PURWOKERTO, MINGGU - Fakultas Hukum mengadakan penghelatan kompetisi futsal LFC Cup bagi SMA sekarisidenan dan Mahasiswa, Minggu (18/10)dilapangan futsal indoor Permata Hijau, Purwokerto Utara, Kab Banyumas. Fakultas Hukum mengadakan kompetisi yang biasa diselenggarakan rutin setiap setahun sekali.
Setelah dua bulan mempersiapkan kompetisi ini, Fakultas Hukum memperoleh izin dari instansi terkait seperti DISHUPAR, Satpol PP serta polres dan mendapatkan sponsor dari Kodim, Rektor UNSOED dan perusahaan swasta telkomsel. Walaupun menggunakan sistem gugur, kompetisi berhasil menjadi magnet dan menarik minat bagi team-team unggulan dari SMA dan Mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Setidaknya ada 16 team tingkat pelajar SMA dan 32 team tingkat Mahasiswa.
Pertandingan yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 18-20 dibagi menjadi dua kelas, untuk tingkat pelajar SMA dan Mahasiswa. Untuk tingkat SMA diikuti sebanyak 16 team yang meperebutkan sebuah Piala dari KODIM dan uang tunai, sedangkan kelas satunya untuk Mahasiswa dan memperebutkan sebuah Piala bergilir dari Rektor UNSOED dan uang tunai. Total hadiah dalam kompetisi Footsal LFC CUP sebesar 2.400.000,00.
Didalam kompetisi ini tidak ada team unggulan, karena semua team yang mengikuti kompetisi ini semuanya team unggulan dan semua team berusaha untuk memenangkan pertandingan. Semua team ingin memperliatkan dan menampilkan permainan terbaiknya untuk sebuah tujuan yaitu menjadi sang juara.
Pihak penyelenggara dan para sponsor dalam kompetisi mengharap agar pemain menampilkan permainan terbaik, bermain sportif tidak membuat kericuhan dan diharapkan ada bibit-bibit baru dalam persepakbolaan Indonesia. Kompetisi diharap juga berjalan lancar sesuai dengan rencana.
Written by satria anggara · Filed Under Olahraga
Mungkin sebagian orang belum tahu kalau di Purwokerto ada sebuah Home industri yang bergerak di bidang makanan, jadi bagi warga Purwokerto tak usah bingung lagi jika ingin menggunakan jasa catering, kini sudah ada Eka Sari catering, yang beralamatkan di jalan gunung kelud no 39 Pabuaran Purwokerto Utara. Eka Sari catering sudah berdiri sejak tahun 1995 tutur sang pemilik yaitu Ibu Eko Purwanti.
Menurutnya, Eka sari ini berdirinya berawal dari hobi membuat makanan yang berupa jajanan pasar, dan makanan tersebut dititipkan di warung – warung kecil saja, sampai akhirnya tak terasa banyak konsumen yang meminatinya, dan Ibu Eko mau menerima pesanan dengan partai besar, sampai sekarang ini Eka sari catering memiliki 20 karyawan dan memiliki berbagai pelanggan hampir di setiap instansi di Purwokerto menggunakan jasa Catering Eka sari.
Hari Sabtu dan Minggu kemarin, tepatnya Tanggal 17 dan 18 Oktober 2009 diadakan acara Malam Keakraban (Makrab) UKM Fotografi Ecolens. Makrab dengan tema EXTRA (Explorasi dan Transisi) ini bertempat di Wisma Satria, Baturraden dan berlangsung selama 2 hari 1 malam. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menambah keakraban para peserta, yaitu anak-anak baru. Mereka adalah angkatan baru tahun ke 21 semenjak Ecolens didirikan.
Perjalanan naik ke atas Baturraden ditempuh oleh para peserta dengan menggunakan truk, seperti tahun-tahun sebelumnya. Peserta makrab ini sebelumnya telah dibagi menjadi 4 kelompok. Setelah mereka semua sampai, acara langsung dibuka dengan pemeriksaan kelengkapan barang yang harus dibawa setiap kelompok. Kelompok yang kurang atau tidak lengkap akan dikenakan hukuman sesuai dengan kesalahannya. Setelah itu mereka diperkenankan untuk beristirahat dan beribadah di kamar-kamar yang telah dibagi sebelumnya.
Pukul. 17.00 para peserta dikoordinir memasuki aula untuk acara pengenalan fotografi dan games seru. Malamnya, setelah peserta selesai beribadah dan makan malam, acara kemudian dilanjut dengan pengenalan pengurus dan anggota. Lalu diakhiri dengan pentas seni yang disajikan oleh setiap kelompok peserta dan pengurus Ecolens.
Sudah menjadi kebiasaan bahwa: Makrab yang diadakan di Baturraden ini, tentu tidak akan lengkap apabila tidak ditambah dengan acara outbound. Minggu paginya setiap kelompok peserta diajak berjalan-jalan sehat sambil belajar rally photo. Mereka harus melewati pos-pos yang telah ditentukan, untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penjaga pos. Dan di sepanjang perjalanan, mereka juga harus memotret obyek sesuai dengan petunjuk clue yang telah diberikan sebelumnya.
Acara selesai pukul.13.00 dan ditutup dengan pesan-kesan dari para peserta makrab. Mereka mengaku cukup senang mengikuti makrab Ecolens, karena mendapat banyak pengalaman dari acara ini. “Di Ecolens, suasana kekeluargaannya sangat terasa. Sehingga, acara makrab ini juga jadi menyenangkan”, ujar Kiki, yang merupakan salah seorang peserta. Mas Fajar, selaku Ketua Ecolens juga ikut memberikan pesan-kesannya kepada para peserta makrab. “Terima kasih atas kesediaan kalian yang telah mengikuti makrab ini. Semoga di tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik lagi. Saya berharap, kalian tetap bisa berproses di sini dan menjadi penerus Ecolens berikutnya”. Sebelum pulang, tak lupa para pengurus foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Purwokerto (13/10) Setelah sering menerima kabar dari dinas tingkat dua yang sering tidak tepat, dan adanya penundaan-penundaan, akhirnya Selasa tgl 13 Oktober 2009 tembusan faximile dari Dinas Kelautan Dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah masuk dengan no 523.1/1143 perihal Penyerahan Penghargaan Tingkat Nasional Adibakti Mina Bahari Th 2009, menyatakan bunyi bahwa hasil penilaian dan calon penerima penghargaan UPP Minamas Kabupaten Banyumas, Juara 1 untuk tingkat nasional.
Para Pengurus dan penggiat perikanan budidaya yg terlibat sempat tidak menggubris, akibat seringnya kabar yg tidak menentu dan menyita waktu, seolah hanya untuk membuata senang saja. Namun setelah membaca ada yang percaya ada yang tidak. Ada yang suka ada yang datar datar saja, karena bukan itu tujuannya. Dari berbagai pendapat dalam diskusi sesaat yang terjadi menanggapai hal tersebut. Bisa ditarik kesimpulan bahwa : bukan semacam itu yang diharapkan dari para penggiat dunia perikanan ini, perhatian-kerjasama-dan dukungan dari pemerintah yang lebih mereka harapkan secara kongkrit, bukan hal-hal yang bersifat seremonial seperti ini.
Bahkan salah satu pembudidaya ikan secara ekstrim menanggapi dan memberikan contoh bahwa kelompoknya juga pernah juara tingkat nasional, hasilnya malah keuangan kas habis dan nombok untuk berangkat ke Jakarta. Sementara yang lain menimpali bahwa bukan begini seharusnya pembangunan bottom up, dukungan dari pemerintah berupa penyelarasan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat demi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, jadi masyarakat perlu apa jangan dikasih apa, masyarakat perlu itu berikanlah itu.
Ada rasa heran, tak percaya bahwa UPP MINAMAS yang seadanya dan memang apa adanya saat penilaian bisa menjadi yang terbaik. Bahwa Minamas memang tidak punya apa-apa selain semangat kebersamaan, semangat menjadi lebih maju, semangat lebih sejahtera, dengan kebersamaan, memberikan apa yang kita bisa, mempelajari dan mencoba menerapkan tekhnologi dalam berbudidaya dengan semangat kemandirian tidak tergantung pada siapa itu fakta.
Semoga dengan keberhasilan dan prestasi ini, semakin banyak insan perikanan yang mau bergabung dan memberikan sumbangsih ilmu, sarana, jejaring, biaya dan dana, kemampuan perihal dunia perikanan khususnya di daerah Banyumas, demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di Banyumas khususnya dan Indonesia umumnya.
Harapan besar akan perhatian dari pemerintah, khususnya pemerintah daerah dan dukungan anggaran karena secara legal yang membentuk lembaga ini adalah pemerintah melalui pemerintah daerah (dasar hukum : SK Bupati) sudah saatnya birokrat lebih mementingkan dan memikirkan kepentingan rakyat, jangan rakyat harus berkorban lebih banyak demi kepentingan birokrasi.***//humas upp
PURWOKERTO - Gerakan Organisasi
Wanita (GOW) Kabupaten Banyumas, Sabtu (17/10) kemarin merayakan ulang tahunnya ke 53. Acara yang digelar di Gedung Muslimat NU Kauman Lama tersebut juga merupakan ajang silaturahmi Idul Fitri 1430 Hijriah.
Seperti diungkapkan Ketua GOW Kabupaten Banyumas Sri Wuryaningsih Bambang Hartono dalam sambutannya, GOW Banyumas didirikan pada 16 September 1956 oleh 11 organisasi wanita. “Tema kali ini SDM GOW bersama dengan institusi masyarakat menunjang suksesnya program pemberdayaan perempuan Kabupaten Banyumas,” ujarnya.
Sepanjang perjalanan usianya, GOW Banyumas banyak terjun langsung ke tengah masyarakat. Pada HUT kali ini misalnya, GOW memberikan bantuan beasiswa kepada 10 siswa SMP, masing-masing sebanyak Rp 150 ribu. “Antara lain diberikan kepada 5 siswa SMPN 1 Kedungbanteng dan 5 lainnya untuk siswa SMPN Gunung Jati,” ujarnya yang menambahkan beasiswa diberikan secara simbolik oleh Hj Kusmiarsih Mardjoko.
Kegiatan lain yang dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke 53 ini, kata Wuryaningsih, GOW diantaranya berpartisipasi dalam pelaksanaan program TMMD dalam kegiatan pasar murah dan pengisian kegiatan non fisik sebanyak dua kali di Kecamatan Kemranjen dan Patikraja.
Mereka juga terlibat dalam kegiatan pasar murah Idul Fitri di Sunyalangu Kecamatan karanglewas, kerja bakti kebersihan lingkungan menunjang program PSN-DBD dan kampanye upaya pencegahan dini kasus DBD di Kelurahan Purwokerto Lor, serta donor dara kerja sama dengan PMI Cabang banyumas.
Tidak hanya itu, GOW juga melakukan penyuluhan hukum di RRI dengan Tajuk Serambi Keluarga berjudul Perlindungan anak. “Kami juga siaran tentang ideologi pancasila yang merupakan realisasi program bidang hukum dan HAM GOW,” katanya.
Peringatan HUT ke 53 dan silaturahmi juga dihadiri Hj Kusmiarsih Mardjoko. Selain memberi sambutan, ia juga terlibat game kuis dengan memberikan pertanyaan seputar GOW Banyumas kepada peserta.
Bertempat di Gedung Soemardjito Universitas Jenderal Soedirman, Sabtu, 17 Oktober 2009 dilaksanakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Jenderal Soedirman. Acara yang dihadiri oleh tamu undangan dari PEMDA Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Perwakilan DPRD Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Dandim, Pengadilan Negeri Purwokerto, Polwil, dan juga Polres, serta para pimpinan Universitas maupun Fakultas Universitas Jenderal Soedirman ini dimulai pada Pukul 10.00 WIB.
Rektor, Prof. Dr. Ir. SOEDJARWO dalam pidatonya menyampaikan Laporan Tahunan mengenai perkembangan Unsoed. Prof. Djarwo mengatakan, “Pada tahun ke-empat masa jabatan periode 2005-2009, disamping secara rutin tetap bertumpu pada orientasi kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pelaksanaan program dan kegiatan diprioritaskan pada penataan manajemen internal”.
Prof. Djarwo menyampaikan bahwa Program dan kegiatan peningkatan kualitas pendidikan dilakukan berdasarkan 3 (tiga) pilar pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional yaitu : 1. Peningkatan pemerataan dan perluasan akses pendidikan; 2. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing; 3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.
Implementasi Program Peningkatan Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan telah dilakukan Unsoed diantaranya melalui pemberian keringanan dan pembebasan biaya pendidikan, pemberian beasiswa, dan pemberian kesempatan kepada putra-putri transmigran dan putra daerah tertinggal atau perbatasan, serta dari keluarga kurang mampu. Implementasi Program Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing Pendidikan Tinggi telah dan akan terus dilakukan Unsoed melalui kegiatan pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kualitas dinamika kemahasiswaan. Sementara itu Peningkatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan publik dilakukan melalui kegiatan penataan organisasi, persiapan implementasi BLU dan persiapan menuju BHPP serta penataan manajerial.
Prof. Djarwo, juga menyampaikan rencana program dan kegiatan tahun 2010 diantaranya : Implementasi BLU dan persiapan BHPP; Penyempurnaan Penyusunan Statuta Universitas Jenderal Soedirman; Penyusunan Rencana Stratejik Tahun 2010-2014; Implementasi Permendiknas Nomor 25 tahun 2009 tentang SOTK; Pembukaan Program Studi Gizi, Hubungan Internasional, Kesehatan Lingkungan (S1) dan Program Doktor Ilmu Pertanian, Ilmu hukum, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Lingkungan; melanjutkan penataan manajemen internal dan program pengembangan lainnya sesuai kemampuan dan tuntutan stakeholders, serta Peningkatan kerjasama di dalam dan luar negeri, serta pengembangan kemahasiswaan.
Pidato Ilmiah pada Dies Natalis kali ini disampaikan oleh Dr.drg. HARIS BUDI WIDODO, M.Kes.,A.P. dengan judul ”KARIES, PENYAKIT KRONIS YANG SERING DIABAIKAN”. Karies gigi atau gigi berlubang merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut bersama-sama dengan penyakit periodontal, sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Dr. Haris juga menyampaikan bahwa konsep pencegahan karies gigi lebih mudah diterima masyarakat apabila ada perubahan sikap terhadap kesehatan gigi dan mulut. Menurut Dr. Haris, masyarakat hendaknya meyakini bahwa dirinya sendiri lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan gigi dan mulutnya daripada dokter gigi atau perawat gigi. Untuk itu strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment) yang tujuannya agar masyarakat mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka. Selain itu para praktisi di bidang kedokteran gigi juga harus berperan dalam hal pencegahan karies gigi dan berusaha menghentikan karies gigi. Tindakan yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan sebelum karies gigi meluas.
Rapat Senat Terbuka ditutup oleh Ketua Senat, Prof.Dr.Ir.H.Soedjarwo pada Pukul 11.20 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari peserta yang hadir kepada Rektor, yang mewakili Unsoed.
Purwokerto- rangkaian acara triwindu FISIP Unsoed diakhiri dengan kegiatan jalan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, karyawan, dan mahasiswa FISIP Unsoed. Kegiatan ini dimulai pada pukul 06.00 WIB kemarin (18/10). Rangkaian acara Triwindu FISIP Unsoed dimulai pada tanggal 12 Oktober 2009 dan berakhir pada 18 oktober 2009. “start dan finish-nya didepan aula FISIP Unsoed,” kata salah seorang panitia.
Kegiatan jalan sehat kemarin cukup meriah, setelah peserta jalan sehat sampai finish, para peserta disuguhkan Soto Sokaraja. Para peserta juga menyanyi untuk memeriahkan acara tersebut. “Ada juga pengundian doorprize, hadiah yang diberikan antara lain mesin cuci, televisi, sepeda, dan kipas angin,” tutur seorang peserta. Maksud diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi antara dosen, karyawan dan mahasiswa.
Purwokerto. Peredaran narkoba di Indonesia semakin meningkat, tak terkecuali di Purwokerto. Kini, barang haram ini sudah banyak beredar di Purwokerto. Untuk menekan peredaran narkoba, Puskesmas Purwokerto Selatan berinisiatif mengadakan penyuluhan dengan tema penyalahgunaan narkoba.
Penyuluhan ini diadakan pada hari Senin (19/10) bertempat di balai pertemuan kelurahan karangklesem. Acara ini dimulai jam 8 pagi, diikuti oleh perwakilan karangtaruna dan beberapa kader Posyandu di tiap kelurahan di Purwokerto. Sasaran utama penyuluhan ini ini ialah remaja melalui karangtaruna.
Pihak penyelenggara menyadari, bahwa target utama narkoba ialah para remaja. Karena usia remaja merupakan usia riskan dimana mereka mudah terpengaruh dan terbujuk. Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan secara detail tentang bahaya narkoba bagi kesehatan dan psikologi penggunanya.
Pihak penyelenggara berharap, melalui usaha ini dapat menekan jumlah peredaran narkoba di Purwokerto yang sudah mengkhawatirkan. ”Remaja merupakan generasi penerus yang harus kita lindungi dari narkoba” kata pembicara dalam penyuluhan tersebut.

Purwokerto – Sabtu (17/10) hingga Minggu (18/10) kemarin Ecolens mengadakan malam keakraban bagi anggota barunya. Acara ini mengambil tempat di Wisma Satria Baturaden. Dengan bertemakan Eksplorasi dan Transisi (Ekstra) acara ini ialah sebagai ajang untuk lebih mempererat kekeluargan dan keakraban antara anggota baru dan pengurus serta anggota lama. Sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Ekonomi yang bergerak di bidang fotografi, Ecolens ingin agar anggota baru tahun ini, yaitu angkatan ke-21 bisa lebih mengeksplorasi kemampuannya di bidang fotografi dan bertransisi untuk menjadi lebih baik dengan bergabung bersama Ecolens.
Acara dibuka dengan stadium general tentang fotografi. Pembicara yang diminta mengisi ialah salah satu fotografer profesional yang sudah cukup dikenal di daerah Banyumas dan sekitarnya, yaitu Sentot Hary. Beliau juga merupakan alumni Ecolens dan merupakan salah satu pendiri awal Ecolens. Dalam stadium general yang berlangsung sekitar 2 jam, beliau menyampaikan berbagai hal terkait fotografi mulai dari sejarah hingga teknik-tekniknya.
Hari kedua kegiatan diisi dengan outbond dengan mengelilingi area disekitar lokawisata Baturaden. Bentuk outbond berupa rally foto dimana peserta diberi soal yang harus dijawab dalam bentuk foto. Acara ditutup sekitar pukul 13.oo dengan diskusi dan sharing antara panitia, pengurus dan angkatan 21. Beberapa peserta yang menjadi perwakilan mengatakan makrab kali ini cukup berkesan dan menyenangkan.
Menurut panitia, makrab kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Jika sebelumnya makrab Ecolens selalu ditempatkan di akhir rangkaian kegiatan anggota baru, tahun ini sengaja diletakkan diawal. Hal yang mendobrak tradisi ini dilakukan agar anggota baru lebih kenal satu sama lain dan lebih nyaman berada di keluarga besar Ecolens. Dan pada akhirnya bisa berproses bersama dengan baik di Ecolens.
Sabtu malam (10/17), satuan polisi Polres Purwokerto adakan razia. Razia dilakukan di daerah sekitar Jl. Merdeka. Razia ini dilakukan dalam rangka bulan tertib Lalu lintas yang dicanangkan kepolisian sejak Maret lalu. Razia ini disasarkan pada pengguna kendaraan bermotor roda dua.
Polisi memang sudah berjaga di daerah itu dari senja hari. Menjelang gelap razia mulai digelar. Tak sedikit pengendara yang terjaring dalam razia itu. Kebanyakan dari mereka tak tahu bahwa akan ada razia. Beberapa dari pengendara pun ada yang berusaha untuk berputar balik menghidari “garukan”. Namun gagal karena telah banyak polisi bermotor besar yang menghadang mereka. Tak elak lagi, para pengendara tersebut terpaksa jalan melewati razia.
‘saya tidak tahu ada “garukan”, padahal saya hanya ingin pergi belanja ke Moro’, ujar Deddy Purnomo salah satu pengendara yang terjaring saat razia. Kebanyakan pengendara terjaring karena dokumen kendaraan yang kurang lengkap. ‘Memang ini yang menjadi target kepolisian, supaya para pengendara tidak menyepelekan surat-surat kendaraan apalagi SIM’, penjelasan dari polisi intel yang berjaga meminta agar namanya tidak disebut.
Semoga ini bisa mengurangi pandangan miring masyarakat mengenai Satlantas Purwokerto. Mengingat kinerja Satlantas yang dinilai kurang bisa memadai oleh masyarakat luas. Semoga kepolisian, pada khususnya kepolisian purwokerto,dapat terus meningkatkan kinrja dan pelayanannya pada masyarakat.
Next Page »