman depan auditorium Ump dipenuhi oleh orang - orang yang mengantar para wisudawan dan wisudawati juga oleh para pedagang makanan dari mulai tukang es, penjual bakso, mie ayam hingga orang yang menyewakan tikar.
Dibawah pepohonan yang rindang, para sanak keluarga yang tidak bisa masuk untuk melihat prosesi wisuda menggelar tikar dan bermain - main. Rata - rata orang - orang yang menyewa tikar secara khusus mengaku bahwa mereka membawa perbekalan masing - masing dari rumah mereka. para pengunjung yang rata - rata berasal dari luar kota mengatakan bahwa acara wisuda adalah acara yang jarang ditemui, “belum tentu bisa setahun sekali……” begitu kata ibu yang mengaku sedang menunggu keponakannya di wisuda.
Udara purwokerto yang panas hari sabtu kemarin, tidak menyurutkan mereka untuk tetap disana dan bermain - main sambil menunggu prosesi wisuda tersebut berakhir. Banyak dari para mahasiswa yang diwisuda tidak hanya mengajak orang tuanya tetapi seluruh keluarganya dan menjadikan hari wisuda sebagai hari untuk berkumpul bersama keluarga besarnya. berpiknik bersama keluarga ditempat wisuda mungkin bisa menjadi wisata alternatif keluarga yang murah meriah.
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MEWISUDA 1609 MAHASISWA
October 16, 2009
Selasa dan Rabu, tanggal 6 dan 7 Oktober 2009, Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan Acara Wisuda pada “RAPAT SENAT TERBUKA DALAM RANGKA WISUDA PASCASARJANA KE-26, PROFESI KE-9, SARJANA KE-94 DAN DIPLOMA KE-73”.
Rektor, Prof.Dr.Ir. SUDJARWO selama dua hari mewisuda 1609 mahasiswa yang terdiri dari berbagai program seperti Program Pascasarjana sebanyak 100 orang, Program Profesi 11 orang, Program Sarjana sebanyak 905 orang, dan Program Diploma sebanyak 593 orang.
Selasa, tanggal 6 Oktober 2009 Rektor Prof.Dr.Ir. Sudjarwo mewisuda 802 mahasiswa terdiri dari : S1 Fakultas Pertanian : 90 orang, D3 Agribisnis 57 orang, D3 Perencanaan Sumberdaya Lahan 9 orang, S1 Biologi 60 orang, D3 Pengelolaan Sumberdaya Perikanan 15 orang, S1 Ekonomi reguler 149, S1 Ekonomi Non Reguler 78, D3 Adm. Keuangan 110, D3 Kesekretariatan 76, D3 Akuntansi 129 dan D3 Bisnis Internasional 29.
Sedang hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2009, Rektor mewisuda 807 orang terdiri dari mahasiswa Program Magister sebanyak 100 orang, S1 Peternakan 45 orang, D3 PTUP 30 orang, S1 Hukum Reguler 58 orang, S1 Hukum Non Reguler 42 orang, S1 ISIP Reguler 109 orang, S1 ISIP Non Reguler 9 orang, D3 Bahasa Inggris 122 orang, D3 Bahasa Mandarin 16 orang, Profesi Dokter 11 orang, S1 FKIK Kedokteran 29 orang, S1 FKIK Kesehatan Masyarakat 43 orang, S1 FKIK Keperawatan 52 orang, S1 FKIK Farmasi 62 orang, S1 FST MIPA 36 orang, S1 FST Tekhnik 34 orang, dan S1 FST Perikanan dan Kelautan 9 orang.
Sembilan orang mahasiswa lulusan terbaik di masing-masing Fakultas dan Program Pascasarjana, maju ke depan prosesi dan dilantik langsung oleh Rektor Unsoed sebagai wisudawan, yaitu : Betta Kumalasari, S.E, M.Si, Ak (Program Pascasarjana), Maya Kartikasari (Fakultas Pertanian), Kustini, S.Si (Fakultas Biologi), Arsalat Nurwidiyani (Fakultas Ekonomi), Arbaatus Solichah, S.Pt (Fakultas Peternakan), Shinta Rahmasari (Fakultas Hukum), Khairurrizqo, S.IP (Fakultas ISIP), Yuliarfi Dwi Putranti, S.Farm (FKIK) dan Rianto, S.Si (Fakultas Sains dan Teknik)
Pada wisuda kali ini, Wisudawan yang memperoleh predikat Dengan Pujian (Cum Laude) sebanyak 114 orang terdiri dari Program Pascasarjana sebanyak 13 orang, Program Sarjana 70 orang, dan Program D3 sebanyak 31 orang.
Wisudawan Program Pascasarjana (S2) yang memperoleh predikat Lulus Tercepat adalah TEGUH SETIONO, S.E.,M.M. dari Program Pascasarjana Manajemen, dengan masa studi 1 th 5 bulan, dan wisudawan dengan Predikat IPK Tertinggi adalah NOVIE KARDINA, S.P., M.P. dari Program Pascasarjana Agronomi dengan IPK 4,00., sedang Predikat Lulus Termuda adalah AFRIDO ARINA SUKESI, S.H., M.H. dari Program Pascasarjana Ilmu Hukum dengan usia 24 tahun.
Wisudawan Program Profesi dengan Predikat IPK Tertinggi adalah Dr. WIWIT WAHYU TRI HARTATI dari Program Profesi Dokter dengan IPK 3,39 dan Predikat Lulus Termuda adalah dr. ORLENA DHARMANTARY dari Program Profesi Dokter dengan usia 25 tahun.
Wisudawan Program Sarjana (S1) dengan predikat Lulus Tercepat adalah MARSALINA SIDHARTA,S.Sos., dari Fak. ISIP/Ilmu Administrasi Negara dengan masa studi 3 th 8 bln dan wisudawan dengan Predikat IPK Tertinggi RIANTO, S.Si dari Fak. Sains dan Teknik/ Fisika dengan IPK 3,77.
Wisudawan Program Diploma Tiga (D3) yang memperoleh predikat Lulus Tercepat adalah KHOMSIYATI NINGTYAS, A.Md. dari Fak. Pertanian D3 Agribisnis dengan masa studi 2 tahun 9 bulan dan wisudawan yang memperoleh Predikat IPK Tertinggi adalah EDI PURWANTO, A.Md dari Fak. Ekonomi D3 Akuntansi dengan IPK 3,79.
Acara wisuda yang diselenggarakan di Gedung Sumardjito ini dihadiri oleh segenap anggota senat universitas dan para orang tua serta keluarga para wisudawan. /**
“Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif”: Sebuah Forum Dialog dan Temu Bisnis Banyumas
October 12, 2009
Purwokerto, Asiatic – Selasa (6/10), Badan Penanaman Modal (BPM) Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI menyelenggarakan Dialog Investasi dan Temu Bisnis yang bertajuk: Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif. Acara dialog ini diselenggarakan di rumah makan Asiatic Purwokerto dengan narasumber utama adalah IR. Mochamad Nadjib, MM dan Rio Sudarsono, SH selaku komite investasi dan Kasubdit Unit pelayanan BKPM RI.
Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menyamakan pandangan dan persepsi seputar permasalahan investasi daerah di antara para pemangku kepentingan/stakeholder dan masyarakat pelaku usaha yang ada di Kabupaten Banyumas. Acara tersebut banyak dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari Pimpinan DPRD Kabupaten Banyumas, jajaran eksekutif Kabupaten Banyumas dan pengurus asosiasi atau para pelaku usaha di Kabupaten Banyumas.
Bupati Banyumas, Drs. Mardjoko, MM juga turut hadir dalam dialog tersebut dan menyampaikan sambutan mengenai upaya peningkatan investasi di daerah Banyumas yang cukup sejalan dengan Misi Pembangunan Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2008-2013 yaitu Menyejahterakan Rakyat Banyumas, yang dijabarkan dalam Strategi Pembangunan Daerah Kabupaten Banyumas yang salah satu isinya adalah: Meningkatkan Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi dengan menekankan pada Pengembangan Investasi Berbasis Sektor Unggulan Daerah dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan. Sehingga bupati sendiri mengharapkan forum dialog dan temu bisnis tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran dan pencerahan untuk mendiskusikan sekaligus menyamakan persepsi menyangkut permasalahan investasi dengan harapan adanya kesinambungan antara Pemerintah Daerah dengan stakeholder dalam pengembangan investasi di Kabupaten Banyumas secara maksimal.
Bengkel Ala Kadarnya
October 12, 2009
CILACAP(11/10)- Salah satu bengkel yang berada didaerah kesugihan adalah bengkel sepeda riyono. Nama ini diambil karena sesuai dengan nama pemiliknya yaitu bapak Riyono. Dibengkel ini menyediakan berbagai macam onderdil sepeda maupun sepeda motor. Antara lain ban, pelek, sadel, setang, oli, sepeda, dan berbagai macam lainnya. Pelayanannya juga cukup memuaskan. Bengkel ini selalu ramai disetiap kesempatan. Baik hari-hari biasa maupun hari libur, karena letaknya yang srategis dan berhadapan langsung dengan pasar, maka banyak pengunjung yang datang. Kebanyakan pengunjung dating untuk menservis motor dan memperbaiki sepedanya. Selain itu, mereka juga membeli perlengkapan sepeda, sepeda dan lainnya. Di bengkel ini diapit oleh dua toko kelontong dan depan persis ada kios-kios pasar. mereka biasanya memperbaiki kendaraannya dan sekalian belanja kebutuhan sehari-hari.
Biasanya Bapak Riyono belanja dagangannya kepada sales atau datang langsung ke pusatnya, dan itu rutin dilakukan. Ia dibantu dengan seorang pekerja. Selain itu, ia juga menangani langsung pembelinya. Bengkel ini menyediakan berbagai macam kperluan untuk kendaraannya mereka.
RATUSAN WARGA SERBU PASAR MURAH
October 12, 2009
BANYUMAS - Ratusan warga Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyerbu pasar murah yang digelar dalam rangkaian Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) 2009.
Masyarakat tertarik mendatangi kegiatan yang digelar di halaman SD Negeri Pegalongan, Jumat (9/10), sekitar pukul 08:30 WIB, dalam rangkaian Program TMMD Sengkuyung II Tahun 2009 bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas tersebut lantaran berbagai kebutuhan pokok yang disediakan, dijual dengan harga murah.
“Harga kebutuhan pokok yang dijual di sini sangat murah. Jadi kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan semacam ini,” kata seorang ibu rumah tangga, Yani (26). Ia mengharapkan, pasar murah tersebut dapat secara rutin dilaksanakan untuk meringankan beban masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemkab Banyumas, Asis Kusumandani, mengatakan, pasar murah tersebut digelar untuk mendukung kegiatan TMMD Sengkuyung II Tahun 2009. “Kegiatan ini juga untuk membantu masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu atau miskin di Desa Pegalongan dan sekitarnya, yakni untuk memenuhi sebagian kebutuhan sembako dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Barang-barang kebutuhan pokok yang disediakan dalam pasar murah, antara lain 500 paket sembako yang terdiri atas dua kilogram beras, satu kilogram gula pasir, 0,5 liter minyak goreng, dan empat bungkus mie instan, yang dijual dengan harga Rp15.000 perpaket atau lebih hemat 50 persen dari harga di pasaran.
Pasar murah tersebut juga menjual gula merah dengan subsidi harga Rp3.000 perkilogram, telur asin dengan subsidi Rp500 perbutir, beras dengan subsidi Rp2.000 perkilogram, gula pasir dengan subsidi Rp 1.500 perkilogram.
Warga sangat antusias dan merasa terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Mereka berharap pasar murah tersebut tidak hanya dilaksanakan pada tahun ini saja, melainkan dapat secara rutin terlaksana.
Pasar Malam di Alun-Alun Banyumas
October 12, 2009

Suasana Alun–alun Banyumas tiba-tiba mendadak ramai pengunjung tak seperti biasanya hal ini terjadi karena ada pasar malam atau komedi putar. Biasanya alun-alun Banyumas sepi pengunjung walaupun dimalam minggu sekalipun. Tidak seperti Alun-alun Purwokerto yang setiap malam minggu ramai di kunjungi oleh sebagaian warga purwokerto dan sekitarnya.
Pasar malam ini di buka seminggu yang lalu tepatnya sabtu malam tanggal 4 oktober 2009. Acara ini diadakan oleh grup hiburan Berkah Ria yang sudah sering mengadakan acara serupa dari desa ke desa. Dibukanya pasar malam di Alun-alun Banyumas bertujuan untuk menghibur warga di sekitar Alun-alun. Dengan dibukanya pasar malam di alun-alun banyumas sebagian warga masyarakat sekitar mengaku terhibur, karena bisa membeli makanan, pakaian dan perlengkapan dapur seperti sendok, gelas dan lainnya dengan harga yang lumayan murah dengan kwalitas yang lumayan bagus. Selain itu untuk menikmati wahana-wahan yang ada di tempat tersebut, pengunjung cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp 5000 rupiah untuk setiap permainan.
Sabtu malam (9/10) kemarin merupakan puncak keramaian pengunjung pasar malam. Tidak seperti pada hari-hari biasanya, mungkin di karenakan pada hari-hari biasa pengunjung di siang hari beraktifitas, seperti bekerja ataupun sekolah. Pasar malam ini juga memberi berkah yang cukup bagi banyak pedagang yang berjualan di area pasar malam, terutama pedagang pakaian, pernak-pernik dan pedagang makanan. Bahkan ada pedagang yang menjual dagangannya berupa aksesoris sepeda motor seperti kaca spion, jas hujan dan helm. Pedagang yang lumayan laris adalah pedagang makanan, seperti martabak manis dan martabak telor.
Dengan adanya hiburan ini banyak Bapak atau Ibu yang memanfaatkan dengan mengunjungi Alun-alun Banyumas sekedar untuk melihat pasar malam atau sekedar untuk duduk ditas rumput sambil melihat anak-anaknya berlarian kesana-kemari (momong) atau sekeedar jalan-jalan keluar rumah untuk menghabiskan malam minggu sejenak. Selain orang tua anak muda juga berantusias meramaikan pasar malam yang ada di alun-alun banyumas yang biasanya digelar paling lama hanya dua minggu.


