Secangkir kopi dari Teater Suntik

December 18, 2009

PhotobucketPurwokerto (UNSOED) - Diawali dengan nyanyian jantung malam karya Agustav Triono , para mahasiswa fakultas kedokteran yang tergabung dalam komunitas teater suntik mulai menunjukan karyanya dalam sebuah pementasan bertajuk “Secangkir Kopi” . Bertempatkan di aula Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soediraman, pementasan ini dihadiri sekitar 350 penonton dari berbagai mahasiswa disetiap masing-masing fakultas di universitas jendral soedirman.

Menurut sutradara pementasan tersebut Sheila Anandita menyatakan maksud dari tujuan secangkir kopi yaitu penggambaran tentang roda kehidupan didunia ini. “hidup kadang terasa manis kalau kita sedang di atas kejayaan, tapi kepahitan hidup akan dirasakan bila kita berada di titik keterpurukan dalam hidup. Manis dan pahit itu sudah dapat kita rasakan pada sebuah secangkir kopi” kata pada malam pementasan (17/12/09).

Pementasan dimulai pukul 20.00 WIB diawali prolog dari ibu ( diperankan oleh Khafizati A Fitri ), digambarkan sang ibu sedang mengalami kerinduan akan ketiga putra-putrinya yang sedang menimba ilmu di luar kota. Sesekali diselingi dialog antara bapak ( Faidh Husnan ) dan Ibu yang sedang mengisi aktifitas keseharian setelah ditinggal oleh ketiga buah hatinya. Ditengah pementesan munculkah Surti seorang pembantu rumah tangga yang membikin penonton tertawa akan tingkah lakunya yang konyol.

Klikmaks dari pementasan tersebut terjadi saat ketiga putra-putrinya bertindak diluar dugaan ibu dan bapaknya. Bagas, anak pertama dari keluarga tersebut diceritakan seorang pengusaha sukses tapi dia tersandung kasus korupsi dan akhirnya mendekam di penjara. Bergitu juga dengan kedua anak yang lainya yaitu Nisa dan Sinta, mereka berdua menjadi sosok perempuan yang disiplin, cerdas dan sukses tapi akhirnya dia terjerumus dalam dunia sesat. Ending dari cerita tersebut adalah situasi dimana ibu terjebak dalam harapan dan kenangannya bersama anak-anaknya. Sehingga sang ibu hanya bisa terlarut dalam lamunan ilusi kehidupan.

“pementasan akhir tahun yang luar bisa, dari mulai aktor, aktris, penetaan ruang dan iringan suara musik semuanya menyajikan yang terbaik untuk penonton. Hanya berharap nantinya teater ini bisa menunjukan kiprahnya di tingkat nasionla” tutur syafiq salah satu penonton yang ditemui setelah pementasan berlangsung.

nur ichsan & condro kartiko

Google

Web banyumaspromo.info

Kategori

Arsip


Berita Terkini

Link