UDARA MAKIN PANAS DI PURWOKERTO

June 12, 2009

Tampak pekerja melakukan penebangan serempak di Jl Soedirman Timur Purwokerto (Senin 8/6/09)

Tampak pekerja melakukan penebangan serempak di Jl Soedirman Timur Purwokerto (Senin 8/6/09)

BPi, Jumat (12 Juni 2009).

Purwokerto yang dulu sejuk dan masih berembun di pagi hari, saat ini tinggal kenangan. Apalagi belakangan adanya pelaksanaan pembangunan dan penataan perkotaan, beberapa ruas jalan diperbagus yang berimbas pepohanan peneduh terpaksa harus ditebang.

Udara makin panas, karena pepohonan ditebang dan pemandangan terlihat lebih gersang. Apalagi dengan kondisi aktivitas Gunung Slamet yang belakangan aktif, membuat suasana keseharian Purwokerto dan sekitarnya menjadi lebih kurang nyaman, panas.

Mudah-mudahan pemerintah segera menyelesaikan pembenahan yang dilakukan secepatnya selain mengurangi kenyamanan lalu lintas  dan berkendara, juga diharapkan merealisasikan dengan segera penanaman kembali peneduh di daerah perkotaan agar tidak terlalu gersang dan panas.

Sisi lain dari efek pelaksanaan penataan kota ini juga bahwa sebagian pejalan kaki merasa lega nantinya areal untuk pejalan kaki akan terakomodir dengan dipindahkan dan ditatanya para pedagang kaki lima. Semoga membawa perubahan positif, walau tidak saat ini untuk para pedagang kaki lima. / g.10.k

Rumah Sakit Prof. Margono Sukaryo

June 11, 2009

RSU Purwokerto merupakan rumah sakit terpenting, karena menampung pasien dari wilayah eks Karesidenan Banyumas, bahkan dari daerah sekitarnya seperti Kebumen, Tegal, Pekalongan, dan Ciamis. RSU Purwokerto ini tegolong tipe B dan merupakan rumah sakit Daerah Tingkat I terlengkap di Jawa Tengah ( di samping Surakarta ).

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pemerintah membangun gedung rumah sakit baru di Berkoh ( ujung Timur Kota Purwokerto ) yang kemudian diberi nama Rumah Sakit Prof. Margono Sukaryo ( mengambil nama seorang ahli bedah pertama Indonesia ). Rumah sakit ini juga dapat dijadikan tempat praktek mahasiswa Fakultas Kedokteran. Pembangunan Rumah Sakit ini dimulai sejak tahun 1982 dan berakhir pada tahun 1989.

Kabupaten Banyumas

June 11, 2009

Kabupaten Banyumas, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Purwokerto. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes di utara; Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Kebumen di timur, serta Kabupaten Cilacap di sebelah selatan dan barat. Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah terdapat di ujung utara wilayah kabupaten ini.

Kabupaten Banyumas merupakan bagian dari wilayah budaya Banyumasan, yang berkembang di bagian barat Jawa Tengah. Bahasa yang dituturkan adalah bahasa Banyumasan, yakni salah satu dialek bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan dialek standar bahasa Jawa (”dialek Mataraman”) dan dijuluki “bahasa ngapak” karena ciri khas bunyi /k/ yang dibaca penuh pada akhir kata (berbeda dengan dialek Mataraman yang dibaca sebagai glottal stop [ʔ]).

Pembagian Administratif

Kabupaten Banyumas terdiri atas 27 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 301 desa dan 30 kelurahan.

Ibukota Kabupaten Banyumas adalah Purwokerto, dimana meliputi kecamatan Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, dan Purwokerto Utara. Purwokerto dulunya merupakan Kota Administratif, namun sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, tidak dikenal adanya kota administratif, dan Purwokerto kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Banyumas.

Diantara kota-kota kecamatan yang cukup signifikan di Kabupaten Banyumas adalah: Banyumas, Ajibarang, Wangon, Sokaraja, dan Buntu.

Kepala Pemerintahan

  1. R. Djoko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
  2. R. Ngabehi Merta Sura (1583-1600)
  3. R. Ngabehi Merta Sura II, Ngabehi Kalidethuk (1601 - 1620)
  4. R. Adipati Mertayuda I, Ngabehi Bawang (1620 - 1650)
  5. R. Tumenggung Mertayuda II, R.T Seda Masjid/RT. Yudanegara I (1650-1705)
  6. R. Tumenggung Suradipura (1705 - 1707)
  7. R. Tumenggung Yudanegara II, RT. Seda Pendapa (1745)
  8. R. Tumenggung Reksa Praja (1749)
  9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta dan bergelar Danureja I
  10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1780)
  11. R. Tumenggung Tejakusuma, Tumenggung Keong (1788)
  12. R. Tumenggung Yudanegara V (1816)
  13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 - 1830) Kanoman : R. Adipati Broto Diningrat (RT. Martadireja)
  14. RT. Martadireja II (1832 - 1882) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang)
  15. R. Adipati Cokronegara I (1832 - 1864)
  16. R. Adipati Cokronegara II (1864 - 1879)
  17. Kanjeng Pangeran Arya Martadiredja III (1879 - 1913)
  18. KPAA Ganda Subrata (1913 - 1933)
  19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 - 1950)
  20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 - 1953)
  21. RE. Budiman (1953 - 1957)
  22. M. Mirun Prawiradireja (30 Januari 1957 s/d 15 Desember 1957)
  23. R. Bayu Nuntoro (15 Desember 1957 - 1960)
  24. R. Subagyo (1960 - 1966)
  25. Letkol Inf. Soekarno Agung (1966 -1971)
  26. Kol. Inf. Pudjadi Jaring Bandayuda (1971 - 1978)
  27. Kol. Inf. RG. Rudjito (1978 - 1988)
  28. Kol. Inf. Djoko Sudantoko, S.Sos. (1988 - 1998)
  29. Kol. Art. HM. Aris Setiono, SH, S.IP (1998 - 2008)
  30. Drs.H.Mardjoko (2008 - sekarang)

Transportasi

Kabupaten Banyumas dilalui jalan negara yang menghubungkan kota Tegal-Purwokerto, Purwokerto-Temangggung-Magelang/Semarang, serta jalan lintas selatan Bandung-Yogyakarta-Surabaya. Wangon merupakan persimpangan jalur Yogyakarta-Bandung dan Tegal-Cilacap.

Angkutan umum bis antarkota diantaranya jurusan Jakarta, Tegal/Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta/Solo.

Kabupaten ini juga terdapat jalur kereta api lintas selatan Jakarta-Cirebon-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya. Stasiun Purwokerto merupakan stasiun paling besar di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Di antara kereta api yang melintasi Purwokerto adalah: Bima (Jakarta Kota-Surabaya Gubeng), Argo Lawu (Jakarta Gambir-Solo Balapan), Senja Utama dan Fajar Utama (Pasar Senen-Yogyakarta), Logawa (Purwokerto-Jember), dan Purwojaya (Jakarta Gambir-Cilacap).

Media

Banyumas memiliki stasiun televisi lokal Banyumas Televisi, waktu on air adalah 12.00 sampai 23.00. Acaranya lebih banyak produksi sendiri dan hasil karya rumah produksi lokal dengan muatan gaya banyumasan yang kental, pada jam-jam tertentu juga merelay stasiun televisi Global TV atau MetroTV. Sedangkan surat kabar yang terbit di Banyumas antara lain Radar Banyumas, yang masih satu grup dengan Jawa Pos Surabaya. Sejak Mei 2006 lalu di Banyumas juga sudah terbit media lokal baru yang lebih mBanyumasi, yakni KORAN RAKYAT yang dikelola oleh pengusaha lokal.

Pendidikan

Kabupaten Banyumas memiliki perguruan tinggi negeri Universitas Jenderal Soedirman dan STAIN Purwokerto, yang berada di kota Purwokerto. Selain itu ada pula universitas swasta yakni Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan [[Universitas Wijaya Kusuma] juga [STMIK Widya Utama Purwokerto].

Budaya

Budaya Banyumasan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan wilayah lain di Jawa Tengah, walaupun akarnya masih merupakan budaya Jawa.

Diantara seni pertunjukan yang terdapat di Banyumas antara lain:

  • Wayang kulit gagrag Banyumas, yaitu kesenian wayang kulit khas Banyumasan. Terdapat dua gagrak (gaya), yakni Gragak Kidul Gunung dan Gragak Lor Gunung. Kekhasan wayang kulit gragak Banyumasan adalah nafas kerakyatannya yang begitu kental dalam pertunjukannya.
  • Begalan, adalah seni tutur tradisional yang pada upacara pernikahan. Kesenian ini menggunakan peralatan dapur yang memiliki makna simbolis berisi falsafah Jawa bagi pengantin dalam berumah tangga nantinya.

Kesenian musik tradisional Banyumas juga memiliki kekhasan tersendiri dibanding dengan kesenian musik Jawa lainnya, diantaranya:

  1. Calung, adalah alat musik yang terbuat dari potongan bambu yang diletakkan melintang dan dimainkan dengan cara dipukul. Perangkat musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu wulung mirip dengan gamelan Jawa, terdiri atas gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendang. Selain itu ada juga Gong Sebul dinamakan demikian karena bunyi yang dikeluarkan mirip gong tetapi dimainkan dengan cara ditiup (Bahasa Jawa: disebul), alat ini juga terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lazim disebut sinden. Aransemen musikal yang disajikan berupa gending-gending Banyumasan, gending gaya Banyumasan, Surakarta-Yogyakarta dan sering pula disajikan lagu-lagu pop yang diaransemen ulang.
  2. Kenthongan (sebagian menyebut tek-tek), adalah alat musik yang terbuat dari bambu. Kenthong adalah alat utamanya, berupa potongan bambu yang diberi lubang memanjang disisinya dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tongkat kayu pendek. Kenthongan dimainkan dalam kelompok yang terdiri dari sekitar 20 orang dan dilengkapi dengan bedug, seruling, kecrek dan dipimpin oleh mayoret. Dalam satu grup kenthongan, Kenthong yang dipakai ada beberapa macam sehingga menghasilkan bunyi yang selaras.
    Salawatan Jawa, yakni salah satu seni musik bernafaskan Islam dengan perangkat musik berupa terbang jawa. Dalam pertunjukan kesenian ini menyajikan lagu-lagu yang diambil dari kitab Barzanji.
  3. bongkel, yakni peralatan musik tradisional sejenis angklung, namun terdiri empat bilah berlaras slendro.

Sejumlah tarian khas Banyumasan antara lain:

  1. engger, merupakan tarian yang dimainkan oleh dua orang perempuan atau lebih. Di tengah-tengah pertunjukkan hadir seorang penari laki-laki disebut badhud (badut/bodor). Tarian ini umumnya dilakukan di atas panggung dan diiringi oleh alat musik calung.
  2. sintren, adalah tarian yang dimainkan oleh laki-laki yang mengenakan baju perempuan. Tarian ini biasanya melekat pada kesenian ebeg. Di tengah-tengah pertunjukan biasanya pemain ditindih dengan lesung dan dimasukan ke dalam kurungan, dimana dalam kurungan itu ia berdandan secara wanita dan menari bersama pemain yang lain.
  3. aksimuda, yakni kesenian bernafaskan Islam berupa silat yang digabung dengan tari-tarian.
  4. angguk, yakni kesenian tari-tarian bernafaskan Islam. Kesenian ini dilakukan oleh delapan pemain, dimana pada akhir pertunjukan pemain tidak sadarkan diri.
  5. aplang atau daeng, yakni kesenian yang serupa dengan angguk, dengan pemain remaja putri.
  6. buncis, yaitu paduan antara kesenian musik dan tarian yang dimainkan oleh delapan orang. Kesenian ini diiringi alat musik angklung.
  7. ebeg, adalah kuda lumping khas Banyumas. Pertunjukan ini diiringi oleh gamelan yang disebut bendhe.

Makanan khas Banyumas diantaranya adalah:

keripik tempe,

  • mendoan tempe,
  • sate bebek Tambak,
  • Soto Sokaraja, dage, dan
  • getuk goreng sokaraja.

Banyumas juga menghasilkan batik, meskipun tidak setenar Solo, Yogyakarta dan Pekalongan. Batik Banyumas mempunyai keunikan karena kedua sisi muka dan belakang mempunyai kualitas yang hampir sama. Batik banyumas yang sekarang ini cukup terkenal adalah Batik produksi Pak Sugito dari Sokaraja.

Tokoh terkenal

  1. Jenderal Soedirman, jenderal besar pertama di Indonesia. Legenda dalam dunia militer Indonesia, pakar perang gerilya dan terkenal gigih dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
  2. Jenderal Gatot Subroto, wakil kepala staf Angkatan Darat dan penggagas AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
  3. Ahmad Tohari, sastrawan yang dikenal melalui trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dan telah memperoleh penghargaan dari dalam dan luar negeri.
  4. S. Bagyo, pelawak yang terkenal pada tahun ‘80an, membintangi berbagai judul film dan sering tampil dalam acara lawak di TVRI.
  5. Sugino Siswocarito, dalang Banyumasan.
  6. Sugito Siswocarito, dalang Banyumasan.
  7. Mayangsari, artis penyanyi.
  8. Pangki Suwito, artis film.
  9. Bambang Set, sastrawan.
  10. Dharmadi, sastrawan.
  11. Edhie Romadon, dramawan
  12. Darto Helm, pelawak yang terkenal pada era ‘80an bersama dengan S. Bagyo
  13. Soesilo Sudarman, mantan menteri di era Orde Baru.
  14. Koes Hendratmo, presenter.
  15. Soeparjo Roestam, mantan menteri di era Orde Baru
  16. Purnomo, pelari tercepat di Asia di tahun 80-an

Kabupaten Banjarnegara

June 11, 2009

Kabupaten Banjarnegara, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibukotanya adalah Banjarnegara. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di utara, Kabupaten Wonosobo di timur, Kabupaten Kebumen di selatan, dan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di barat.

Geografi

Lebih dari separuh wilayah kabupaten ini merupakan pegunungan. Secara umum Kabupaten Banjarnegara dapat dibagi menjadi 3 zona:

  • Zona Utara, adalah kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, Pegunungan Serayu Utara. Di perbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang terdapat beberapa puncak, seperti Gunung Rogojembangan dan Gunung Prahu. Beberapa kawasan digunakan sebagai obyek wisata, dan terdapat pula tenaga listrik panas bumi.
  • Zona Tengah, merupakan zona Depresi Serayu yang cukup subur.
  • Zona Selatan, merupakan bagian dari Pegunungan Serayu.

Sungai Serayu mengalir menuju ke timur, serta anak-anak sungainya termasuk Kali Tulis, Kali Merawu, Kali Pekacangan, Kali Gintung dan Kali Sapi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian.

Wilayah kabupaten Banjarnegara memiliki iklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun, serta suhu rata-rata 20°-26° C.
Pembagian administratif

Kabupaten Banjarnegara terdiri atas 20 kecamatan, yang dibagi lagi atas 273 desa dan 5 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara.

Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah: Mandiraja dan Klampok.

Transportasi

Banjarnegara dilalui jalan provinsi yang menghubungkan antara Banyumas dengan Magelang dan Semarang. Klampok merupakan persimpangan jalur menuju Purbalingga dan Banyumas. Selain itu terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara dengan Batang, melintasi Dataran Tinggi Dieng.

Angkutan bis antarkota yang melewati Banjarnegara antara lain adalah jurusan Solo-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Semarang-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Wonosobo-Banjarnegara-Bandung, Wonosobo-Banjarnegara-Banyumas serta Banjarnegara-Jakarta.

Alternatif lain adalah menggunakan jasa angkutan travel yg antara lain dilayani adalah Jakarta-Purwokerto-Banjarnegara-Wonosobo; Bandung-Purwokerto -Banjarnegara-Wonosobo; Purwokerto-Banjarnegara-Semarang; Purwokerto-Banjarnegara-Yogya; Purwokerto-Banjarnegara-Semarang-Surabaya

Alternatif angkutan didalam kota Banjarnegara adalah menggunakan Angkutan Kota (Angkot),Becak, Dokar (= Kereta kuda)

Sejarah

Karena berjasa kepada Pemerintah Mataram dalam Perang Diponegoro, R. Tumenggung Dipayudha IV diusulkan oleh Pakubuwono VII menjadi Bupati Banjar pada tanggal 22 Agustus 1831 (sebelumnya status Bupati Banjar telah dihapus). Waktu itu ibukota kabupaten berada di Banjarmangu. Meluapnya Sungai Serayu dinilai sebagai kendala yang menyulitkan transportasi dengan ibukota Kasunanan Surakarta, sehingga ibukota kabupaten akhirnya dipindahkan ke lokasi yang baru di sebelah selatan sungai, dengan nama Banjarnegara (Banjar: sawah; Negara: kota).

Tumenggung Dipayudha menjabat sebagai bupati hingga tahun 1846, dan pengganti Bupati Banjarnegara selanjutnya adalah:

* R. Adipati Dipadiningrat (1846-1878)
* Mas Ngabehi Atmodipuro (1878-1896)
* Raden Mas Jayamisena (1896-1927)
* Raden Sumitro Kolopaking Purbonegoro (1927-1949)
* R. Sumitro (1949-1960)
* R. Mas Soedjirno (1960-1967)
* R. Soedibjo (1967-1973)
* Drs. Soewardji (1973-1980)
* Drs. H. Winarno Surya Adisubrata (1980-1986)
* H. Endro Soewarjo (1986-1991)
* Drs. H. Nurachmad (1991-2001)
* Drs. H. Djasri, MM - Drs. Hadi Supeno. MSi(2001 - 2006)
* Drs. H. Djasri, MM - Drs. Soehardjo (2006-2011) sebagai pasangan bupati - wakil bupati banjarnegara yang terpilih pertama kali melalui Pilkada langsung.

Kabupaten Cilacap

June 11, 2009

Kabupaten Cilacap, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Cilacap. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas di utara, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar (Jawa Barat) di sebelah Barat.

Berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat, Cilacap merupakan daerah pertemuan Budaya Jawa (Banyumasan) dengan Budaya Sunda (Priangan Timur). Nusa Kambangan, sebuah pulau yang tertutup terdapat lembaga pemasyarakatan Kelas I, terdapat di kabupaten ini. Pulau ini sering juga disebut sebagai AL Catraz-nya Indonesia. Ada beberapa Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I yang masih aktif antara lain: LP Permisan, LP Kembang Kuning, LPBatu, dan LP Besi.

Geografi

Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah. Luas wilayahnya sekitar 6,6% dari total wilayah Jawa Tengah. Begitu luasnya sehingga kabupaten ini memiliki dua kode telepon yaitu 0282 dan 0280.

Bagian utara adalah daerah perbukitan yang merupakan lanjutan dari Rangkaian Bogor di Jawa Barat, dengan puncaknya Gunung Pojoktiga (1.347meter), sedangkan bagian selatan merupakan dataran rendah. Kawasan hutan menutupi lahan Kabupaten Cilacap bagian utara, timur, dan selatan.

Di sebelah selatan terdapat Nusa Kambangan, yang memiliki Cagar Alam Nusakambangan. Bagian barat daya terdapat sebuah inlet yang dikenal dengan Segara Anakan. Ibukota kabupaten Cilacap berada di tepi pantai Samudra Hindia, dan wilayahnya juga meliputi bagian timur Pulau Nusa Kambangan.

Kenyataan bahwa sebagian penduduk Kabupaten Cilacap bertutur dalam bahasa Sunda, terutama di kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan Jawa Barat, seperti Dayeuhluhur, Wanareja, Kedungreja, Patimuan, Majenang, Cimanggu, dan Karangpucung, menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah barat daerah ini adalah bagian dari wilayah Sunda. Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah sungai Cipamali (yang saat ini sering disebut sebagai kali Brebes) dan sungai Ciserayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.

Pembagian administratif

Kabupaten Cilacap terdiri atas 24 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Desa-desa tersebar di 21 kecamatan, sedangkan kelurahan ada di 3 kecamatan eks kota administratip Cilacap. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, Sidareja, Gandrungmangu, Kedungreja, Patimuan, Cipari, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, Kesugihan, Maos, Sampang, Kroya, Adipala, Binangun, Nusawungu, Kampung Laut, Cilacap Utara, Cilacap Tengah dan Cilacap Selatan.

Ibukota Kabupaten Cilacap adalah Cilacap, yang terdiri atas kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Tengah, dan Cilacap Selatan. Cilacap dulunya merupakan Kota Administratif, namun sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, tidak dikenal adanya kota administratif, dan Kota Administratif Cilacap kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Cilacap.

Di antara kota-kota kecamatan yang cukup signifikan di Kabupaten Cilacap adalah: Majenang, Karangpucung, Sampang, Sidareja, dan Kroya. Majenang menjadi pusat pertumbuhan kabupaten Cilacap di bagian Barat sedangkan Kroya dan Sampang menjadi pusat pertumbuhan di Bagian Timur.

Wacana Pemekaran

Mengingat begitu luasnya wilayah Kabupaten Cilacap, pernah muncul wacana pemekaran di tengah masyarakat, dengan harapan agar urusan administratif bagi warga yang bertempat tinggal jauh dari ibukota dapat lebih ditingkatkan lagi pelayanannya. Jika terealisasi, pemekaran tersebut akan membagi wilayah Kabupaten Cilacap menjadi dua yakni:

  1. Kabupaten Cilacap, meliputi kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Kesugihan, Sampang, Maos, Kroya, Adipala, Nusawungu, Binangun.
  2. Kabupaten Cilacap Barat, meliputi kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, Sidareja, Gandrungmangu, Kedungreja, Patimuan, Cipari, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi,

NB: Perjalanan pemekaran Cilacap barat semakin dekat dengan tujuan, wilayah yang dimekarkan bukan seperti diatas tetapi kemudian wilayahnya menjadi DAMANGKAWAGUCI (Dayeuhluhur, Majenang, Karangpucung,Wanareja, cimanggu dan Cipari)

Transportasi

Dapat dikatakan, Kabupaten Cilacap memiliki sarana transportasi cukup lengkap, karena infrastruktur jalannya meliputi jalan darat (kereta api dan mobil/motor), laut (kapal), dan udara (pesawat terbang). Kabupaten Cilacap dilalui jalan negara lintas selatan Pulau Jawa, yakni jalur Bandung-Yogyakarta-Surabaya.

Jalur kereta api juga melintasi wilayah kabupaten ini. Stasiun Kroya adalah stasiun yang terbesar di Kabupaten Cilacap. Di sini bertemu dua jalur kereta, dari Bandung dan dari Cirebon, menuju Yogyakarta/Surabaya Gubeng. Di samping melayani transportasi penumpang, jalur kereta api ini juga melayani pergerakan barang baik itu semen, pupuk, BBM, dan produk industri lainnya.

Transportasi angkutan darat dilayani oleh Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten dan Jalan Poros Desa. Total Panjang Jalan di Kabupaten Cilacap lebih dari 2.000 km. Jalan Nasional dan Jalan Provinsi sebagaian besar dalam kondisi cukup baik dan baik. Di beberapa bagian ruas jalan nasional mengalami kerusakan ringan, sedang, sampai kerusakan berat, terutama jalan dari Kesugihan menuju Kota Cilacap. Jalur jalan Cilacap-Wangon via Jeruklegi juga mengalami kerusakan.

Cilacap memiliki sebuah lapangan terbang perintis Tunggul Wulung, yang dalam rencananya akan dijadikan bandara komersial, sementara ini Perusahaan Merpati Nusantara Airlines melayani rute penerbangan Cilacap–Jakarta–Cilacap 7 kali dalam seminggu. Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan pelabuhan terbesar di pantai selatan Pulau Jawa. Ada 13 tempat pelelangan ikan di Cilacap, selain PPSC tersebut. Pelabuhan Tanjung Intan adalah pelabuhan ekspor-impor terutama untuk komoditas pertanian. Beberapa perusahaan besar memiliki pelabuhan khusus tersendiri, seperti Pelabuhan Minyak Pertamina UP IV, pelabuhan Semen milik Holcim, dll.

Perekonomian

Pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Cilacap. Subsektor nelayan digeluti sebagian besar penduduk yang tinggal di pesisir pantai selatan. Cilacap adalah satu dari tiga kawasan industri utama di Jawa Tengah (selain Semarang dan Surakarta). Sektor perikanan laut masih harus banyak digali dan dimaksimalkan. Potensinya yang begitu besar masih belum banyak tersentuh. Sebaiknya investasi diarahkan untuk mengembangkan potensi tersebut.

Di Cilacap terdapat 5 industri terbesar diantara industri lain :

1. Pertamina Unit Pengolahan IV
2. Pabrik Semen HOLCIM
3. Pabrik Tepung Panganmas Inti Persada
4. PLTU Karangkandri
5. Pengolahan Ikan PT Juifa Internasional

Dengan digalakkannya investasi, diharapkan banyak investor yang berkeinginan untuk menanamkan modal di Cilacap. Infrastruktur yang ada diharapkan lebih dapat ditingkatkan untuk mendukung program investasi tersebut. Di samping itu di Kota Cilacap sendiri telah tersedia Kawasan Industri yang terletak di Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah. Di kawasan ini masih tersedia lahan yang dapat dikembangkan untuk industri. Beberapa kawasan juga telah disiapkan untuk pengembangan Kawasan Industri Baru seperti di Desa Bunton Kec. Adipala dan di Desa Karangkandri Kec. Kesugihan. Menurut penelitian yang pernah dilakukan, industri di Cilacap banyak yang bersifat footloose, sehingga kurang memberikan dampak yang berarti bagi kesejahteraan penduduk di Kabupaten Cilacap sendiri.

Pekerja migran dari kabupaten Cilacap juga menyumbangkan banyak devisa, terutama karena kiriman uang mereka (remitan) ke daerah asal. Buruh migran tersebut berasal dari seluruh kecamtan yang ada. Untuk saat ini kencenderungan buruh migran menuju ke Asia Timur, tidak lagi ke Malaysia, Singapura atau Brunei Darussalam. Beberapa negara asia timur yang dijadikan tujuan adalah Korea Selatan dan Taiwan. Apabila dicermati, remitan dan devisa dari buruh migran tersebut (TKI/TKW) merupakan potensi ekonomi yang besar. Sebenarnya pemerintah daerah perlu mempersiapkan sumberdaya yang memadai agar pekerja migran dari Cilacap lebih banyak mengisi sektor formal di luar negeri. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa remitan yang dikirimkan merupakan salah satu penggerak perekonomian di sebagian wilayah Kabupaten Cilacap. Untuk memperlancar keperluan itu, pemerintah pusat membangun Kantor Imigrasi

Untuk kecamatan Dayeuhluhur dan Wanareja, kecenderungan migrasi tenaga kerja masih mengarah di kota-kota besar di Jawa Barat dan Jakarta (migrasi internal). Terutama untuk tenaga kerja laki-laki berangkat pada saat di desa sedang tidak ada pekerjaan di sektor pertanian. Buruh migran tersebut seringkali hanya sebagai buruh migran musiman.

Di samping sektor pertanian, pendapatan Domestik Regional Brutto (PDRB) Kabupaten Cilacap terutama diperoleh dari Sektor Industri, Gas, Listrik, dan Air Minum.

Pemerintahan Kabupaten Banjarnegara

June 11, 2009

KANTOR PEMDA

Pemerintah Kab. Dati II Banjarnegara Jl. A Yani 16 Telp. 591 212 Banjarnegara
Kec. Banjarnegara Telp. 591 015 Banjarnegara
Kec. Sigaluh Telp. 591 046 Sigaluh
Kec. Madukara Telp. 591 047 Madukara
Kec. Bawang Telp. 597 039 Bawang
Kec. Banjarmangu Telp. 591 048 Banjarmangu
Kec. Karangkobar Telp. 641 001 Karangkobar
Kec. Wanayasa Telp. 641 131 Wanayasa
Kec. Susukan Telp. 479 009 Susukan
Kec. Klampok Telp. 479 002 Klampok
Kec. Mandiraja Telp. 411 474 Mandiraja
Kec. Purwanegara Telp. 411 635 Purwanegara

PENERANGAN

Pusat Penerangan Masyarakat Kab. Banjarnegara         Jl. Dipayuda 30 Telp. 591 025 Banjarnegara

BKKBN

BKKBN Kab. Banjarnegara                                         Jl. Wijayakusuma 2 Telp. 591 151 Banjarnegara

BPPN

Badan Pertanahan Nasional Kab. Banjarnegara Jl. Letjend. Suprapto 68 Telp. 591 066 Banjarnegara

BPS

Badan Pusat Statistik Kab. Banjarnegara                     Jl. Selomanik Telp. 591 893 Banjarnegara

DEP. AGAMA

Departemen Agama Kab. Banjarnegara                             Jl. Al Munawaroh 15 Telp. 591 117 Banjarnegara

KUA Kec. Kota Banjarnegara                                           Jl. Jend. Suprapto Telp. 591 277 Banjarnegara

Pengadilan Agama Kab. Banjarnegara Jl. Jend. Suprapto Telp. 592 810 Banjarnegara

DEP. KEHAKIMAN DAN HAM

Pengadilan Negeri Banjarnegara                          Jl. Letjend. Suprapto 121/44 Telp. 591 051, 591 374 Banjarnegara

Rumah Tahanan Negara Banjarnegara                  Jl. Pemuda 81 Telp. 591 014 Banjarnegara

KANTOR LAYANAN PAJAK

Kantor Penyuluhan Pajak Banjarnegara                 Jl. Stadion 2 Telp. 591 097 Banjarnegara

TNI MILITER

Kodim 0704 Kab. Banjarnegara                             Jl. DI Panjaitan Telp. 591 005 Banjarnegara

Koramil Banjarnegara Kota                                    Telp. 591 092 Banjarnegara

Koramil Klampok                                                  Telp. 479 049 Klampok

POLISI

Kepolisian Resort Banjarnegara                             Jl. Pemuda 39 Telp. 591 008 Banjarnegara

Kepolisian Resort Banjarnegara Bagian Lantas       Jl. Pemuda 39 Telp. 591 300 Banjarnegara

Polsek Kota Banjarnegara                                     Telp. 591 154 Banjarnegara

Polsek Mandiraja                                                 Telp. 579 525 Mandiraja

Polsek Klampok                                                  Telp. 579 003 Klampok

Polsek Bawang                                                   Telp. 592 044 Bawang

Polsek Susukan                                                  Telp. 579 501 Susukan

Polsek Karang Kobar                                           Telp. 641 110 Karang Kobar

Polsek Purwanegara                                            Telp. 411 630 Purwanegara

Polsek Wanayasa                                               Telp. 641 010 Wanayasa

KEJAKSAAN NEGERI

Kejaksaan Negeri Banjarnegara                         Jl. Jend. A Yani 18 Telp. 591 020 Banjarnegara

http://mendoan.s5.com/

Pemerintahan Kabupaten Banyumas

June 11, 2009

KANTOR PEMDA

Pembantu Gubernur Wilayah Banyumas Jl. Jend. Gatot Subroto 67 Telp. 635 002 Purwokerto
Pemerintah Kab. Dati II Banyumas Jl. Kabupaten 1 Telp. 636 005, 636 006 Purwokerto
DPRD Tk. II Kab. Banyumas Jl. Kabupaten 1 Telp. 637 102 Purwokerto
Kec. Purwokerto Timur Jl. Dr Suparno Telp. 636 094 Purwokerto
Kec. Purwokerto Barat Jl. H. Masyhuri Telp. 635 542 Purwokerto
Kec. Purwokerto Utara Jl. Dr Bunyamin Telp. 635 028 Purwokerto
Kec. Purwokerto Selatan

Jl. M Yamin Telp. 635 685 Purwokerto

Kec. Patikraja Jl. Raya Patikraja-Notog 359 Telp. 635 717 Patikraja
Kec. Jatilawang Jl. Raya Jatilawang Telp. 640 023 Jatilawang
Kec. Wangon Jl. Raya Barat 167 Telp. 631 277 Wangon

PENERANGAN

Pusat Penerangan Masyarakat Kab. Banyumas Jl. Jend. Gatot Subroto 85 Telp. 635 967 Purwokerto
RRI Stasiun Regional II Jl. Jend. Sudirman 427 Telp. 635 222 Purwokerto

BKKBN

BKKBN Kab. Banyumas Jl. Jend. Sudirman 320 A Telp. 621 612 Purwokerto

BPPN

Badan Pertanahan Nasional Kab. Banyumas Jl. Jend. Sudirman 358 Telp. 636 411 Purwokerto

BPS

Badan Pusat Statistik Kab. Banyumas Jl. Warga Bhakti 5 Telp. 635 496 Purwokerto

DEPAG

KAB. BANYUMAS

Departemen Agama Kab. Banyumas     Jl. Mayjend. DI Panjaitan 1 Telp. 636 068 Purwokerto

KUA Kec. Purwokerto Timur                 Jl. Adhyaksa 11 Telp. 632 309 Purwokerto

KUA Kec. Ajibarang                             Jl. Pandansari Telp. 571 951 Ajibarang

KUA Kec. Cilongok                              Jl. Penasidi Telp. 655 196 Cilongok

KUA Kec. Sukaraja                              Jl. Puteran 37 Telp. 694 863 Sokaraja

Pengadilan Agama Banyumas              Jl. Sekolahan 366 Telp. 796 019 Banyumas

Posko Haji                                          Jl. Mayjend. DI Panjaitan 1 Telp. 640 818 Purwokerto

DEP. KEH. & HAM

Pengadilan Negeri Purwokerto                 Jl. Gerilya Telp. 636 379 Purwokerto

Pengadilan Negeri Banyumas                  Jl. Pramuka 9 Telp. 796 057 Banyumas

Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto     Jl. Jend. Sudirman 104 Telp. 635 044 Purwokerto

Rumah Tahanan Negara Banyumas         Jl. Alun-Alun 245 Telp. 796 014 Banyumas

LAYANAN PAJAK

Kantor Pelayanan Pajak Purwokerto         Jl. Jend. Gatot Subroto 107 Telp. 633 445, 634 205 Purwokerto

Kantor Penyuluhan Pajak Purwokerto       Jl. Gerilya 70 Telp. 632 344 Purwokerto

TNI MILITER

KAB. BANYUMAS

Korem 071 Wijaya Kusuma             Jl. Jend. Gatot Subroto Telp. 694 931, 694 925 Purwokerto

Kodim 0701 Kab. Banyumas           Jl. Jend. Sudirman Telp. 635 281 Purwokerto

Koramil Purwokerto Kota                Telp. 633 064 Purwokerto

Koramil Purwokerto Selatan            Telp. 631 061

Koramil Baturaden                         Telp. 681 811 Baturaden

Koramil Patikraja                           Telp. 630 820 Patikraja

Koramil Sokaraja                           Telp. 694 140 Sokaraja

Koramil Banyumas                        Telp. 746 416 Banyumas

Koramil Kalibagor                          Telp. 694 803 Kalibagor

Koramil Sumpiuh                           Telp. 494 540 Sumpiuh

Koramil Tambak                            Telp. 472 836 Tambak

Koramil Ajibarang                          Telp. 571 550 Ajibarang

Koramil Pekuncen                         Telp. 572 025 Pekuncen

Koramil Wangon                            Telp. 511 841 Wangon

POLISI

KAB. BANYUMAS

Kepolisian Wilayah Banyumas                         Jl. Jend. Gatot Subroto 79 Telp. 637 135 Purwokerto

Polwil. Banyumas Bagian Lantas                     Jl. Jend. Gatot Subroto 79 Telp. 635 494 Purwokerto

Kepolisian Resort Banyumas                           Jl. Bhayangkara 32 Telp. 636 065 Purwokerto

Kepolisian Resort Banyumas Bagian Lantas     Jl. Bhayangkara 32 Telp. 636 110 Purwokerto

Polsek Kota Purwokerto                                 Telp. 635 015 Purwokerto

Polsek Kota Purwokerto Utara Jl. Dr Angke     Telp. 639 782 Purwokerto

Polsek Kota Purwokerto Selatan                     Jl. M Yamin Telp. 631 576 Purwokerto

Polsek Cilongok                                             Telp. 655 436 Cilongok

Polsek Karanglewas                                      Telp. 639 211 Karanglewas

Polsek Baturaden/Rempoa                             Telp. 681 711 Baturaden

Polsek Ajibarang                                           Telp. 571 278 Ajibarang

Polsek Wangon                                             Telp. 635 330 Wangon

Polsek Pekuncen                                          Telp. 571 172 Pekuncen

Polsek Sokaraja                                            Telp. 694 280 Sokaraja

Polsek Kedung Banteng                                 Telp. 629 963 Kedung Banteng

Polsek Kalibagor                                            Telp. 694 789 Kalibagor

Polsek Somagede                                         Telp. 696 640 Somagede

Polsek Tambak                                             Telp. 672 544 Tambak

KEJAKSAAN

Kejaksaan Negeri Purwokerto                         Jl. Jend. Gatot Subroto 109 Telp. 635 060, 635 590

Purwokerto Kejaksaan Negeri Banyumas        Jl. Jend. Gatot Subroto 285 Telp. 796 006, 796 018 Banyumas


http://mendoan.s5.com/

Google

Web banyumaspromo.info

Kategori

Arsip


Berita Terkini

Link