SELAMAT NATAL 2009 DAN TAHUN BARU 2010
December 25, 2009

MAKAN IKAN, BIKIN PINTER
December 25, 2009

Dalam 25 tahun terakhir, pelbagai penemuan ilmiah dari para ahli gizi dan kesehatan dunia membuktikan bahwa ikan dan jenis seafood lainnya sangat baik untuk kesehatan serta kecerdasan manusia. Kenyataan ini disebabkan karena ikan rata-rata mengandung 20 persen protein yang mudah dicerna dengan komposisi asam amino esensial yang seimbang. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan jaringan otak, dan mencegah terjadinya penyakit jantung, stroke, dan darah tinggi.
Lebih dari itu, omega-3 juga dapat mencegah terjadinya penyakit-penyakit inflamasi, seperti arthritis, asma, colitis, dermatitis serta psoriasis; beberapa jenis penyakit ginjal; dan membantu penyembuhan penyakit depresi, skizofrenia serta gejala hiperaktif pada anak-anak (FAO and WHO, 1996).
Seafood juga mengandung berbagai jenis mineral dan vitamin seperti A, D, dan K serta yodium. Seperti kita ketahui, bahwa yodium sangat ampuh untuk pencegahan penyakit gondok. Singkatnya, dengan makan ikan yang mencukupi, maka dapat memberikan tiga keuntungan bagi kita.
Pertama, baik untuk kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai macam penyakit.
Kedua, asam lemak tak jenuh, termasuk omega-3, yang terkandung dalam ikan, sangat membantu perkembangan sel otak yang dapat meningkatkan kecerdasan (IQ) manusia. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kandungan mineral, vitamin, dan zat hara yang tinggi dalam ikan juga dapat meningkatkan vitalitas seksual pengkonsumsinya.
Oleh karena itu, wajar jika bangsa Eskimo di Greenland hampir tidak pernah terkena serangan jantung karena hampir seluruh dietnya berasal dari ikan. Sementara itu, bangsa Jepang yang mengkonsumsi ikan rata-rata 110 kilogram (kg)/ orang/tahun merupakan bangsa dengan kualitas kesehatan serta kecerdasan tertinggi di dunia. Perbandingannya bisa dilihat dari tingkat konsumsi ikan rata-rata per kapita per tahun di Hongkong, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Malaysia berturut-turut adalah 80, 70, 65, 60, 35, dan 30 kg. Sedangkan tingkat konsumsi ikan rata-rata bangsa Indonesia pada tahun 1998 sebesar 17 kg/orang/tahun, pada tahun 2003 mencapai 23 kg/ orang/tahun, dan pada tahun 2009 mencapai 30 kg/orang/tahun. Dari data ini, bisa disebut bahwa tingkat konsumsi ikan rata-rata orang Indonesia masih terbilang kecil. Dengan anugerah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, selaiknya kita mulai gemar makan ikan untuk menjadi lebih sehat dan cerdas.***G.1O.K (sumber : Mida Novawanty, Stop Ilegal Fishing)
BEM KM Mipa adakan LKMM
December 24, 2009
>Unsoed Kamis, 24 Desember 2009. Mengingat pentingnya akan berorganisasi dan manjemen perkuliahan, BEM KM Mipa mengadakan LKMM (latihan keterampilan manajemen mahasiswa) di gedung aula jurusan mipa fakultas sains dan teknik. Kegiatan ini dibuka oleh ketua jurusan Mipa bapak bilaloddin M.Si pada pukul 09.00 waktu setempat dan diikuti oleh 30 mahasiswa yang merupakan delegasi dari UKM kampus setempat.
Kegiatan ini menghadirkan bapak Gathot Heri S yang menyampaikan materi kebijakan pembinaan mahasiswa di fakultas. Harapannya mahasiswa akan semakin kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh birokrasi kampus, sehingga tercipta tatanan kampus dan sistem perkuliahan yang lebih baik dan kondusif.
Selain mandatangkan bapak Gathot Heri S, kegiatan ini juga menghadirkan pembicara mantan presiden BEM KM Mipa, Ade Kurniawan S.Si yang menjabat pada periode 2007. Beliau menyampaikan materi tentang Esensi Berorganisasi bagi mahasiswa. Menurutnya mahasiswa harus beroganisasi karena persepsi masyarakat terhadap mahasiswa yang menganggap mahasiswa adalah orang yang berpendidikan tinggi, mengetahui banyak hal dan mengkritisi permasalahan sekitar. “Hal itu semua akan didapat oleh mahasiswa jika mereka mau beroganisasi, karena dalam berorganisasi mereka akan belajar bekerja sama, manajemen dan kepemimpinan, mencari solusi dari suatu masalah dan berkomunikasi terhadap masyarakat” paparnya disela-sela menyampaikan materi.
Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memilih dan berorganisasi dengan baik, memenaj waktu perkuliahan dan organisasi, menganalisis konflik yang terjadi di masyarakat serta mengambil keputusan yang terbaik.
by nur ichsan
Pengukuhan Guru Besar : Prof. Edy Yuwono, Ph.D
December 24, 2009
Unsoed.net. Sabtu, 23 Desember 2009 telah dikukuhkan Guru Besar Prof. Edy Yuwono, PhD, di gedung soemardjito, silahkan download Pidato Ilmiah, dihadiri para undangan yang mengikuti acara “Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Prof. EDY YUWONO, P.hD Bidang Ilmu Fisiologi Hewan pada Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman”. Dengan dikukuhkannya Prof. Edy Yuwono menjadi Guru Besar, berarti di Unsoed, ada 16 orang Profesor aktif.
Prof. Edy Yuwono, P.hD menyampaikan pidato pengukuhannya dengan judul “URGENSI STUDI FISIOLOGI HEWAN UNTUK PENGEMBANGAN AKUAKULTUR RAMAH LINGKUNGAN”. Prof. Edy mengatakan bahwa hasil studi fisiologi hewan, misalnya tentang osmoregulasi, metabolisme, reproduksi, dan nutrisi, dapat digunakan sebagai dasar pemilihan teknologi terapan dalam pengembangan akuakultur yang bertanggung jawab dan berwawasan konservasi. “Banyak permasalahan akuakultur yang belum dapat diatasi dan membutuhkan penelitian tentang berbagai aspek fisiologi secara lebih komprehensif”, demikian lanjut Prof. Edy.
Menurut Prof. Edy Yuwono, P.hD, studi fisiologi hewan sangat urgen untuk dilakukan dalam rangka memberikan penjelasan tentang fenomena biologi dalam akuakultur dan memberikan dasar pengembangan akuakultur ramah lingkungan.
Setelah mengukuhkan Prof.Edy Yuwono sebagai guru besar, Rektor Unsoed, Prof.Dr.Ir.SOEDJARWO, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dikukuhkannya Prof.Edy Yuwono, P.hD menjadi guru besar di Unsoed. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri, tidak saja bersifat individual bagi Prof.Edy dan keluarga, tetapi juga Fakultas Biologi. Lebih dari itu, adalah kebanggaan institusional, khususnya bagi Unsoed.
Prof. Djarwo berpesan bahwa jabatan Guru Besar bukan ansich sebuah tujuan, tetapi sebenarnya adalah titik awal untuk lebih berkarya. “Jadi tampilan dari seorang guru besar adalah semangat ilmiahnya yang bermotokan “publish or perish” (menulis atau mati) sebagai wujud komitmen ilmiah dan komitmen terhadap kejujuran nuraninya” demikian lanjut Prof. Djarwo.
Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para hadirin, dimulai dari anggota senat diikuti seluruh undangan yang hadir. Hadir dalam acara ini seluruh pejabat Universitas Jenderal Soedirman, Para Guru Besar, Perwakilan Anggota DPRD Barlingmascakeb, Wakil Bupati Brebes, Kapolwil Banyumas, Dandim Purwokerto, Kapolres Purwokerto, Pengadilan, Pemda, dan segenap tamu undangan. Sumber : www.unsoed.ac.id
Desa Mandiri Energi Solusi Menciptakan Lapangan Pekerjaan
December 23, 2009

Desa Mandiri Energi
Menurut Erwin S.Sadirsan (Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), Desa Mandiri Energi (DME) yaitu desa yang memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri berasal dari sumber-sumber energi baru dan terbarukan, seperi biofuel terutama yang didapat dari minyak jarak pagar, energi surya maupun mikrohidro. Diluncurkan pada tahun 2007 guna meningkatkan kebutuhan energi setempat baik dalam bentuk bahan bakar nabati (BBN) maupun bahan bakar non nabati (non BBN) untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga maupun kegiatan produktif.
Tujuan dari Desa Mandiri Energi (DME) yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam pengadaan energi dan mengurangi pemakaian BBM melalui peningkatan pemanfaatan energi setempat.
Nita Nurhayati yang merupakan salah satu peserta dari seminar nasional ini mengatakan bahwa Desa Mandiri Energi (DME) ini mempunyai arah tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mengurangi kemiskinan.
“Target untuk tahun 2009 ini sebanyak dua ribu Desa Mandiri Energi (DME)”,tutur mahasiswi Fakultas Pertanian ini.
Berdasar banyumaspromo.info kutip dari seminar nasional ini, di indonesia terdapat 40 Desa Mandiri Energi (DME) yang berbahan bakar nabati (BBN) dan 100 Desa Mandiri Energi (DME) berbahan bakar non nabati (non BBN). Desa Mandiri Energi (DME) bukan desa tertinggal, melainkan desa yang diharapkan bisa mandiri secara energi, dan menjual kelebihan energinya ke pihak lain.
(condro)
Jalan Sehat 1 Muharram
December 20, 2009
Dalam rangka menyambut tahun baru islam 1 muharraham 1431 H, jajaran kepengurusan takmir masjid fathimatuzhara mengadakan jalan sehat bersama masyarakat sekitar lingkungan masjid. Bertemakan Muslim kuat cinta sehat, acara ini diselenggarakan pada 20 desember 2009 di halaman depan masjid fathimatuzahra. Diawali dengan pengibaran bendera start oleh Ir. H. M. Nuskhi Zetka, M.Si, sekitar 2000 peserta jalan sehat satu persatu langsung mengitari jl. Suparno, jl, kampus, komplek GOR Satria dan kembali ke masjid fathimatuzahra.
Menurut penuturan ketua panitia jalan sehat Azmi Shidqi, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara masyarakat kelurahan karangwangkal, grendeng dan masyarakat sekitar komplek masjid dengan staff takmir masjid. Selain mempererat hubungan social dengan masyarakat sekitar, kegiatan ini juga bertujuan untuk membiasakan masyarakat agar rajin berolahraga. “Dengan tubuh yang sehat maka kita akan semangat untuk menjalani aktifitas keseharian”. Tuturnya.
Acara jalan sehat ini pun berjalan dengan meriah karena setelah peserta kelalahan menusuri perjalanan, mereka dihibur dengan grup nasyid jaim voice. Lantunan tembang islami pun disambut meriah oleh para peserta jalan sehat. Kemeriahan peserta terbungkam setelah tim teater mafaza mempertunjukan teatrikal berpuisi bertajuk tahun baru islam. “Kami sengaja menyajikan beberapa hiburan berupa seni tarik suara dan teatrikal” kata fuadz salah satu dari panitia jalan sehat.
Selain pertunjukan pagelaran pentas seni, salah satu daya tarik masyarakat dalam acara ini yaitu banyaknya doorprize yang dibagikan panitia secara cuma-cuma. Sekitar 375 bingkisan menarik dan 2 buah hadiah utama berupa sepeda gunungpun akan menjadi milik masyarakat. “Ikut jalan sehat ini bisa dapet hadiah mas, daripada nganggur di rumah” tutur ibu minah salah satu peserta. “Saya harap acara ini sering-sering digelar karena banyak hadiahnya” tambahnya.
nur ichsan
WEB 2.0 PENGARUHNYA BAGI KEHIDUPAN
December 18, 2009
Balikpapan, (APTEL) – Internet masa kini ( Web 2.0) adalah wahana untuk membawa kontribusi – kontribusi kecil jutaan orang di dunia melalui internet dan membuatnya menjadi berguna bagi pengembangan peradaban manusia. Hal itu dikatakan Mohammad Adriyanto Pengamat TI Balikpapan, pada Sosialisasi Open Source bagi kaum perempuan di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan, Sabtu (1/12) “Ini adalah suatu revolusi, saat ini tidak ada bedanya kita tinggal di New York, Tokyo, atau Loa Bakung. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa berbuat hal-hal kelas dunia. Tahun 2006 adalah Tahun dimulainnya revolusi kultur dunia baru, dunia kolaborasi online. Kita mau ikut? Atau kita mau santai dan tertinggal. Web 2.0 mampu membawa masyarakat Kaltim untuk “go Global” dan mendapat banyak keuntungan (finansial, sosial, kultural, edukasional, dan lainnya)”katanya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa Majalah Time yang bergengsi pun menganugerahkan penghargaan Manusia Paling Berpengaruh kepada “ANDA: KITA SEMUA” . Hal ini bisa terwujud karena adanya teknologi internet yang semakin maju dan semakin mudah dipakai oleh siapa saja. Adriyanto juga menyinggung masalah generasi Friendster dampak positif dan negatifnya bagi generasi muda Indonesia. Generasi Friendster memungkinkan ber SMS kapan dan dimana saja termasuk didalam kelas, mendengat musik MP3 player atau ponsel musik kapan dan dimana saja, Generasi ini juga sangat ahli dalam pertukaran materi digital antar gadget, serta lebih senang memakai IM dan MiRC dibanding e-mail.
“Dengan Fiendster dapat berbagi cerita,foto, link dengan orang lain di dalam jaringan pertemanan menggunakan jalur komunikasi beragam (Chat, sharing, blogging, discussion group). Penyebaran informasi ke kalangan luas secara cepat dan mudah dapat dilakukan, pengelompokan penguna bisa dilakukan berdasarkan minat, lokasi geografis dan lainnya sesuai kebutuhan, serta adanya keterikatan dalam setiap kelompok”jelasnya.
Sedangkan sisi negatifnya bersifat “addictive” (mudah kecanduan), kemudahan berkomunikasi dipakai untuk hal-hal yang tidak produktif bahkan kriminal, tidak ada batas penyebaran informasi, baik jenis, waktu dan tatanannya, potensi mendobrak privacy orang serta banyak celah yang dapat dipakai untuk kejahatan atau tindakan merusak.
Sememtara itu Alfan Malik praktisi IT Balikpapan dalam kesempatan yang sama mengungkapkan berbagai keuntungan menggunakan Linux antara lain bisa membaca petunjuk, bisa menentukan pilihan, mandiri dan sukses.
“Orang hidup perlu petunjuk, mengunakan komputer juga perlu petunjuk. Sebelum mengenal Linux, tidak bisa membaca sehingga tidak paham benar, atau asal tahu saja. Bisa menentukan pilihan tidak asal mengikuti orang lain dan tidak mudah dipermainkan orang serta sukses dalam belajar, bekerja dan berwirausaha”jelasnya.
Menurut Alfan keuntungan Linux bagi Lembaga Pendidikan akan mendapatkan siswa yang lebih banyak, pelajarannya bermanfaat dan lulusannya mudah bekerja/wirausaha. Bagi siswa ilmunya akan semakin luas dan mandiri. Sedangkan bagi perusahaan akan menekan biaya pembelian software. Bagi Negara dan umat, kemajuan ilmu lebih cepat merata sehingga mempercepat masyarakat adil dan sejahtera.
***
Sementara Pembicara dari Jakarta, Zulfikar M. Rahman atau yang lebih akrap disapa dengan Kang Azul mengetengahkan permasalahan yang berbeda, yakni lebih kepada pengenalan, pemanfaatan dan pemberdayaan ICT secara langsung di tingkat masyarakat bawah. Pendirian telecenter di daerah pedesaan merupakan program pengembangan komunitas lokal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Membangun Telecenter dimaksudkan untuk, memberdayakan masyarakat dengan kemudahan akses terhadap informasi dasar seperti informasi pasar, pertanian, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal mengakses informasi penggunaan komputer, manajemen telecenter dan lain-lain melalui pelatihan-pelatihan. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan perekonomian setempat dengan kegiatan pembangunan komunitas melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk membangun komunitas lokal.
Dalam kesempatan tersebut sambutan Direktur Pemberdayaan Telematika Bapak Bambang Soeprijanto dibacakan oleh Kasi Program Pemberdayaan Telematika Perkotaan Bambang Tri Santoso, menegaskan pentingnya peran pemerintah, swasta dan perguruan tinggi dalam membimbing masyarakat untuk mengenal dan menggunakan teknologi informasi menuju masyarakat informasi Indonesia Tahun 2015.
Sosialisasi diikuti oleh berbagai organisasi wanita antara lain dari kalangan pemerintah, PKK, Muslimah, MGMP TIK Balikpapan, Angkasapura, Pertamina, ASMI, SMK TI, Majlis Taklim, Mahasiswa seta Ibu rumahtangga.
http://www.pemberdayaan-telematika.info/?pil=5&ID=77
Peringati 1 Muharam dengan Menggambar Masjid
December 18, 2009
Purwokerto (MAFAZA) - Tak mau kalah dengan orang dewasa dalam perayaan tahun baru 1 Muharrom. Anak-anak dari berbagai SD dan TK di wilayah banyumas pun merayakan sambut tahun baru hijriah dengan mengikuti kegiatan menggambar dan mewarnai pada 18 Desember 2009. Kegiatan tersebut diselengarakan oleh TPQ Masjid Fatimmatuzahra yang tergabung dalam serangkaian perayaan tahun baru Hijriah.
Bertemakan “Aku Cinta Masjid” kegiatan ini diikuti sekitar 31 peserta dari perwakilan berbagai SD dan TK di wilayah Banyumas. Menurut Asep salah satu panitia penyelengara pemilihan tema “aku cinta masjid” ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan anak-anak kecil akan masjid sebagai pusat kegiatannya. “peserta terdiri dari murid kelas 3 SD dimana mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Diharapkan juga dengan mengikuti kegiatan ini maka akan merubah pandangan perayaan tahun baru yang biasanya identik dengan pesta-pesta besar dengan kegiatan yang lebih positif” tambahnya.
Yanti salah satu orang tua dari peserta mengatakan selain memberikan pengalaman pada anaknya kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih kreatifitas anaknya dalam dunia lukis. “lah wong anakku mas seneng gambar ko dadi ra salah yen ta ajak ngikut lomba ( anak saya suka menggambar, jadi tidak ada salahnya kalau saya ajak untuk mengikuti lomba menggambar ini)”. Tutur nya dalam logat Banyumas.
nur ichsan
Secangkir kopi dari Teater Suntik
December 18, 2009
Purwokerto (UNSOED) - Diawali dengan nyanyian jantung malam karya Agustav Triono , para mahasiswa fakultas kedokteran yang tergabung dalam komunitas teater suntik mulai menunjukan karyanya dalam sebuah pementasan bertajuk “Secangkir Kopi” . Bertempatkan di aula Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soediraman, pementasan ini dihadiri sekitar 350 penonton dari berbagai mahasiswa disetiap masing-masing fakultas di universitas jendral soedirman.
Menurut sutradara pementasan tersebut Sheila Anandita menyatakan maksud dari tujuan secangkir kopi yaitu penggambaran tentang roda kehidupan didunia ini. “hidup kadang terasa manis kalau kita sedang di atas kejayaan, tapi kepahitan hidup akan dirasakan bila kita berada di titik keterpurukan dalam hidup. Manis dan pahit itu sudah dapat kita rasakan pada sebuah secangkir kopi” kata pada malam pementasan (17/12/09).
Pementasan dimulai pukul 20.00 WIB diawali prolog dari ibu ( diperankan oleh Khafizati A Fitri ), digambarkan sang ibu sedang mengalami kerinduan akan ketiga putra-putrinya yang sedang menimba ilmu di luar kota. Sesekali diselingi dialog antara bapak ( Faidh Husnan ) dan Ibu yang sedang mengisi aktifitas keseharian setelah ditinggal oleh ketiga buah hatinya. Ditengah pementesan munculkah Surti seorang pembantu rumah tangga yang membikin penonton tertawa akan tingkah lakunya yang konyol.
Klikmaks dari pementasan tersebut terjadi saat ketiga putra-putrinya bertindak diluar dugaan ibu dan bapaknya. Bagas, anak pertama dari keluarga tersebut diceritakan seorang pengusaha sukses tapi dia tersandung kasus korupsi dan akhirnya mendekam di penjara. Bergitu juga dengan kedua anak yang lainya yaitu Nisa dan Sinta, mereka berdua menjadi sosok perempuan yang disiplin, cerdas dan sukses tapi akhirnya dia terjerumus dalam dunia sesat. Ending dari cerita tersebut adalah situasi dimana ibu terjebak dalam harapan dan kenangannya bersama anak-anaknya. Sehingga sang ibu hanya bisa terlarut dalam lamunan ilusi kehidupan.
“pementasan akhir tahun yang luar bisa, dari mulai aktor, aktris, penetaan ruang dan iringan suara musik semuanya menyajikan yang terbaik untuk penonton. Hanya berharap nantinya teater ini bisa menunjukan kiprahnya di tingkat nasionla” tutur syafiq salah satu penonton yang ditemui setelah pementasan berlangsung.
nur ichsan & condro kartiko
Bakso Candi, Higienis Tanpa Sentuhan Tangan
December 8, 2009
Inovasi baru kini hadir dalam dunia kuliner bakso. Kreatifitas tinnggi telah berhasil menciptakan sebuah karya yang unik dan menarik. Jika bakso pada umumnya berbentuk bulat. Namun kali ini bentuk bakso telah dimodifikasi menjadi candi.
Dilihat dari bahan pembuatannya, bakso candi relatif sama dengan bakso yang lainnya. Terbuat dari daging sapi yang dihaluskan. Bakso candi dibuat dengan menggunakan cetakan khusus berbentuk candi. Terdapat alat khusus dalam pembuatannya, seperti capit dan cetakan candi. Alat tersebut memungkinkan pembuatan bakso tanpa tersentuh tangan pembuatnya. Sehingga higienitas tetap terjaga.
Bakso ini terasa kenyal dan enak. Pemiliknya mengakui ada resep khusus untuk menjadikan bakso terasa lebih enak dan kenyal. Tentunya tanpa bantuan pengawet dan formalin. Bakso candi ini dibuat tanpa bahan kimia yang membahayakan kesehatan tubuh. Sehingga aman untuk dikonsumsi.
Jika Anda penasaran dan ingin mencoba bakso ini, Anda bisa mampir ke Kedai Bakso Candi Legal, yang terletak tepat didepan Polres Banyumas. Untuk satu mangkok bakso candi, Anda hanya cukup membayar uang sebesar Rp 6500. Porsinya yang besar membuat perut terasa kenyang.


