Happening Art dalam Rangka Penggalangan Dana untuk Tanah Minang
November 16, 2009
Purwokerto, 12 Oktober 2009. Bencana gempa bumi yang terjadi di tanah Padang, Sumatra Barat telah berlalu, namun simpati dan empati dari masyarakat belum berakhir. Penggalangan dana dari mahasiswa, dosen, karyawan serta UKM yang dilakukan oleh BEM masih berlangsung sampai saat ini. Hal itu dilakukan dengan menempatkan kotak ditempat-tempat strategis atau meminta langsung ke sasaran dan yang paling menarik, dari UKM Fakultas HUkum sendiri, yaitu Teater Timbang dan JB (Justicia Band) akan mengadakan Happening Art yang akan diadakan pada tanggal 5 November 2009.
Setiap sore Teater Timbang mengadakan latihan guna mempersiapkan pentas akbar pada 5 November nanti. Dalam pentas ini menggambarkan bagaimana suasana saat gempa itu terjadi, dan bagaimana pula manusia-manusia yang ada di daerah tersebut saat merasakan ada gempa. Kemarin malam, atau tepatnya tanggal 11 Oktober salah satu dari pemeran pentas yang bernama Rina, yang memerankan sebagai korban dan berteriak-teriak “Allahu Akbar” melakukan latihannya dengan pendalaman peran. “Ya, jadi kita ingin dalam pentas ini semuanya total, tidak ada yang setengah-setengah. Disini kita seolah-olah mengalami bencana itu, dan kita ingin dengan pentas ini kita akan benar-benar membuat seperti penonton juga ada disuasana gempa saat itu. Dan tentunya agar kita memperoleh dana yang maksimal untuk disumbangkan ke Sumatera Barat nantinya” Tutur ketua Teater Timbang periode 2009, Pramita Akni S atau yang kerap dipanggil Puput.
Rencananya pada tanggal 5 November nanti, acara akan mulai pukul 19.00 yang berupa pentas akbar dari teater itu sendiri dan puncak acaranya adalah performance dari Justicia Band, sampai akhir acara. Kegiatan ini dinilai positif dan menumbuhkan jiwa tolong-menolong dan jiwa sadar dengan saudara sebangsa dan setanah air. Titi
Polantas Gelar Razia Mendadak
November 16, 2009
BANYUMAS, Senin (26/10), Polantas Polres Banyumas mengadakan razia mendadak. Razia ini dilakukan di pagi hari sekitas pukul 07.00. Razia mendadak ini tujukan pada pengguna kendaraan bermotor roda dua. Karena biasanya pengendara sepeda motor kurang memetuhi peraturan lalu lintas. Pengendara motor yang terjaring dalam razia mendadak ini cukup banyak. Razia mendadak ini digelar disekitar Jl.gatot subroto banyumas.
Razia ini dilakukan dalam rangka penertiban Lalu lintas jalan raya. Sebagian dari pengendara tidak mengetahui bahwa di pagi hari teryata ada razia mendak. Ada beberapa pengendara motor berusaha untuk menghindar. Namun upaya tersebut sia-sia karena polosi yang merazia cukup banyak. Jadi ada polisi yang berusaha mengejar pengemudi yang tidak memakai helm. “Saya tidak tahu pagi-pagi gini kok ada razia, padahal saya mau kepasar banyumas sebentar, karene saya rumahnya deket dari sini jadi saya tidak memakai helm” ungkap Ibu-Ibu, salah satu pengendara yang terjaring saat razia. memang Sebagian pengendara sepeda motor terjaring karena tidak memakai helm. Razia memang jarang dilakukan di pagi hari, jadi ada masyarakat yang kurang waspada terhadap hal ini.
Bupati Cilacap Probo Yulastoro, Resmi Diberhentikan
November 6, 2009
BPi-Purwokerto, (6/11).
Kabar Bupati Cilacap Probo Yulastoro akan diberhentikan akhirnya terjawab dan jelas, terhitung Kamis (5/11) kabar tersebut menjadi telah ada kejelasan.
Dengan diterimanya SK Pemberhentian Sementara Bupati Probo oleh jajaran Pemerintahan Kabupaten Cilacap, pada Rabu malam (4/11). SK tersebut ditanda tangani Menteri Dalam Negeri Ganawan Fauzi. Surat bernomor 131.33-753 tanggal 29 November 2009 tersebut menyebutkan, menimbang Pasal 31 UU 32 Tahun 2004 Jo. PP No. 6 Tahun 2005 bahwa kepala daerah diberhentikan sementara oleh Mendagri tanpa melalui usulan DPRD, karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi yang berkasnya telah dilimpahkan ke pengadilan.
Selain itu, berkas perkara bupati Cilacap telah terdaftar di kepaniteraan PN Cilacap. Untuk memberi kepastian hukum dan menjamin lancarnya pemerintahan, dipandang perlu dilakukan pemberhentian sementara bupati Cilacap.
Atas pertimbangan tersebut, maka Mendagri menetapkan memberhentikan sementara Probo Yulastoro dari jabatannya sebagai bupati Cilacap masa jabatan 2007-2012 sampai proses hukum selesai dan mempunyai kekuatan hukum. Kemudian mendagri juga menetapkan selama bupati diberhentikan sementara, maka Wabup Tatto Suwarto Pamuji melaksanakan tugas dan kewajiban bupati Cilacap (sebagai Plt bupati).
Hampir seminggu ini merebak rumor tentang dikeluarkannya SK pemberhentian tersebut. Namun masih simpang siur, karena SK tersebut belum sampai ke Pemkab Cilacap sampai Rabu malam kemarin baru ada kejelasan.
Plt Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan SKPD dan camat se-Cilacap Kamis (5/11) mengatakan, mau tidak mau dan suka tidak suka, dirinya yang menggantikan tugas dan kewajiban bupati saat ini. Oleh karena jajaran pemerintahan saat ini harus tetap berjalan di bawah kepemimpinannya.
”Pergantian pimpinan dalam sebuah pemerintahan adalah hal biasa. Oleh karena itu, saya minta semua SKPD dan jajaran pemerintahan di Cilacap untuk tetap bekerja dengan baik apapun yang terjadi saat ini,” kata Tatto Pamuji dalam pertemuan yang digelar di pendapa kabupaten.
Tidak akan ada tsunami birokrasi di jajaran pemerintahan Cilacap pasca ditetapkannya dirinya sebagai Plt Bupati Cilacap, janjinya. Hanya pergantian kecil-kecilan pejabat tetap ada demi pemerintahan yang lebih baik. //g.10.k
Happening Art Untuk Tanah Minang
November 3, 2009
Purwokerto, 12 Oktober 2009. Bencana gempa bumi yang terjadi di tanah Padang, Sumatra Barat telah berlalu, namun simpati dan empati dari masyarakat belum berakhir. Penggalangan dana dari mahasiswa, dosen, karyawan serta UKM yang dilakukan oleh BEM masih berlangsung sampai saat ini. Hal itu dilakukan dengan menempatkan kotak ditempat-tempat strategis atau meminta langsung ke sasaran dan yang paling menarik, dari UKM Fakultas HUkum sendiri, yaitu Teater Timbang dan JB (Justicia Band) akan mengadakan Happening Art yang akan diadakan pada tanggal 5 November 2009.
Setiap sore Teater Timbang mengadakan latihan guna mempersiapkan pentas akbar pada 5 November nanti. Dalam pentas ini menggambarkan bagaimana suasana saat gempa itu terjadi, dan bagaimana pula manusia-manusia yang ada di daerah tersebut saat merasakan ada gempa. Kemarin malam, atau tepatnya tanggal 11 Oktober salah satu dari pemeran pentas yang bernama Rina, yang memerankan sebagai korban dan berteriak-teriak “Allahu Akbar” melakukan latihannya dengan pendalaman peran. “Ya, jadi kita ingin dalam pentas ini semuanya total, tidak ada yang setengah-setengah. Disini kita seolah-olah mengalami bencana itu, dan kita ingin dengan pentas ini kita akan benar-benar membuat seperti penonton juga ada disuasana gempa saat itu. Dan tentunya agar kita memperoleh dana yang maksimal untuk disumbangkan ke Sumatera Barat nantinya” Tutur ketua Teater Timbang periode 2009, Pramita Akni S atau yang kerap dipanggil Puput.
Rencananya pada tanggal 5 November nanti, acara akan mulai pukul 19.00 yang berupa pentas akbar dari teater itu sendiri dan puncak acaranya adalah performance dari Justicia Band, sampai akhir acara. Kegiatan ini dinilai positif dan menumbuhkan jiwa tolong-menolong dan jiwa sadar dengan saudara sebangsa dan setanah air. Titi


