Persiapan Partai PDI Perjuangan Menjelang Pilkada Purbalingga
October 12, 2009
PURBALINGGA – Menjelang pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Purbalingga, sedikitnya sembilan nama mulai merapat ke DPC PDIP Purbalingga. Hingga Jum’at (9/10) sudah terdapat sembilan nama yang mulai merapat ke partai berlambang banteng tersebut.
Kesembilan nama itu adalah, Drs Heru Sudjatmoko Msi (wakil bupati sekarang), Trisnanto Srihutomo BE SPd (mantan anggota DPRD Jateng periode 2004 – 2009), Drs Subeno MM (Sekda Purbalingga), Ir Edi Susilo DESS (PNS Jakarta), R Ruli Adi Wiryasaputra SH (BUMN Jakarta), Drs Taufik Syamsul Bachri (Pensiunan PNS Dephub pusat), Muhadi (mantan pengawal Megawati), Prof Suyatno MPd (dosen Jakarta), dan Panca Priyatna (guru SMK YPT).
“Berdasarkan sejumlah nama tersebut, terdapat tiga kader terbaik yang pantas menduduki jabatan sebagai kepala daerah untuk memimpin Purbalingga, lima tahun ke depan. Yakni Heru, Trisnanto, dan Subeno,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga, H Tasdi SH MM. Dikatakan Tasdi, DPC PDI Perjuangan akan mulai melakukan seleksi bakal calon bupati dan wakil bupati mulai 26 Oktober 2009 mendatang. Setelah seleksi akan dilakukan verifikasi. ”Proses penentuan bakal calon bupati dan calon wabup akan ditentukan lewat Rakercabsus, yand akan diadakan paling lambat 26 November 2009.
Densus Dilibatkan Dalam Pengamanan Perjalanan KA
September 25, 2009
“Keterlibatan Densus 88 ini sesuai SOP (standard operating procedure) dan terkait maraknya isu terorisme,” kata Kepala PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi V Purwokerto, Noor Hamidi di Purwokerto, Jumat.
Menurut dia, personel Densus akan berada di lokomotif, gerbong Kereta Api, maupun stasiun.
Selain Densus, kata dia, pengamanan perjalanan KA juga didukung oleh personel Polisi Khusus (Polsus) KA, Polri, dan TNI.
Sementara mengenai kesiapan pengamanan jalur KA, dia mengatakan, Daop V terus melakukan pemantauan terhadap 13 titik rawan longsor, terdiri tujuh titik di ruas Langensari-Kutoarjo dan enam titik di ruas Patuguran-Kroya.
“Kami telah siagakan AMUS (alat material untuk siaga) di lokasi-lokasi rawan longsor,” katanya.
Ia mengatakan, masinis juga diimbau untuk mengurangi kecepatan kereta sesuai batas yang ditentukan saat melalui tikungan maupun perbaikan jalur demi keselamatan penumpang.
Disinggung mengenai puncak arus balik Lebaran 2009 di wilayah Daop V Purwokerto, dia mengatakan, hal itu diperkirakan terjadi pada 26-27 September 2009 dengan jumlah calon penumpang KA mencapai 24.000 orang.
Akan tetapi, lanjutnya, jumlah tersebut diperkirakan tidak bisa terangkut semua karena kapasitas KA di Daop V hanya 14.000 orang.
“Untuk itu, calon penumpang diimbau untuk menghindari tanggal 26-27 September yang merupakan puncak arus balik agar bisa terangkut KA. Kalau bisa dialihkan sebelum tanggal tersebut,” katanya.
Penyelam Banyumas Ikut Pecahkan Rekor Dunia
August 19, 2009
Sebanyak 2.818 penyelam dari berbagai unsur ikut berpartisipasi dalam gelaran event bahari terbesar dekade ini dalam rangkaian HUT Kemerdekaan Indonesia, yaitu Sail Bunaken 2009, yang merangkum berbagai kegiatan kebaharian dari kegiatan Seminar bertaraf Internasional sampai olah raga bahari, serta diakhiri dengan parade kapal perang yang diikuti oleh 42 negara. Salah satu kegiatan yang paling spektakuler dan menorehkan Indonesia dengan tinta emas dalam kancah dunia yaitu pemecahan 2 rekor selam dalam Guiness World of Record.
Pemecahan Rekor Dunia Latihan Selam Dengan Jumlah Peserta Terbanyak 2.818 orang pada tanggal 16 Agustus 2009 di kedalam 20 - 30 meter dengan durasi 32 menit. Dan Pemecahan Rekor Upacara Bendera Dengan Tata Upacara Terlengkap dan diikuti 2.465 peserta upacara selain TNI dan peliput berita. Hajat besar ini merupakan hajat bangsa yang di koordinasi oleh beberapa departemen dan instansi pemerintah pusat maupun daerah termasuk PB POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia)
Diantara partisipan tersebut ada putra daerah Banyumas, mewakili POSSI Pengurus Kabupaten Banyumas sebagai induk organisasinya. Para penyelam asal Banyumas tersebut adalah Arief Sugiyo (dari Badic - Banyumas Diver Community), Sulistio (BDC - Blue Diving Club Fabio-Unsoed), Dayat Supriyono dan Slamet Mulyono (BDC - Brimob Diving Club), serta satu atlet Jateng asal Banyumas Dita Widayanti yang berlaga di nomor OBA (orientasi bawah air), namun belum beruntung memperoleh emas seperti pada PON lalu.
Menurut Kadispenal Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, secara resmi yang terdaftar adalah 2.818 namun yang dihitung oleh tim Guiness World of Record adalah peserta, 2.700 penyelam lokal, 76 diver asing telah tercatat pada pendaftaran awal, kemuadian ada tambahan 7 official dan 19 penyelam yang men seting area di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.
Wakil Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana Moekhlas Sidik bertindak selaku inspektur upacara dan Laksma Iskandar Sitompul bertindak selaku komandan upacara saat Pemecahan Rekor Upacara Bendera Di Dalam Air tersebut.
Jalan Trans Sulawesi antara terminal dan Gerbang Boboca (perbatasan Manado dan Minahasa) ditutup sejak jam 6 pagi hari waktu setempat. Arus kendaraan dari Kalasey ke Manado dan Minahasa Selatan ke Manado dialihkan ke jalur lain. Jalan tertutup untuk semua kendaraan sekitar 6 jam.
Dalam beberapa kesempatan keakraban dengan para peserta lainnya, banyak yang heran karena Banyumas tidak mempunyai laut tapi ada komunitas selam dan mempunyai atlet berprestasi. ///g.10.k

- Delegasi POSSI Banyumas dalam Sail Bunaken 2009
untuk blog ‘BADIC’ (Banyumas Diver Community) POSSI Banyumas : silahkan unduh http://possibms.blogspot.com/
AJI Indonesia Tuntut Pencabutan SE Bupati Banyumas
July 25, 2009
| Ditulis oleh Pikiran Rakyat |
| Rabu, 16 Juli 2008 00:00 |
| PURWOKERTO, (PRLM).- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menuntut pencabutan surat Edaran Bupati Banyumas Mardjoko Nomor 480/2676. Sebab SE yang memberlakukan akses pelayanan informasi kepada pers dan publik hanya melalui satu pintu tersebut telah mengarah pada upaya penyensoran informasi/berita.
“Padahal pasal 4 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sesuai aturan terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Untuk itu AJI menuntut SE tersebut dicabut,” kata Sekretaris Umum (Sekjen) AJI Indonesia, Abdul Manan dalam surat yang ditujukan kepada wartawan di Banyumas, Bupati Mardjoko, Gubernur Jateng dan sebagainya. Menurutnya kebijakan “informasi satu pintu” Bupati Banyumas Mardjoko itu telah memicu keresahan para jurnalis, serta menyulitkan warga dalam mendapatkan akses informasi yang diperlukan. “Terlebih kebijakan informasi satu pintu itu diikuti dengan pencopotan Kepala Humas Bupati dengan alasan tidak jelas,” jelas Abdul Manan. ( A-99/A-140)
|
UDARA MAKIN PANAS DI PURWOKERTO
June 12, 2009

Tampak pekerja melakukan penebangan serempak di Jl Soedirman Timur Purwokerto (Senin 8/6/09)
BPi, Jumat (12 Juni 2009).
Purwokerto yang dulu sejuk dan masih berembun di pagi hari, saat ini tinggal kenangan. Apalagi belakangan adanya pelaksanaan pembangunan dan penataan perkotaan, beberapa ruas jalan diperbagus yang berimbas pepohanan peneduh terpaksa harus ditebang.
Udara makin panas, karena pepohonan ditebang dan pemandangan terlihat lebih gersang. Apalagi dengan kondisi aktivitas Gunung Slamet yang belakangan aktif, membuat suasana keseharian Purwokerto dan sekitarnya menjadi lebih kurang nyaman, panas.
Mudah-mudahan pemerintah segera menyelesaikan pembenahan yang dilakukan secepatnya selain mengurangi kenyamanan lalu lintas dan berkendara, juga diharapkan merealisasikan dengan segera penanaman kembali peneduh di daerah perkotaan agar tidak terlalu gersang dan panas.
Sisi lain dari efek pelaksanaan penataan kota ini juga bahwa sebagian pejalan kaki merasa lega nantinya areal untuk pejalan kaki akan terakomodir dengan dipindahkan dan ditatanya para pedagang kaki lima. Semoga membawa perubahan positif, walau tidak saat ini untuk para pedagang kaki lima. / g.10.k
Rapat Kerja Masjid Fatimatuzzahra
February 21, 2009

Wajar Pengamanan Ketat karena Hillary Berasal dari AS
February 21, 2009
Jakarta - Dibandingkan tamu dari negara lain, tamu dari AS selalu membuat lebih sibuk petugas keamanan. Bahkan publik pun kadang kena imbasnya.
Begitu pun saat Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton datang ke Jakarta pada 18 dan 19 Februari 2009.
Sebanyak 2.800 polisi dan sniper siaga, acak sinyal ponsel hingga rekayasa lalu lintas akan menjadi strategi mengamankan mantan first lady AS itu.
Apakah pengamanan itu tidak berlebihan mengingat treatment serupa tak berlaku pada kedatangan Presiden Iran atau pun Menlu Inggris yang baru lalu?
Pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai pengamanan pada Hillary wajar-wajar saja. Hal itu karena ancaman keamanan pejabat AS di Indonesia cenderung lebih tinggi dari negara-negara lain.
“Wajar saja lebih ketat dibanding pejabat negara lain. Skala ancaman kan memang lebih tinggi mengingat AS masih menjadi persoalan rumit di Indonesia,” ujar Wawan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (18/2/2009).
Berikut wawancara detikcom dengan Wawan terkait pengamanan Hillary Clinton yang akan berada di Indonesia selama 2 hari.
Bagaimana sebenarnya standar keamanan di Indonesia?
Negeri kita sebenarnya sudah menggunakan alat-alat modern untuk pengamanan. Kita sudah mengembangkan acak sinyal dan jamer. Dan sekarang ini sudah terbukti kita memang bisa mengaplikasikan peralatan canggih itu. Itu standar yang hendak kita canangkan.
Apakah standar keamanan itu diterapkan untuk semua tamu negara atau hanya khusus untuk Hillary dan pejabat AS lainnya?
Sebenarnya itu standar yang dicanangkan Indonesia, tapi khusus untuk Hillary, dia kan berasal dari negara adikuasa. Di samping Menlu, Hillary juga pernah jadi first lady. Dan ini kunjungan pejabat AS pertama selama pemerintahan Obama, jangan sampai kita dianggap ceroboh.
Mengapa Indonesia harus memberi perlakuan khusus untuk pejabat AS?
Bagaimana pun Indonesia pernah tercoreng dengan berbagai aksi-aksi tertentu seperti kerusuhan maupun teror. Karena itu, Indonesia tentu tidak ingin kecolongan lagi terutama saat kunjungan Hillary. Ini juga untuk memberi kesan bagus kepada pemerintah Obama dan juga mata dunia. Ini semua untuk mengembalikan citra Indonesia di mata dunia.
Apakah ancaman untuk Hillary memang besar?
Amerika masih menjadi persoalan rumit di sini (Indonesia) tentu berbeda dengan saat Presiden Ahmadinejad berkunjung di Indonesia. Gejolaknya juga lain. Jadi wajar saja kalau pengamanan lebih ketat. (ken/nrl)



