BEM KM Mipa adakan Olimiade Se- Barlingmascakeb
February 10, 2010
Unsoed. 7 Februari 2010. Sebagai betuk kepedulian dalam dunia pendidikan kelompok mahasiswa yang bergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mipa (red : BEM KM Mipa) telah mengadakan Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia dan Komputer di kampus jurusan Mipa Fakultas Sains & Teknik Unsoed. Olimpiade tersebut diikuti oleh siswa dan siswi SMA, MA dan SMK se-Barlingmascakeb.
Bertemakan “semangat sains sebagai ajang berkarya mempersiapkan generasi muda berprestasi”, olimpiade ini dibuka oleh ketua jurusan mipa bapak Bilalloddin, S.Si. M.Si dengan banyak peserta sekitar 176 siswa-siswi SMA sederajat di wilayah Banjar, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa olimpiade kali ini merupakan ajang untuk berkompetisi secara sehat bagi para generasi muda. “kabanyakan generasi muda sekarang sudah terpengaruh oleh budaya hedonism. Nah melalui olimpiade ini diharapkan generasi muda sering berkarya untuk mengukir prestasi yang lebih baik lagi” tuturnya.
Pada sela-sela olimpade ini para guru yang mendampingi siswa-siswinya juga mendapatkan pembelajaran untuk memanfaatkan e-learning oleh bapak Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom selaku kaprodi Teknik Informatika Unsoed. Menurutnya e-learning sangat membantu proses belajar mengajar di kelas jika diterapkan dalam system kependidikannya.
Jalannya Olimpiade ini sendiri terdiri dari 3 babak. Pertama peserta harus mengikuti seleksi pada babak penyisian di masing-masing program study. 10 peserta yang lolos pada masing-masing program study harus mengikuti ujian tertulis. Pada babak final terdapat finalis dari masing-masing program study dengan mengikuti ujian praktikum kemudian mempersentasikan jawabannya pada tim juri masing-masing yang merupakan staff dosen dari keempat program study. “diharapkan dengan system babak final yang seperti itu maka peserta tidak hanya pintar dalam menjawab soal tapi juga mempertanggung jawabkan jawaban mereka kepada tim juri” kata Eddy Pujianto selaku ketua panita olimpiade ini.
Setelah mengikuti berbagai babak akhirnya SMA 2 Purwokerto lah yang menjadi juara umum karena yang paling banyak memempatkan pesertanya sebagai juara di masing-masing program studi. Berikut adalah daftar peserta yang meraih trofi juara :
Olimpade Komputer
1. Basith Zainurrahman (SMA 2 Purwokerto)
2. Luthfan Ade V ( Sma N 1 Banjarnegara)
3. Prasato Adi W (SMA N 1 Cilacap)
Olimpiade Matematika
1. Tomi Kurniawan (SMA 2 Purwokerto)
2. M Noram (SMA 2 Purbalingga)
3. Heriawan (SMA N 1 Jatilawang)
Olimpiade Fisika
1. Doni Indra S (SMA N 1 Cilacap)
2. Kuswatun Khasanah (SMA N 2 Purwokerto)
3. Sarah Azmi (SMA N 1 Cilacap)
Olimpiade Kimia
1. Stephen Haniel Yuwono (Sma N 1 Purwokerto)
2. Ayub Wijayanto (Sma N 2 Purwokerto)
3. Dini Andriani (Sma N 2 Purwokerto)
by nur ichsan
BEM KM Mipa adakan LKMM
December 24, 2009
>Unsoed Kamis, 24 Desember 2009. Mengingat pentingnya akan berorganisasi dan manjemen perkuliahan, BEM KM Mipa mengadakan LKMM (latihan keterampilan manajemen mahasiswa) di gedung aula jurusan mipa fakultas sains dan teknik. Kegiatan ini dibuka oleh ketua jurusan Mipa bapak bilaloddin M.Si pada pukul 09.00 waktu setempat dan diikuti oleh 30 mahasiswa yang merupakan delegasi dari UKM kampus setempat.
Kegiatan ini menghadirkan bapak Gathot Heri S yang menyampaikan materi kebijakan pembinaan mahasiswa di fakultas. Harapannya mahasiswa akan semakin kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh birokrasi kampus, sehingga tercipta tatanan kampus dan sistem perkuliahan yang lebih baik dan kondusif.
Selain mandatangkan bapak Gathot Heri S, kegiatan ini juga menghadirkan pembicara mantan presiden BEM KM Mipa, Ade Kurniawan S.Si yang menjabat pada periode 2007. Beliau menyampaikan materi tentang Esensi Berorganisasi bagi mahasiswa. Menurutnya mahasiswa harus beroganisasi karena persepsi masyarakat terhadap mahasiswa yang menganggap mahasiswa adalah orang yang berpendidikan tinggi, mengetahui banyak hal dan mengkritisi permasalahan sekitar. “Hal itu semua akan didapat oleh mahasiswa jika mereka mau beroganisasi, karena dalam berorganisasi mereka akan belajar bekerja sama, manajemen dan kepemimpinan, mencari solusi dari suatu masalah dan berkomunikasi terhadap masyarakat” paparnya disela-sela menyampaikan materi.
Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memilih dan berorganisasi dengan baik, memenaj waktu perkuliahan dan organisasi, menganalisis konflik yang terjadi di masyarakat serta mengambil keputusan yang terbaik.
by nur ichsan
Pengukuhan Guru Besar : Prof. Edy Yuwono, Ph.D
December 24, 2009
Unsoed.net. Sabtu, 23 Desember 2009 telah dikukuhkan Guru Besar Prof. Edy Yuwono, PhD, di gedung soemardjito, silahkan download Pidato Ilmiah, dihadiri para undangan yang mengikuti acara “Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Prof. EDY YUWONO, P.hD Bidang Ilmu Fisiologi Hewan pada Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman”. Dengan dikukuhkannya Prof. Edy Yuwono menjadi Guru Besar, berarti di Unsoed, ada 16 orang Profesor aktif.
Prof. Edy Yuwono, P.hD menyampaikan pidato pengukuhannya dengan judul “URGENSI STUDI FISIOLOGI HEWAN UNTUK PENGEMBANGAN AKUAKULTUR RAMAH LINGKUNGAN”. Prof. Edy mengatakan bahwa hasil studi fisiologi hewan, misalnya tentang osmoregulasi, metabolisme, reproduksi, dan nutrisi, dapat digunakan sebagai dasar pemilihan teknologi terapan dalam pengembangan akuakultur yang bertanggung jawab dan berwawasan konservasi. “Banyak permasalahan akuakultur yang belum dapat diatasi dan membutuhkan penelitian tentang berbagai aspek fisiologi secara lebih komprehensif”, demikian lanjut Prof. Edy.
Menurut Prof. Edy Yuwono, P.hD, studi fisiologi hewan sangat urgen untuk dilakukan dalam rangka memberikan penjelasan tentang fenomena biologi dalam akuakultur dan memberikan dasar pengembangan akuakultur ramah lingkungan.
Setelah mengukuhkan Prof.Edy Yuwono sebagai guru besar, Rektor Unsoed, Prof.Dr.Ir.SOEDJARWO, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dikukuhkannya Prof.Edy Yuwono, P.hD menjadi guru besar di Unsoed. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri, tidak saja bersifat individual bagi Prof.Edy dan keluarga, tetapi juga Fakultas Biologi. Lebih dari itu, adalah kebanggaan institusional, khususnya bagi Unsoed.
Prof. Djarwo berpesan bahwa jabatan Guru Besar bukan ansich sebuah tujuan, tetapi sebenarnya adalah titik awal untuk lebih berkarya. “Jadi tampilan dari seorang guru besar adalah semangat ilmiahnya yang bermotokan “publish or perish” (menulis atau mati) sebagai wujud komitmen ilmiah dan komitmen terhadap kejujuran nuraninya” demikian lanjut Prof. Djarwo.
Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para hadirin, dimulai dari anggota senat diikuti seluruh undangan yang hadir. Hadir dalam acara ini seluruh pejabat Universitas Jenderal Soedirman, Para Guru Besar, Perwakilan Anggota DPRD Barlingmascakeb, Wakil Bupati Brebes, Kapolwil Banyumas, Dandim Purwokerto, Kapolres Purwokerto, Pengadilan, Pemda, dan segenap tamu undangan. Sumber : www.unsoed.ac.id
Desa Mandiri Energi Solusi Menciptakan Lapangan Pekerjaan
December 23, 2009

Desa Mandiri Energi
Menurut Erwin S.Sadirsan (Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), Desa Mandiri Energi (DME) yaitu desa yang memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri berasal dari sumber-sumber energi baru dan terbarukan, seperi biofuel terutama yang didapat dari minyak jarak pagar, energi surya maupun mikrohidro. Diluncurkan pada tahun 2007 guna meningkatkan kebutuhan energi setempat baik dalam bentuk bahan bakar nabati (BBN) maupun bahan bakar non nabati (non BBN) untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga maupun kegiatan produktif.
Tujuan dari Desa Mandiri Energi (DME) yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam pengadaan energi dan mengurangi pemakaian BBM melalui peningkatan pemanfaatan energi setempat.
Nita Nurhayati yang merupakan salah satu peserta dari seminar nasional ini mengatakan bahwa Desa Mandiri Energi (DME) ini mempunyai arah tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mengurangi kemiskinan.
“Target untuk tahun 2009 ini sebanyak dua ribu Desa Mandiri Energi (DME)”,tutur mahasiswi Fakultas Pertanian ini.
Berdasar banyumaspromo.info kutip dari seminar nasional ini, di indonesia terdapat 40 Desa Mandiri Energi (DME) yang berbahan bakar nabati (BBN) dan 100 Desa Mandiri Energi (DME) berbahan bakar non nabati (non BBN). Desa Mandiri Energi (DME) bukan desa tertinggal, melainkan desa yang diharapkan bisa mandiri secara energi, dan menjual kelebihan energinya ke pihak lain.
(condro)
Bermain Sambil Belajar Di Makrab Ecolens Angkatan 21
October 23, 2009
Hari Sabtu dan Minggu kemarin, tepatnya Tanggal 17 dan 18 Oktober 2009 diadakan acara Malam Keakraban (Makrab) UKM Fotografi Ecolens. Makrab dengan tema EXTRA (Explorasi dan Transisi) ini bertempat di Wisma Satria, Baturraden dan berlangsung selama 2 hari 1 malam. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menambah keakraban para peserta, yaitu anak-anak baru. Mereka adalah angkatan baru tahun ke 21 semenjak Ecolens didirikan.
Perjalanan naik ke atas Baturraden ditempuh oleh para peserta dengan menggunakan truk, seperti tahun-tahun sebelumnya. Peserta makrab ini sebelumnya telah dibagi menjadi 4 kelompok. Setelah mereka semua sampai, acara langsung dibuka dengan pemeriksaan kelengkapan barang yang harus dibawa setiap kelompok. Kelompok yang kurang atau tidak lengkap akan dikenakan hukuman sesuai dengan kesalahannya. Setelah itu mereka diperkenankan untuk beristirahat dan beribadah di kamar-kamar yang telah dibagi sebelumnya.
Pukul. 17.00 para peserta dikoordinir memasuki aula untuk acara pengenalan fotografi dan games seru. Malamnya, setelah peserta selesai beribadah dan makan malam, acara kemudian dilanjut dengan pengenalan pengurus dan anggota. Lalu diakhiri dengan pentas seni yang disajikan oleh setiap kelompok peserta dan pengurus Ecolens.
Sudah menjadi kebiasaan bahwa: Makrab yang diadakan di Baturraden ini, tentu tidak akan lengkap apabila tidak ditambah dengan acara outbound. Minggu paginya setiap kelompok peserta diajak berjalan-jalan sehat sambil belajar rally photo. Mereka harus melewati pos-pos yang telah ditentukan, untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penjaga pos. Dan di sepanjang perjalanan, mereka juga harus memotret obyek sesuai dengan petunjuk clue yang telah diberikan sebelumnya.
Acara selesai pukul.13.00 dan ditutup dengan pesan-kesan dari para peserta makrab. Mereka mengaku cukup senang mengikuti makrab Ecolens, karena mendapat banyak pengalaman dari acara ini. “Di Ecolens, suasana kekeluargaannya sangat terasa. Sehingga, acara makrab ini juga jadi menyenangkan”, ujar Kiki, yang merupakan salah seorang peserta. Mas Fajar, selaku Ketua Ecolens juga ikut memberikan pesan-kesannya kepada para peserta makrab. “Terima kasih atas kesediaan kalian yang telah mengikuti makrab ini. Semoga di tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik lagi. Saya berharap, kalian tetap bisa berproses di sini dan menjadi penerus Ecolens berikutnya”. Sebelum pulang, tak lupa para pengurus foto bersama sebagai kenang-kenangan.
RAPAT SENAT TERBUKA DIES NATALIS KE-46 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
October 21, 2009
Bertempat di Gedung Soemardjito Universitas Jenderal Soedirman, Sabtu, 17 Oktober 2009 dilaksanakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Jenderal Soedirman. Acara yang dihadiri oleh tamu undangan dari PEMDA Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Perwakilan DPRD Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Dandim, Pengadilan Negeri Purwokerto, Polwil, dan juga Polres, serta para pimpinan Universitas maupun Fakultas Universitas Jenderal Soedirman ini dimulai pada Pukul 10.00 WIB.
Rektor, Prof. Dr. Ir. SOEDJARWO dalam pidatonya menyampaikan Laporan Tahunan mengenai perkembangan Unsoed. Prof. Djarwo mengatakan, “Pada tahun ke-empat masa jabatan periode 2005-2009, disamping secara rutin tetap bertumpu pada orientasi kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pelaksanaan program dan kegiatan diprioritaskan pada penataan manajemen internal”.
Prof. Djarwo menyampaikan bahwa Program dan kegiatan peningkatan kualitas pendidikan dilakukan berdasarkan 3 (tiga) pilar pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional yaitu : 1. Peningkatan pemerataan dan perluasan akses pendidikan; 2. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing; 3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.
Implementasi Program Peningkatan Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan telah dilakukan Unsoed diantaranya melalui pemberian keringanan dan pembebasan biaya pendidikan, pemberian beasiswa, dan pemberian kesempatan kepada putra-putri transmigran dan putra daerah tertinggal atau perbatasan, serta dari keluarga kurang mampu. Implementasi Program Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing Pendidikan Tinggi telah dan akan terus dilakukan Unsoed melalui kegiatan pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kualitas dinamika kemahasiswaan. Sementara itu Peningkatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan publik dilakukan melalui kegiatan penataan organisasi, persiapan implementasi BLU dan persiapan menuju BHPP serta penataan manajerial.
Prof. Djarwo, juga menyampaikan rencana program dan kegiatan tahun 2010 diantaranya : Implementasi BLU dan persiapan BHPP; Penyempurnaan Penyusunan Statuta Universitas Jenderal Soedirman; Penyusunan Rencana Stratejik Tahun 2010-2014; Implementasi Permendiknas Nomor 25 tahun 2009 tentang SOTK; Pembukaan Program Studi Gizi, Hubungan Internasional, Kesehatan Lingkungan (S1) dan Program Doktor Ilmu Pertanian, Ilmu hukum, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Lingkungan; melanjutkan penataan manajemen internal dan program pengembangan lainnya sesuai kemampuan dan tuntutan stakeholders, serta Peningkatan kerjasama di dalam dan luar negeri, serta pengembangan kemahasiswaan.
Pidato Ilmiah pada Dies Natalis kali ini disampaikan oleh Dr.drg. HARIS BUDI WIDODO, M.Kes.,A.P. dengan judul ”KARIES, PENYAKIT KRONIS YANG SERING DIABAIKAN”. Karies gigi atau gigi berlubang merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut bersama-sama dengan penyakit periodontal, sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Dr. Haris juga menyampaikan bahwa konsep pencegahan karies gigi lebih mudah diterima masyarakat apabila ada perubahan sikap terhadap kesehatan gigi dan mulut. Menurut Dr. Haris, masyarakat hendaknya meyakini bahwa dirinya sendiri lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan gigi dan mulutnya daripada dokter gigi atau perawat gigi. Untuk itu strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment) yang tujuannya agar masyarakat mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka. Selain itu para praktisi di bidang kedokteran gigi juga harus berperan dalam hal pencegahan karies gigi dan berusaha menghentikan karies gigi. Tindakan yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan sebelum karies gigi meluas.
Rapat Senat Terbuka ditutup oleh Ketua Senat, Prof.Dr.Ir.H.Soedjarwo pada Pukul 11.20 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari peserta yang hadir kepada Rektor, yang mewakili Unsoed.
Jalan Sehat FISIP Unsoed
October 21, 2009
Purwokerto- rangkaian acara triwindu FISIP Unsoed diakhiri dengan kegiatan jalan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, karyawan, dan mahasiswa FISIP Unsoed. Kegiatan ini dimulai pada pukul 06.00 WIB kemarin (18/10). Rangkaian acara Triwindu FISIP Unsoed dimulai pada tanggal 12 Oktober 2009 dan berakhir pada 18 oktober 2009. “start dan finish-nya didepan aula FISIP Unsoed,” kata salah seorang panitia.
Kegiatan jalan sehat kemarin cukup meriah, setelah peserta jalan sehat sampai finish, para peserta disuguhkan Soto Sokaraja. Para peserta juga menyanyi untuk memeriahkan acara tersebut. “Ada juga pengundian doorprize, hadiah yang diberikan antara lain mesin cuci, televisi, sepeda, dan kipas angin,” tutur seorang peserta. Maksud diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi antara dosen, karyawan dan mahasiswa.
Ecolens Adakan Malam Keakraban
October 21, 2009

Purwokerto – Sabtu (17/10) hingga Minggu (18/10) kemarin Ecolens mengadakan malam keakraban bagi anggota barunya. Acara ini mengambil tempat di Wisma Satria Baturaden. Dengan bertemakan Eksplorasi dan Transisi (Ekstra) acara ini ialah sebagai ajang untuk lebih mempererat kekeluargan dan keakraban antara anggota baru dan pengurus serta anggota lama. Sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Ekonomi yang bergerak di bidang fotografi, Ecolens ingin agar anggota baru tahun ini, yaitu angkatan ke-21 bisa lebih mengeksplorasi kemampuannya di bidang fotografi dan bertransisi untuk menjadi lebih baik dengan bergabung bersama Ecolens.
Acara dibuka dengan stadium general tentang fotografi. Pembicara yang diminta mengisi ialah salah satu fotografer profesional yang sudah cukup dikenal di daerah Banyumas dan sekitarnya, yaitu Sentot Hary. Beliau juga merupakan alumni Ecolens dan merupakan salah satu pendiri awal Ecolens. Dalam stadium general yang berlangsung sekitar 2 jam, beliau menyampaikan berbagai hal terkait fotografi mulai dari sejarah hingga teknik-tekniknya.
Hari kedua kegiatan diisi dengan outbond dengan mengelilingi area disekitar lokawisata Baturaden. Bentuk outbond berupa rally foto dimana peserta diberi soal yang harus dijawab dalam bentuk foto. Acara ditutup sekitar pukul 13.oo dengan diskusi dan sharing antara panitia, pengurus dan angkatan 21. Beberapa peserta yang menjadi perwakilan mengatakan makrab kali ini cukup berkesan dan menyenangkan.
Menurut panitia, makrab kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Jika sebelumnya makrab Ecolens selalu ditempatkan di akhir rangkaian kegiatan anggota baru, tahun ini sengaja diletakkan diawal. Hal yang mendobrak tradisi ini dilakukan agar anggota baru lebih kenal satu sama lain dan lebih nyaman berada di keluarga besar Ecolens. Dan pada akhirnya bisa berproses bersama dengan baik di Ecolens.
LA Light gelar konser Welcome Party 2009 di Unsoed
October 16, 2009

Konser group band papan atas kembali digelar di kampus Universitas jendral soedirman Purwokerto,Kamis malam 8 oktober 2009 konser yang bertajuk Welcome party 2009 ini diselenggarakan oleh LA Light organizer bekerja sama dengan six man organizer dengan menghadirkan group band Vierra dan guest star group band Geisha sebagai bintang tamu.
Acara Welcome party Unsoed 2009 diawali dengan pagelaran stand bazar murah di lapangan Grendeng pada pagi hari hingga sore hari,kemudian dilanjutkan dengan acara konser Welcome party 2009, Konser tersebut diawali dengan penampilan Band lokal pertama yang tampil adalah Laviola,disusul oleh band beraliran Reggae Tristar,kemudian penampila Band lokal pembuka yang terakhir yaitu band dari SASMI UNSOED,acara kemudian dilanjutkan dengan Penampilan guest star Geisha, band yang berasal dari Pekanbaru tersebut berhasil memukau para penonton yang memadati lapangan grendeng purwokerto dengan hits single andalannya yang berjudul “jika cinta dia”, penampilan group band geisha cukup memuaskan para penonton meskipun band ini masih terhitung baru.
akhirnya Band yang ditunggu-tunggu oleh para penonton tampil juga, pukul 22.30 Group band vierra tampil dengan formasi lengkap plus satu additional player, mereka membawakan lagu-lagu yang sebagian besar sudah akrab ditelinga penonton, lagu-lagu hits seperti ‘bersamamu’, ‘perih’, ‘dengarkan curhatku’ dll dinyanyikan secara bersama-sama secara koor oleh penonton.
penampilan vierra sendiri sangat memukau penonton,widhi sang vokalis cukup komunikatif dalam menjalin hubungan dengan penonton, malah ada kejadian unik ketika pertengahan acara vokalis vierra widhi secara tiba-tiba melepas kemejanya didepan panggung dan kemudian menggantinya dengan kaos oblong didepan para penonton.
secara umum jalanya konser vierra cukup aman meski beberapa kali terjadi keributan antara penonton,namun hal tersebut tidak mengganggu acara secara keseluruhan.
sesuai dengan temanya yaitu ” Welcome party 2009″ acara ini ditujukan untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2009 Universitas jendral soedirman.




Photo By Fikri Adin
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MEWISUDA 1609 MAHASISWA
October 16, 2009
Selasa dan Rabu, tanggal 6 dan 7 Oktober 2009, Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan Acara Wisuda pada “RAPAT SENAT TERBUKA DALAM RANGKA WISUDA PASCASARJANA KE-26, PROFESI KE-9, SARJANA KE-94 DAN DIPLOMA KE-73”.
Rektor, Prof.Dr.Ir. SUDJARWO selama dua hari mewisuda 1609 mahasiswa yang terdiri dari berbagai program seperti Program Pascasarjana sebanyak 100 orang, Program Profesi 11 orang, Program Sarjana sebanyak 905 orang, dan Program Diploma sebanyak 593 orang.
Selasa, tanggal 6 Oktober 2009 Rektor Prof.Dr.Ir. Sudjarwo mewisuda 802 mahasiswa terdiri dari : S1 Fakultas Pertanian : 90 orang, D3 Agribisnis 57 orang, D3 Perencanaan Sumberdaya Lahan 9 orang, S1 Biologi 60 orang, D3 Pengelolaan Sumberdaya Perikanan 15 orang, S1 Ekonomi reguler 149, S1 Ekonomi Non Reguler 78, D3 Adm. Keuangan 110, D3 Kesekretariatan 76, D3 Akuntansi 129 dan D3 Bisnis Internasional 29.
Sedang hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2009, Rektor mewisuda 807 orang terdiri dari mahasiswa Program Magister sebanyak 100 orang, S1 Peternakan 45 orang, D3 PTUP 30 orang, S1 Hukum Reguler 58 orang, S1 Hukum Non Reguler 42 orang, S1 ISIP Reguler 109 orang, S1 ISIP Non Reguler 9 orang, D3 Bahasa Inggris 122 orang, D3 Bahasa Mandarin 16 orang, Profesi Dokter 11 orang, S1 FKIK Kedokteran 29 orang, S1 FKIK Kesehatan Masyarakat 43 orang, S1 FKIK Keperawatan 52 orang, S1 FKIK Farmasi 62 orang, S1 FST MIPA 36 orang, S1 FST Tekhnik 34 orang, dan S1 FST Perikanan dan Kelautan 9 orang.
Sembilan orang mahasiswa lulusan terbaik di masing-masing Fakultas dan Program Pascasarjana, maju ke depan prosesi dan dilantik langsung oleh Rektor Unsoed sebagai wisudawan, yaitu : Betta Kumalasari, S.E, M.Si, Ak (Program Pascasarjana), Maya Kartikasari (Fakultas Pertanian), Kustini, S.Si (Fakultas Biologi), Arsalat Nurwidiyani (Fakultas Ekonomi), Arbaatus Solichah, S.Pt (Fakultas Peternakan), Shinta Rahmasari (Fakultas Hukum), Khairurrizqo, S.IP (Fakultas ISIP), Yuliarfi Dwi Putranti, S.Farm (FKIK) dan Rianto, S.Si (Fakultas Sains dan Teknik)
Pada wisuda kali ini, Wisudawan yang memperoleh predikat Dengan Pujian (Cum Laude) sebanyak 114 orang terdiri dari Program Pascasarjana sebanyak 13 orang, Program Sarjana 70 orang, dan Program D3 sebanyak 31 orang.
Wisudawan Program Pascasarjana (S2) yang memperoleh predikat Lulus Tercepat adalah TEGUH SETIONO, S.E.,M.M. dari Program Pascasarjana Manajemen, dengan masa studi 1 th 5 bulan, dan wisudawan dengan Predikat IPK Tertinggi adalah NOVIE KARDINA, S.P., M.P. dari Program Pascasarjana Agronomi dengan IPK 4,00., sedang Predikat Lulus Termuda adalah AFRIDO ARINA SUKESI, S.H., M.H. dari Program Pascasarjana Ilmu Hukum dengan usia 24 tahun.
Wisudawan Program Profesi dengan Predikat IPK Tertinggi adalah Dr. WIWIT WAHYU TRI HARTATI dari Program Profesi Dokter dengan IPK 3,39 dan Predikat Lulus Termuda adalah dr. ORLENA DHARMANTARY dari Program Profesi Dokter dengan usia 25 tahun.
Wisudawan Program Sarjana (S1) dengan predikat Lulus Tercepat adalah MARSALINA SIDHARTA,S.Sos., dari Fak. ISIP/Ilmu Administrasi Negara dengan masa studi 3 th 8 bln dan wisudawan dengan Predikat IPK Tertinggi RIANTO, S.Si dari Fak. Sains dan Teknik/ Fisika dengan IPK 3,77.
Wisudawan Program Diploma Tiga (D3) yang memperoleh predikat Lulus Tercepat adalah KHOMSIYATI NINGTYAS, A.Md. dari Fak. Pertanian D3 Agribisnis dengan masa studi 2 tahun 9 bulan dan wisudawan yang memperoleh Predikat IPK Tertinggi adalah EDI PURWANTO, A.Md dari Fak. Ekonomi D3 Akuntansi dengan IPK 3,79.
Acara wisuda yang diselenggarakan di Gedung Sumardjito ini dihadiri oleh segenap anggota senat universitas dan para orang tua serta keluarga para wisudawan. /**


