Bakso Candi, Higienis Tanpa Sentuhan Tangan

December 8, 2009

Inovasi baru kini hadir dalam dunia kuliner bakso. Kreatifitas tinnggi telah berhasil menciptakan sebuah karya yang unik dan menarik. Jika bakso pada umumnya berbentuk bulat. Namun kali ini bentuk bakso telah dimodifikasi menjadi candi.
Dilihat dari bahan pembuatannya, bakso candi relatif sama dengan bakso yang lainnya. Terbuat dari daging sapi yang dihaluskan. Bakso candi dibuat dengan menggunakan cetakan khusus berbentuk candi. Terdapat alat khusus dalam pembuatannya, seperti capit dan cetakan candi. Alat tersebut memungkinkan pembuatan bakso tanpa tersentuh tangan pembuatnya. Sehingga higienitas tetap terjaga.
Bakso ini terasa kenyal dan enak. Pemiliknya mengakui ada resep khusus untuk menjadikan bakso terasa lebih enak dan kenyal. Tentunya tanpa bantuan pengawet dan formalin. Bakso candi ini dibuat tanpa bahan kimia yang membahayakan kesehatan tubuh. Sehingga aman untuk dikonsumsi.
Jika Anda penasaran dan ingin mencoba bakso ini, Anda bisa mampir ke Kedai Bakso Candi Legal, yang terletak tepat didepan Polres Banyumas. Untuk satu mangkok bakso candi, Anda hanya cukup membayar uang sebesar Rp 6500. Porsinya yang besar membuat perut terasa kenyang.

EKA SARI KATERING

October 23, 2009

Mungkin sebagian orang belum tahu kalau di Purwokerto ada sebuah Home industri yang bergerak di bidang makanan, jadi bagi warga Purwokerto tak usah bingung lagi jika ingin menggunakan jasa catering, kini sudah ada Eka Sari catering, yang beralamatkan di jalan gunung kelud no 39 Pabuaran Purwokerto Utara. Eka Sari catering sudah berdiri sejak tahun 1995 tutur sang pemilik yaitu Ibu Eko Purwanti.

Menurutnya, Eka sari ini berdirinya berawal dari hobi membuat makanan yang berupa jajanan pasar, dan makanan tersebut dititipkan di warung – warung kecil saja, sampai akhirnya tak terasa banyak konsumen yang meminatinya, dan Ibu Eko mau menerima pesanan dengan partai besar, sampai sekarang ini Eka sari catering memiliki 20 karyawan dan memiliki berbagai pelanggan hampir di setiap instansi di Purwokerto menggunakan jasa Catering Eka sari.

GETUK HOUSE - Inovasi Baru Getuk Goreng Ala Mahasiswa

October 12, 2009

Salah satu oleh-oleh khas Banyumas seperti yang kita kenal adalah getuk goreng. Makanan khas yang banyak dijual di Sokaraja ini banyak diminati oleh orang-orang yang berkunjung ke Banyumas untuk dijadikan buah tangan.

Sekarang telah dibuka toko getuk goreng di Purwokerto dengan nama Getuk House. Toko oleh-oleh ini didirikan oleh sekelompok mahasiswa Unsoed yang terdiri dari enam anggota, yaitu : Popie Widhiasnita, Galuh Putri, Audi Nur, Fikri Adin, Refta Dika, dan Novita Putri, ke enam mahasiswa Fisip Unsoed tersebut telah berhasil mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diselenggarakan oleh Dirgen Dikti melalui universitas. Mereka berhasil mendapatkan modal 20 juta untuk mendirikan usaha tersebut.

Mengetahui rasa getuk goreng yang ada hanya rasa gula merah saja, Getuk House memberikan inovasi baru getuk goreng, seperti apa yang dituturkan oleh Popie Widhiasnita selaku ketua kelompok “Getuk House menyediakan aneka rasa getuk goreng, ada getuk rasa strawberry, getuk rasa durian, dan ada juga getuk isi keju. Ini dibuat agar masyarakat lebih tertarik dengan inovasi-inovasi rasa dan isi getuk itu sendiri, karena mempunyai rasa yang berbeda dan tentunya lebih memanjakan lidah konsumen”. Namun Getuk House tetap menyediakan getuk goreng original rasa gula merah. Harganya pun bervariasi dan terjangkau. ½ kg getuk rasa dijual dengan harga Rp 9000,-, ½ kg getuk original hanya Rp 8000,-, dan ½ kg getuk isi keju dengan harga Rp 15.000,-. Namun Getuk House juga menyediakan getuk keju dalam mini cup dengan harga Rp 5000 ,- saja.

Dari berbagai macam aneka getuk tersebut, yang paling diminati oleh konsumen adalah getuk isi keju, hal ini sesuai dengan penuturan seorang pelanggan Getuk House, Anita Putri “ saya paling suka dengan getuk kejunya, soalnya rasanya lain dari pada yang lain ada rasa manis dari gula jawanya dan ada rasa gurih dari kejunya, paduan antara rasa manis dan gurih dalam getuk ternyata menghasilkan rasa yang nikmat.”

Selain getuk goreng, toko yang berdiri di Jl.HR Boenyamin no.181-c ini juga menjual berbagai makanan khas Banyumas seperti aneka kripik, jenang jaket, sale pisang, klanthing, dll. Toko yang sudah buka kurang lebih satu bulan ini sengaja memilih tempat yang tidak jauh dari wilayah kampus Unsoed dikarenakan target marketnya adalah kalangan mahasiswa dan dosen-dosen itu sendiri, disamping itu karena Jl. HR Boenyamin merupakan jalur wisata ke Baturaden, sehingga wisatawan yang berkunjung dan akan membeli oleh-oleh tidak perlu jauh-jauh ke Sokaraja.

Makanan khas yang terbuat dari singkong dan gula merah ini ternyata banyak diminati masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dari luar kota dan orang tua mahasiswa sendiri. Namun tidak sedikit juga masyarakat setempat yang menyukai makanan khas yang mempunyai rasa manis ini.

GUNUNG SLAMET

August 21, 2009

A. Selayang Pandang

Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi di Jawa Tengah atau tertinggi kedua di Pulau Jawa. Tinggi gunung ini mencapai 3,432 meter. Gunung ini memiliki beberapa kawasan hutan, seperti Hutan Montane, Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Ericaceous (Hutan Gunung), dan Hutan Dipterokarp Atas.

B. Keistimewaan

Gunung Slamet termasuk salah satu gunung di Indonesia yang populer dijadikan sebagai tujuan ekspedisi dan pendakian. Pendakian di Gunung Slamet terkenal cukup rumit. Di sepanjang jalur pendakian tidak ada air, kalaupun ada hanya terbatas. Jika pendaki melewati jalur Bambangan, masalah air biasanya dapat teratasi. Selain air, faktor rumitnya pendakian ditandai dengan kabut gunung yang sangat pekat dan berubah-ubah. Meski pendakian ke puncak Gunung Slamet dikenal cukup rumit, namun kondisi ini justru menjadi tantangan yang menarik bagi para pendaki. Semakin tantangannya berat, semakin asyik pula pendakian dilakukan.

Di kaki Gunung Slamet terdapat kawasan wisata yang cukup terkenal di Jawa Tengah, yaitu obyek wisata Batu Raden dan Pemandian Air Panas Guci. Obyek wisata ini sangat luas karena di dalamnya juga terdapat beberapa wisata lain yang juga menarik untuk dikunjungi, di antaranya Taman Botani, Curug Gede, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Wana Wisata, Telaga Sunyi, dan Taman Kaloka Widya Mandala.

C. Lokasi

Gunung Slamet terletak di barat laut Kota Purbalingga, dengan jarak sekitar 30 km. Gunung ini terletak di posisi 7°14,30‘ LS dan 109°12,30‘ BT. Keseluruhan kawasan gunung ini masuk ke dalam perbatasan lima kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Purbalingga, di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

D. Akses

Bagi pengunjung atau pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Slamet bisa melakukan pendakian melalui Grumbul Alur Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua untuk melakukan perjalanan dari Purwokerto hingga sampai di Bambangan. Perjalanan dimulai dari Purwokerto ke arah Purbalingga, dan dilanjutkan ke Bobotsari. Dari Bobotsari kemudian dilanjutkan ke arah Desa Penjangan dengan menggunakan kendaraan truk atau angkutan desa. Desa Penjangan merupakan desa terakhir yang hanya bisa dilalui kendaraan. Perjalanan dilanjutkan menuju Bambangan dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam. Sesampainya di Bambangan terdapat pos penerangan dan pondok pemuda yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para pendaki sebelum melakukan pendakian hingga ke puncak gunung. Perjalanan dari Bambangan hingga ke puncak Gunung Slamet dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 jam. Pendaki juga bisa memanfaatkan jasa warga setempat sebagai penunjuk jalan.

Di samping jalur standar ini (Bambangan), ada jalur-jalur pendakian lain yang juga bisa ditempuh, yaitu melalui Gunung Malang (Desa Serang) dan Batu Raden. Sepanjang perjalanan dari Gunung Malang hingga ke puncak Gunung Slamet terdapat sejumlah jalur dan pos pemberhentian, yaitu:

  • Gunung Malang–Pondok Gembiring (1 km)
  • Pondok Gembiring–Pondok Walang (0,5 km)
  • Pondok Walang–Pondok Cemara (0,5 km)
  • Pondok Cemara–Samarantu (1,5 km)
  • Samarantu–Sampang Rangkah (0,75 km)
  • Sampang Rangkah–Sampang Ketebon (0,6 km)
  • Sampang ketebon–Batur (0,9 km)
  • Batur–Sampang Jampang (0,3 km)
  • Sampang Jampang–Sampang Kredit (0,6 km)
  • Sampang Kredit–Plawangan (0,5 km)
  • Plawangan–Puncak (1 km, melalui Gua Slamet)

E. Tiket

Tidak dikenakan biaya masuk.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lain

Di Grumbul Alur Bambangan terdapat tempat istirahat (tepatnya di pos penerangan) bagi pengunjung atau pendaki yang kelelahan dari perjalanan, dan akan melakukan pendakian hingga ke puncak gunung. Di pos penerangan ini juga terdapat sejumlah petugas jaga yang merangkap sebagai pemandu pendakian. Jika para pendaki ingin berkemah di tengah perjalanan, mereka perlu meminta ijin kepada petugas Pesanggrahan Perhutani Serang (Bambangan). Di bagian agak lebih tinggi lagi, terdapat sebuah pondok besar yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menginap.

(Happy Susanto/wm/15/03-08)
__________

Pesona Sensasional Alami Banyumas

August 12, 2009

Banyumas, Tentu sudah tidak asing lagi, kalau Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memiliki satu objek wisata Baturaden. Kekhasan alam sangat terasa mulai dari hutan, air sungai yang jernih, sampai asrinya lokasi perkemahan. Namun, ternyata Banyumas tidak hanya memiliki Baturaden.Di Kecamatan Cilongok atau sekitar 15 km arah barat Kota Purwokerto, juga mempunyai objek wisata yang hampir sama dengan Baturaden. Pesonanya sensasional, karena alam khas pegunungan benar-benar dapat dinikmati pengunjung. Itulah Curug Cipendok dan Telaga Pucung. Jika Anda ingin mengunjungi Curug Cipendok, siap-siaplah membawa payung atau jas hujan, minimal pakaian ganti. Sebab kalau memasuki kawasan Curug Cipendok, Anda pasti kehujanan. Ini dikarenakan Curug Cipendok adalah air terjun yang memiliki ketinggian hampir 100 meter sehingga titik-titik air membasahi daerah sekitarnya, meski tidak turun hujan. Curug Cipendok menjadi daya tarik tersendiri, karena lingkungan alamnya masih betul-betul alami. Kesunyian juga masih sangat terasa, sebab belum banyak pelancong yang datang menikmati keindahan alam di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok tersebut. Antara Curug Cipendok dengan tempat parkir mobil masih tersisa sekitar 500 meter. Namun jangan khawatir, perjalanan 500 meter jalan dari pintu masuk menuju curug tidak bakal membuat bosan. Justru sebaliknya, perjalanan tersebut membuat pengunjung dibawa memasuki alam yang masih asri. Dengan jalan yang naik turun, wisatawan yang datang akan disambut dengan suara-suara serangga khas hutan tropis. Setelah berjalan sekitar 15-20 menit, sebelum sampai Curug Cipendok akan terdengar suara gemuruh seperti hujan lebat. Itulah suara air terjun yang turun dari ketinggian hampir 100 meter tersebut. Udara dingin ditambah dengan titik-titik air membuat suasana damai dan fresh. Jika sudah agak siang, sinar matahari yang bersinar membuat pelangi tipis hasil pantulan titik-titik air yang turun. Menuju Curug Cipendok tidaklah terlalu susah. Hanya saja, belum ada angkutan umum resmi yang sampai ke sana, sehingga kalau wisatawan mengunjungi tempat itu harus dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Tempat wisata alam itu, berada sekitar 10 km arah barat Kota Purwokerto atau sekitar 5 km dari Ajibarang, Banyumas. Dari jalan raya Cilongok menuju lokasi berjarak 8 km dengan kondisi jalan naik dan berkelok, tapi aspalnya sudah halus. Di sekitar lokasi Curug Cipendok, ada juga wisata telaga yang sungguh menakjubkan yakni Telaga Pucung. Telaga setempat dikelilingi oleh hutan pinus dan damar, sehingga sangat cocok untuk camping ground. Telaga ini akan menjadi salah satu andalan Kabupaten Banyumas untuk menyedot wisatawan. Kompleks Telaga Pucung menempati areal seluas tiga hektare (ha), dengan luas telaga sekitar satu ha.

Objek wisata di Banyumas mungkin belum banyak yang kenal, sebab baru akan dibuka secara resmi menjadi tujuan wisata pada tahun 2005. Daya tarik objek wisata ini adalah telaga dengan air yang cukup jernih dan di sekitarnya dikelilingi hutan yang masih alami. Selain itu, wisatawan juga dapat mendengar suara-suara burung langka seperti elang Jawa yang terbang berputar-putar di atas telaga. Apalagi, bagi pengunjung yang beruntung dapat melihat spesies endemik sejenis monyet berwarna abu-abu yakni rek-rek. Tempat wisata yang masuk dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur tersebut mulai dibenahi dengan berbagai fasilitas, karena dijadikan tujuan wisata secara resmi. KPH Banyumas Timur telah melengkapi dengan tempat parkir, tempat istirahat, dan kamar mandi. Bahkan, Perhutani telah memberi nama-nama pohon langka yang hidup di situ. Tujuannya tidak lain diperuntukkan bagi para pelajar, di samping menikmati alam, mereka juga dapat mengenal tumbuh-tumbuhan langka yang hidup di tempat itu. Di sekitar Telaga Pucung juga terdapat tempat lapang yang dapat digunakan untuk camping ground. Tempat tersebut sengaja dibuat, dikhususkan bagi anak-anak muda yang suka berpetualang dengan di alam bebas.

Telaga Pucung ini semakin memantapkan wisata khas Banyumas yakni alam pegunungan. Dengan bertambahnya objek wisata tersebut, wisatawan yang datang ke Banyumas semakin mendambah daftar alternatif tujuan wisata. Jadi, kalau selama ini Anda ke Banyumas hanya pergi ke Baturaden, akan rugi. Pasalnya, masih ada tempat alternatif lainnya yang tidak kalah asrinya. Yang pasti, wisatawan yang datang ke tempat ini akan merasa damai, karena jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

MASAKAN KHAS PURWOKERTO

July 14, 2009

pedagan1mendoan
Mendoan dan Keripik
Makanan Purwokerto yang asli adalah mendoan, suatu tempe goreng setengah matang dan di makan dengan meggunakan cabe rawit panas-panas. Jika mendoan secara penuh digoreng kering disebut keripik . Purwokerto juga dikenal sebagai kota keripik, sebab hampir sukar untuk temukan keripik di manapun diluar kota Purwokerto.

Dage.
Dage adalah makanan sebagai varian tempe dengan campuran material kelapa. Dage pada umumnya makan makanan kecil atau sarapan yang ditemani oleh cabai rawit . Makanan ini biasanya menjual digoreng dage bersama dengan menggoreng pisang (gedhang) goreng, dan menggoreng ubi manis atau munthul goreng. Makanan itu adalah rasa eksotis.

Gudeg Purwokerto
Gudeg biasanya menunjuk makanan asli dari Yogyakarta, tetapi Purwokerto juga mempunyai gudeg yang berbeda. Gudeg purwokerto dijual sekitar jam 7 pagi dan akan dijual habis di sekitar jam 10 pagi. Gudeg ini Purwokerto, terdiri dari beberapa campuran: ayam, telor, tahu dan krecek tergantung pada piilihan mu, dan dapat di bungkus untuk dimakan di rumah

Serabi
Serabi terbuat dari campuran santan dan gula jawa yang dibakar. Rasa serabi nya adalah terkenal dan tak terlupakan juga. Kadang-Kadang, antrian yang dibentuk hanya untuk mencicipi serabi pagi-pagi. Serabi nya akan dijual habis di sekitar 7 ke 8am.

Gethuk Sokaraja
Gethuk menjadi keahlian khusus makanan kecil makanan yang kelihatan seperti bola kecil dengan rasa sangat manis, gethuk banyak dijual di kota Sokaraja (sekitar bagian timur kota Purwokerto). Karena kebanyakan toko di Sokaraja menjual gethuk, Sokaraja terkenal sebagai kota gethuk.
p-kerto online

Google

Web banyumaspromo.info

Kategori

Arsip


Berita Terkini

Link