Keperawatan Unsoed Adakan Donor Darah

October 16, 2009

Purwokerto, Unsoed – Kamis (8/10) lalu, Jurusan Keperawatan mengadakan donor darah yang berlangsung di pendopo PKM Unsoed.Kegiatan ini bekerjasama dengan PMI Cabang Banyumas. Peminat mahasiswa Unsoed sedikit, Karena kegiatan ini diadakan dua jam lebih awal dari pada yang dijadwalkan semula, sehingga kegiatan yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB - 14.00 WIB, menjadi pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB, pelaksanaannya dinilai kurang efektif dengan bertepatan dengan jam-jam efektif mahasiswa kuliah.
Sembilan belas pendonor yang dapat mendonorkan darahnya, mendapatkan konsumsi seperti mie rebus; telur; dan susu. Kegiatan donor darah dianjurkan untuk dilakukan seseorang setiap 3 bulan sekali dengan HB yang memenuhi syarat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi kami terhadap kesejahteraan masyarakat”, ujar Chandra, selaku panitia donor darah. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan darah. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut.

Obat Osteoporosis Efektif Bunuh Virus Flu

August 15, 2009

Hong Kong: Dua obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani osteoporosis diduga efektif dalam membunuh virus influenza. Virus flu yang dimaksud tanpa terkecuali virus baru flu babi atau H1N1 dan flu burung atau H5N1. Demikian menurut hasil penelitian di Hong Kong, Cina.

Seperti diwartakan Reuters, dua obat itu adalah pamidronate dan zoledronate. Obat-obatan ini dipasarkan perusahaan farmasi yang berkantor Basel, Swiss, Novartis AG. Sedangkan merek obatnya adalah Aredia dan Reclast.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menyingkap bahwa dua obat-obatan itu memicu produksi darah putih jenis sel yd-T menjadi lebih banyak. Darah inilah yang membunuh sel terinfeksi virus flu. Sementara, virus flu hanya bisa memperbanyak diri pada sel tubuh manusia atau hewan. Membunuh sel yang terinfeksi dapat menghentikan upaya virus tersebut, demikian kata para peneliti.

Profesor Lau Yu-lung dari Ilmu Kesehatan Anak dan obat-obatan remaja Universitas Hong Kong menggambarkan, sel manusia yang terinfeksi sebagai “pabrik yang memproduksi virus”. “Obat ini secara khusus menyerang virus. Kemudian membasmi pabrik yang memproduksi virus tersebut,” ujar Lau.

Peneliti lainnya, Malik Peiris, mengatakan bahwa obat-obatan ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Menurutnya, peningkatan kekebalan ini sangat penting lantaran virus flu dapat bermutasi tanpa henti sehingga efisiensi vaksin jadi berkurang

Mimisan pada Anak, Bahayakah?

August 13, 2009

DALAM masa pertumbuhan, anak sering kali mengalami mimisan (epistaksis). Selain disebabkan kelainan pembuluh darah, perubahan cuaca juga menjadi pemicu.

Topi selalu menempel di kepala Ari, 9, saat cuaca panas dan terik matahari menyengat. Tidak satu kali pun Ari berani membuka topi yang dikenakannya. Ari ternyata punya alasan tersendiri, itu karena dia selalu mimisan jika kepalanya tidak dilindungi.Terik matahari selalu menjadi hambatan Ari untuk bermain bersama teman di lapangan.

Apa yang dialami Ari, ternyata juga dialami Ina, 10. Setiap Senin, Ina selalu pulang lebih cepat dari sekolah dengan baju seragam penuh darah. Ini karena Senin, Ina harus mengikuti upacara bendera dan itu membuatnya tersengat matahari.

Mimisan yang kerap dialami anak, tentu saja mengkhawatirkan orangtua. Tidak heran, kemudian orangtua meluangkan waktu untuk berkonsultasi dengan dokter. Hasilnya, ternyata mimisan seperti yang dialami Ina dan Ari tidaklah berbahaya, jika tidak diikuti komplikasi penyakit lainnya.

Untuk menyembuhkan mimisan, atau di dunia kedokteran dikenal dengan nama epistaksis, dokter melakukan penyembuhan dengan cara bagian hidung yang berdarah dibakar (dikostik) dengan alat khusus. Tujuannya agar darah tidak terus-menerus keluar. Hidung kemudian hidung dibersihkan dan mimisan akan berhenti.

Menurut Dr Rully Siagian SpA(K) RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo),mimisan adalah pendarahan dari hidung. Jika tidak ada penyakit lain, mimisan biasanya hanya merupakan kelainan pada pembuluh darah di hidung. Dia menjelaskan, penyebab mimisan pada anak bervariasi.

Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis.

Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi, pembuluh darah yang tipis tersebut akan melebar dan kalau tersenggol sedikit saja akan mudah pecah.

“Salah satu faktor penyebab mimisan adalah keturunan dan perubahan cuaca juga dapat menyebabkan mimisan. Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menggosok hidungnya, pembuluh darah ini gampang sekali pecah,” paparnya.

Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan aktif, juga tidak disertai gejala lain seperti demam, orangtua tak perlu khawatir.

“Biasanya mimisan terjadi pada anak usia mulai 4?10 tahun. Mimisan terjadi pada anak karena selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin, panas yang terik atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar. Terjadinya pun umumnya spontan, ringan, dan mudah berhenti,” paparnya.

Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Semakin tambah usia, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung sudah semakin kuat, hingga tak mudah berdarah. Meski mayoritas kasus mimisan tidak berbahaya, orangtua hendaknya waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering,tiap 1?2 hari. Ini karena ada kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya.

Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah,leukemia, talasemia berat, atau hemofili, bisa juga menunjukkan gejala mimisan. Kadar trombosit yang rendah bisa pula menyebabkan pendarahan di hidung. Anak hemofili bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darah yang rendah sehingga penderita sering mengalami pendarahan.

Berbeda dari mimisan normal yang umumnya bersumber pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung), maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya bersumber dari bagian dalam hidung (posterior). Tak heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan.

Sementara menurut Dr dr H Hendar Wijanarko SpA(K) dari Klinik Anak Medika, bahaya atau tidaknya mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya, itu pertanda stadium berat. Jika mimisan karena infeksi di daerah hidung, misalnya sinusitis dan sebagainya, tidak terlalu berbahaya.

Pada keadaan yang kronis misalnya, mimisan yang terlalu sering dan darah yang keluar banyak dapat terjadi komplikasi yang cukup berat antara lain anemia. Anemia jika berlangsung lama dan berat akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat dan jantung akan membengkak. Dilihat asal-usulnya, pendarahan dari hidung ini ada beberapa macam.

Ada pendarahan yang terjadi di daerah hidung yang disebut pleksus kieselbach, semacam jaringan anyaman pembuluh darah. Pada anak,jaringan ini mudah berdarah. Hidung terasa gatal, dikorek-korek, lalu berdarah.

Biasanya pula, mimisan terjadi karena ada infeksi, terutama di daerah hidung, misalnya infeksi sinus yang mengakibatkan pembuluh darah melebar. Untuk meyakinkan, biasanya dilakukan foto sinus. Umumnya, darah akan keluar dari hidung, tetapi, terkadang darah tidak keluar dari hidung, melainkan tertelan ke tenggorokan.

“Karena tidak keluar lewat hidung, pendarahan ini baru ketahuan ketika anak muntah. Kejadian ini sering kali disangka muntah darah,” kata Hendar.

Tidak sampai di situ saja, mimisan juga bisa terjadi karena alergi, yang biasa terjadi pada anak usia empat tahun. Biasanya disertai pilek kental dan lama, terkadang juga disertai batuk berdahak dan napas berbau. Ada juga mimisan yang berkaitan dengan gender, meski sangat jarang terjadi.

Rumah Sakit Prof. Margono Sukaryo

June 11, 2009

RSU Purwokerto merupakan rumah sakit terpenting, karena menampung pasien dari wilayah eks Karesidenan Banyumas, bahkan dari daerah sekitarnya seperti Kebumen, Tegal, Pekalongan, dan Ciamis. RSU Purwokerto ini tegolong tipe B dan merupakan rumah sakit Daerah Tingkat I terlengkap di Jawa Tengah ( di samping Surakarta ).

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pemerintah membangun gedung rumah sakit baru di Berkoh ( ujung Timur Kota Purwokerto ) yang kemudian diberi nama Rumah Sakit Prof. Margono Sukaryo ( mengambil nama seorang ahli bedah pertama Indonesia ). Rumah sakit ini juga dapat dijadikan tempat praktek mahasiswa Fakultas Kedokteran. Pembangunan Rumah Sakit ini dimulai sejak tahun 1982 dan berakhir pada tahun 1989.

Google

Web banyumaspromo.info

Kategori

Arsip


Berita Terkini

Link